Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Penelitian: Salafi Belanda Tolak Kekerasan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 September 2010 13:46
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Lembaga Studi Migrasi dan Etnik Universitas Amsterdam membuktikan bahwa Muslim yang dikenal sebagai Salafi menentang kekerasan dan menolak menggunakan kekerasan sebagai alat untuk menyebarkan keyakinan mereka.

Masyarakat Barat secara umum mengotak-kotakan Islam ke dalam ortodoks, moderat dan liberal. Salafi selama ini dikenal dan dikategorikan sebagai kelompok Muslim yang ortodoks.

Para peneliti menyimpulkan bahwa Salafi adalah sebuah “gerakan ortodoks biasa”. Pandangan mereka “kaku dan sepihak” tetapi tidak memerangi kehidupan bermasyarakat di Belanda.

Mereka berusaha untuk mendapatkan tempat dalam masyarakat, namun terhambat dengan gaya fanatik dalam keyakinan, sehingga menemui kesulitan dalam dunia kerja dan menempuh pendidikan yang lebih tinggi.

Salafi dikenal sebagai kelompok yang berupaya mengikuti jejak tiga generasi pertama Muslim dan menghindari pembaharuan dalam agama (bid’ah). Mereka cenderung menghindari politik dan banyak ulama Salafi yang berbicara menentang jihad. Demikian tulis Radio Netherlands yang melansir penelitian tersebut (24/9/2010).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Maksud jihad dalam laporan itu adalah tindak kekerasan. Jihad oleh Barat seringkali disalahartikan sebagai perjuangan fisik dengan kekerasan.

Asosiasi dan masjid-masjid Salafi di Belanda sangat aktif berdakwah. Mereka banyak menyelenggarakan ceramah dan kursus yang biasanya disampaikan dalam bahasa Belanda, sehingga banyak menarik minat kaum muda.

Salafi Belanda tidak hanya terdiri dari orang-orang asal Maroko, tetapi juga Muslim keturunan Somalia dan warga asli Belanda.

Pemuda Muslim yang ekstrim, yang tertarik melakukan jihad (dalam pengertian Barat, yaitu tindak kekerasan, ed.), beroperasi di luar organisasi Salafi.

Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil laporan Dinas Intelijen Belanda AIVD yang juga dilansir Radio Netherlands dari NRC Handelsblad pada 18/12/2009 silam, yang menyebutkan bahwa meskipun bertahun-tahun Salafi berkembang pesat di Belanda, namun penganutnya semakin berkurang.

Bukan hanya penyesuaian diri dengan masyarakat yang jadi alasan kemunduran penganut salafisme, ajaran islam yang satu ini juga makin dianggap ekstrim. Alasannya: sejumlah penganut salafisme mengkombinasikan ajaran islam ortodoks mereka dengan aktivitas politik. Setelah beberapa insiden yang bermotif Islam di Belanda – seperti pembunuhan terhadap pembuat film Theo van Gogh – salafisme hampir selalu dianggap identik dengan terorisme. “Lagipula,” tambah seorang peneliti AIVD. “Aliran salafi ini sangat keras menerapkan hukum Islam dalam kehidupan sehari-hari. Itu juga yang membuat peminat dan penganut salafisme berkurang. Apalagi di kalangan anak muda. Mereka rata-rata merasa “belum siap” menjalani islam fanatik semacam salafisme.” Demikian NRC Handelsblad.

Menurut para peneliti dari Universitas Amsterdam, sulit menyebutkan berapa jumlah Salafi yang ada di Belanda, karena seringkali kelompok Muslim yang dikenal ortodoks menolak untuk berpartisipasi dalam jajak pendapat. Para akademisi itu memperkirakan jumlah Muslim ortodoks termasuk di luar kelompok Salafi sekitar 40.000 hingga 65.000. Jumlah itu sekitar 5% dari total Muslim di Belanda. Menurut peneliti kelompok ini “peka terhadap aliran Salafi”. [di/rnw/hidayatullah.com]

 

Foto: Masjid Mevlana di kota Rotterdam. 

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Belandakekerasanold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Infotainment, adalah yang Terbanyak Ditegur KPI
Tulisan selanjutnya Haniyah Dukung Otorita Palestina Tolak Negara Yahudi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?