Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

AS Sisakan 50.000++ Personil, Perang Iraq Belum Usai

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Agustus 2010 12:36
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Hari Rabu malam (18/9/2010) Amerika Serikat yang berjanji menarik pasukannya sebelum bulan Agustus ini berakhir, dikabarkan telah menarik keluar pasukan tempurnya yang ‘terakhir’ dari Iraq menuju Kuwait. Kenyataannya pasukan tersebut bukanlah yang benar-benar terakhir.

Army’s 4th Stryker Brigade Combat Team, pasukan tempur AS yang bermarkas di Fort Lewis, Washington, meninggalkan 50.000 rekannya yang lain di Iraq.

Menurut keterangan pejabat AS, sebanyak 50.000 tentara itu bertugas “melatih dan mendampingi” tentara Iraq. Terhitung 1 September mendatang, mereka tidak lagi memiliki tugas tempur secara resmi.

Namun, pernyataan Sekretaris Pers Pentagon mengungkap maksud yang sebenarnya.

“Saya kira, sepanjang pengetahuan saya, tidak ada seorang pun yang menyatakan bahwa perang telah berakhir,” kata Geoff Morrell kepada MSNBC.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kontra-terorisme masih akan menjadi bagian dari tugas mereka,” lanjutnya, menjelaskan tugas kelima puluh ribu personil militer AS yang disisakan di Iraq.

Pasukan AS “akan terus melakukan operasi kontra-terorisme bersama” dalam rangka “membantu pasukan keamanan Iraq menghadapi tekanan jaringan ekstrimis dan melindungi rakyat Iraq,” kata Mayor Christopher Perrine kepada AFP (19/8).

50.000 personil mereka bagi ke dalam 6 brigade, yang akan ikut dalam operasi jika diminta pihak berwenang Iraq mendampingi pasukan mereka.

Brigade tersebut akan dilengkapi dengan robot, pesawat tanpa awak dan kesatuan anjing yang akan melacak jejak gerilyawan dan bom pinggir jalan. Tentu saja mereka juga diperkuat dengan ahli-ahli intelijen dan logistik, kata Perrine.

Meskipun Pentagon menyusutkan jumlah pasukannya di Iraq, komando operasi khusus AS–yang tugas utamanya melakukan operasi kontra-terorisme–masih akan mempertahankan utuh jumlah anggotanya, yaitu 4.500 personil.

Walaupun mereka masih berperan aktif, namun rupanya AS tidak ingin mengakuinya secara terang-terangan.

“Kami tidak lagi melakukan operasi tempur secara sepihak,” ujar Morrell.

“Jadi, jika mereka (pemerintah Iraq)  menghadapi musuh dan harus mengejarnya, serta memerlukan bantuan, maka ada surat pemberitahuan. Mereka minta bantuan kami, maka kami mengejar (musuh) bersama-sama.”

Ditambahkan oleh Morrell bahwa pasukan AS akan memiliki hak untuk mempertahankan diri mereka dalam situasi apapun. “Itu harus,” tandasnya.

Dengan demikian jelas, sebutan sebagai “pasukan terakhir” yang dilekatkan pada brigade tempur Stryker saat ditarik Rabu tengah malam lalu, hanyalah basa-basi bahasa semata.

Akhir tahun 2011 disebut-sebut menjadi batas akhir penarikan seluruh pasukan AS dari Iraq. Tapi lagi-lagi hal itu sepertinya mustahil, karena belum apa-apa para pejabat militer kedua negara kabarnya sudah menilai bahwa Iraq masih akan membutuhkan kehadiran militer AS setelah 2011.

“Kami jelas terbuka untuk membicarakan hal tersebut,” kata Menhan AS Robert Gates pekan lalu.

Seakan tidak ingin menunjukkan agresivitas negaranya, Gates menambahkan, “Tapi inisiatif itu harus datang dari Iraq.”

Menurut AFP, pejabat militer Iraq pekan lalu menyatakan bahwa pasukan Amerika masih dibutuhkan kehadirannya hingga 10 tahun mendatang.

Kesepakatan di masa yang akan datang kemungkinan termasuk berupa patroli udara dengan pesawat F-16 milik Amerika Serikat. Alasannya, militer Iraq belum mampu melakukan serangan udara dengan jet-jet tempur. [di/afp/npr/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PT Kereta Api Luncurkan Gerbong Khusus Wanita
Tulisan selanjutnya Indonesia Tuan Rumah Konferensi Zakat Internasional Pertama

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali

Berita
5 Juni 2026 14:35
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?