Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pakistan Minta AS Bebaskan Ilmuwannya yang Dipenjara

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 September 2010 12:23
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pakistan bertekad memperjuangkan pemulangan seorang ahli syaraf yang dijatuhi hukuman penjara 86 tahun oleh pengadilan Amerika hari Kamis karena mencoba membunuh personil Amerika di Afghanistan.

Berbicara di depan parlemen hari Jumat, Perdana Menteri Yousuf Raza Gilani menyebut Aafia Siddiqui sebagai “puteri bangsa Pakistan” dan menyatakan tekad akan mendesak Amerika agar membebaskannya.

Sebelumnya, warga Pakistan melakukan unjuk rasa di depan Konsulat AS di Karachi, Pakistan, Kamis 23 September 2010 untuk menuntut pembebasan Aafia Siddiqui.

Sebagaimana diketui, pemerintah Amerika Serikat mengakui telah “menculik”  Afia Siddqui  bersama anak-anaknya. Afia  dituduh mencoba membunuh tentara Amerika Serikat. Afia  diculik FBI 4 tahun lalu di Afganistan.

Amerika juga pernah mengaku, anak Afia kini berada di tahanan mereka.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kami menerima surat dari kantor kejaksaan negeri New York selatan, Amerika Serikat, Michael J Gracia, pada Jumat malam, yang mengaku menahan putera tertua Aafia Siddiqui, Ahmed, yang akan berumur 12 tahun pada November,” kata Fauzia, saudara perempuannya, kepada kantor berita Jerman Deutsche Presse-Agentur dpa.

Siddiqui hilang pada 2003 beserta tiga anaknya di kota pelabuhan Karachi, Pakistan selatan, setelah namanya muncul di daftar Amerika Serikat berisi tersangka terkait Al-Qaidah. Tuduhan yang sering dilontaskan AS untuk para aktivis Islam.

Keluarganya menyatakan ia ditangkap badan sandi Pakistan dan diserahkan kepada tentara Amerika Serikat.  Pengadilan New York bulan Februari menyatakan Siddiqui bersalah atas dakwaan berusaha membunuh, menyerang dan dakwaan lain. Jaksa mengatakan, ilmuwan merebut pistol seorang tentara Amerika dan menembak agen-agen FBI ketika ia sedang diinterogasi di Afghanistan tahun 2008. Pengacara Siddiqui berpendapat tidak ada bukti fisik ia menyentuh senjata itu.

Perkara Siddiqui menimbulkan kemarahan umum di Pakistan. Kedua majelis parlemen Pakistan secara bulat memutuskan menuntut pemulangan segera Siddiqui, yang menyandang gelar PhD dari Institut Teknologi Massachusetts.

Hukuman yang efektif seumur hidup itu memicu protes di seluruh Pakistan. Di Karachi, kota terbesar Pakistan dan kota asal Siddiqui, hari Jumat polisi menembakkan gas air mata guna menghentikan perjalanan sekelompok besar demonstran menuju konsulat Amerika. Setidaknya lima demonstran ditangkap. [bbc/hid/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tiap Hari, Kapal Perang Israel Tembaki Kapal Nelayan Palestina
Tulisan selanjutnya Satu dari 5 Gay di Kota-Kota Amerika Mengidap HIV

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang

Berita
5 Juni 2026 05:00
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?