Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Spanyol: Antara Pesta Bola dan Demo Aborsi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Juli 2010 15:35
Bagikan
Bagikan

Pesta kemenangan Spanyol di Madrid (AP Photo/Victor R. Caivano) Hidayatullah.com—Tak kurang dari 1.000 orang berkumpul di Madrid pada hari Sabtu lalu memprotes undang-undang baru, yang membolehkan aborsi. Peristiwa ini sangat bertolak belakang dengan histeria kemenangan tim sepakbola Spanyol memenangkan Piala Dunia 2010 baru-baru ini.

Sebagaimana diketahui, undang-undang terbaru membolehkan gadis berusia 16 dan 17 tahun melakukan aborsi tanpa izin orangtua mereka, walaupun orangtua wajib diberitahukan. Juga menyeka ancaman hukuman penjara karena menganggap  aborsi hak seorang wanita.

“Praktik aborsi telah berlangsung selama 25 tahun di Spanyol, dan hal itu telah menyebabkan penderitaan kepada lebih dari satu juta wanita dan lebih dari satu juta janin yang belum lahir,” ujar salah seorang demonstran, Benigno Blanco.

“Dengan adanya peraturan baru ini, maka kondisi aborsi di Spanyol akan semakin parah. Apa yang ingin kami katakan adalah, ‘Hentikan aborsi!'” ujarnya dengan tegas dikutip AP.

Dalam UU terbaru ini,  memungkinkan seseorang diizinkan untuk melakukan aborsi jika kehamilannya masih di bawah 14 minggu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Partai konservatif Popular mengajukan banding memperdebatkan undang-undang baru yang dianggap tidak konstitusional tersebut.

Kelompok ini mengutip keputusan pengadilan tahun 1985 yang mengatakan hak-hak wanita tidak bisa secara otomatis didahulukan dari janin yang belum lahir. Pendahuluan hak ini hanya bisa dilakukan dalam kasus-kasus pemerkosaan, kelainan janin atau ketika keselamatan ibu berada di dalam bahaya.

Menteri Persamaan Hak, Bibiana Aido, mengatakan pemerintah tidak khawatir dengan pengajuan banding yang diajukan kelompok antiaborsi tersebut.

“Pemerintah yakin sepenuhnya kepada konstitusional hukum,” ujarnya kepada radio Cadena SER.

Hukum yang disetujui oleh Parlemen pada bulan Februari, adalah item terbaru tentang agenda liberal yang dilakukan oleh pemerintah Sosialis, yang berkuasa pada tahun 2004. Gereja Katolik Roma sendiri sangat menentang masalah ini.

Menurut Kementerian Kesehatan, tahun yang lalu sudah ada sekitar 115.000 kasus aborsi di Spanyol. Umumnya, terjadi di klinik pribadi. [SpN/ap/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Waria Marak di Riau, Satpol PP Diminta Tegas
Tulisan selanjutnya Minuman Beralkohol Senilai Rp1,2 Miliar Dimusnahkan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Hikmah

Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan

Hikmah
13 Juni 2026 04:49
Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase
Tradisi Membaca sebagai Penguat Halaqoh
Pra Kongres Umat Islam VIII, MUI Gelar Halaqah Nasional Bahas Pesantren Aman dan Ramah Anak

Terbaru

  • Aliansi Aktivis dan Umat Muslim Tasikmalaya Desak Polisi Proses Hukum Penghina Sahabat Nabi
  • Tak Hanyut Oleh Banjir: Asa Santri Aceh Tamiang Tetap Menyala
  • Tradisi Membaca sebagai Penguat Halaqoh
  • Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
  • Prosesi Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei Dimulai 4 Juli
  • UEA Bantah Laporan Transfer $3 Miliar ke Iran
  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?