Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Amerika Takut Diubah Menjadi Negara Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 September 2010 15:29
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Berbagai upaya untuk menyuarakan penentangan dan menghadang perkembangan Islam yang pesat di seluruh dunia, terutama di Barat, tampak jelas dilakukan oleh kelompok-kelompok anti-Islam, mulai dari demonstran jalanan hingga politisi tingkat atas. Arus utama media, yang memang didominasi kelompok anti-Islam, juga ikut mendukung propaganda mereka.

Investor’s Business Daily (IBD), sebuah media informasi bisnis di Amerika Serikat, juga merasa perlu ikut terjun memerangi Islam.

Lewat sebuah editorialnya pada tanggal 16 September 2010, IBD menyuarakan penentangannya kepada Islam, dengan menurunkan tajuk “Ancaman Syariah”. Sebuah tajuk yang menampakkan wajah takut dunia Barat terhadap Islam.

Sebuah panel pakar keamanan internasional menyimpulkan bahwa hukum syariah merupakan sebuah ideologi totalitarian yang dimanfaatkan oleh para pendukung toleransi untuk menggerogoti keamanan negara Amerika Serikat. Demikian IBD memulai editorialnya.

IBD menyebut laporan Center for Security Policy setebal 177 halaman berjudul “Syariah: Ancaman Baru Bagi Amerika” sebagai sebuah analisa obyektif terhadap serangan Islamofasisme (baca: Islam) terhadap Barat. Di mana menurut mereka, laporan itu memperingatkan tentang bahaya besar dari orang-orang yang berusaha menerapkan hukum syariah untuk menggerogoti sistem hukum Amerika, konstitusi, keamanan nasional, dan juga cara hidup masyarakatnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Laporan yang dirilis hari Rabu (15/9/2010) itu, antara lain ditulis oleh mantan para pejabat pertahanan, hukum dan intelijen di era Clinton, seperti R James Woolsey (Direktur CIA) dan Andrew C. McCarthy (mantan asisten jaksa AS di New York, seorang jaksa karir bidang kontraterorisme).

Laporan tersebut menyimpulkan, sistem syariah adalah sistem “totalitarian” dan tidak cocok dengan konstitusi Amerika Serikat, sistem pembuatan undang-undang yang demokratis dan jaminan konstitusional atas kebebasan berpikir, kebebasan individu, dan menyatakan pendapat, termasuk hak untuk mengkritik hukum syariah itu sendiri.

IBD kemudian menyebutkan beberapa bukti bahwa syariah sudah menyusup ke dalam budaya dan sistem hukum dan keuangan Amerika.

Pada bulan Juni 2009, tulis IBD, seorang hakim di negara bagian New Jersey memutuskan bahwa seorang pria yang menyakiti istrinya selama berjam-jam dan berulangkali memperkosanya, dinyatakan tidak bersalah melakukan tindak kejahatan seksual, dengan mengutip agama pria itu sebagai alasannya. Keputusan itu kemudian dibatalkan oleh pengadilan banding. Sesuatu yang mungkin tidak akan terjadi di masa datang.

Pada bulan Nopember 2009, seorang siswa SMA dirumahkan guna melindunginya dari tindak kekerasan, karena dia menulis kritik yang menyoroti perlakuan istimewa terhadap Muslim keturunan Somalia di sekolahnya. Di Dearbon, Michigan, misionaris Kristen ditahan karena berdakwah di sebuah Festival Arab. Di Minnesota, negara bagian mengakomodasi larangan syariah atas pembayaran riba transaksi pembelian rumah oleh makelar dan menjualnya kembali kepada Muslim dengan penetapan harga di muka.

Sejak kapan pemerintah mengatur transaksi keuangan untuk mengakomodasi ketentuan sebuah agama tertentu? Rupanya dalam konstitusi tidak ada pemisahan antara masjid dengan negara, sindir IBD. IBD menyimpulkan bukti-bukti penyusupan syariah ke dalam negara Amerika.

Tidak cukup dengan mengemukakan bukti-bukti di atas, IBD melanjutkan editorialnya. “Syariah digunakan di seluruh dunia untuk membenarkan kebiadaban seperti rajam, penindasan atas wanita, dan eksekusi pelaku homoseksual. Syariah tidak mendukung kebebasan berbicara, berpikir atau beragama, bahkan tidak mendukung perlakuan sama di hadapan hukum.”

Laporan Center for Security Policy itu, tulis IBD, mengutip sebuah dokumen milik Ikhwanul Muslimin di Amerika Utara tahun 1991, yang memaparkan proses rahasia Islamic settlement ‘kolonisasi Islam’ di AS.

“Rencananya adalah melaksanakan “jihad besar guna menumpas dan menghancurkan peradaban Barat dari dalam dan ‘menyabotase’ rumah-rumahnya yang merana dengan tangan-tangan mereka dan tangan para pengikutnya, sehingga (peradaban Barat) bisa dimusnahkan.” Demikian laporan CSP mengutip dokumen tersebut.

Kemudian IBD menyinggung masalah pembangunan masjid di dekat Ground Zero dan seorang tokoh Muslim penggagasnya.

IBD menulis, Imam Feisal Abdul Rauf, yang akan membangun sebuah masjid diiringi teriakan kemenangan besar Islamofasisme dari kejauhan, yaitu kehancuran World Trade Center, adalah seorang pendukung sengit hukum syariah dan perannya dalam menggerogoti Barat.

Rauf pernah menulis bahwa “jelas sebuah negara Islam akan bisa terwujud lebih dari sekedar satu bentuk atau cetakan. Negara Islam bisa diwujudkan melalui sebuah kerajaan atau demokrasi. Masalah terpenting adalah menetapkan dasar-dasar syariah yang diperlukan untuk memerintah.”

Apakah menjadikan Amerika sebagai sebuah negara Islam merupakan tujuan utamanya? Tanya IBD seraya mengingatkan bahwa Islam akan mengubah wajah Amerika.

IBD lantas menutup editorialnya dengan menyinggung acara buka bersama yang digelar Gedung Putih saat Ramadhan lalu.

Dalam sebuah makan malam iftar di Gedung Putih saat Ramadhan, Presiden Obama mengatakan bahwa Rauf memiliki hak hukum untuk membangun masjidnya, tempat di mana Syariah akan disebarkan dan kaum gay dan lesbian Muslim tidak mendapat tempat. Tapi kita juga punya hak–untuk tetap waspada dan tidak terbuai ke dalam kepuasan atas nama toleransi.

Editorial IBD itu jelas mewakili ketakutan masyarakat Barat atas berkembangnya Islam. [di/cam/ibd/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pertama, Duta Besar UEA untuk Palestina Tak Bermukim di Palestina
Tulisan selanjutnya Yerusalem Diisolasi Tembok Beton Israel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?