Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Geert Wilders Ternyata Keturunan Indonesia?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Oktober 2010 13:40
Bagikan
Bagikan

 
Hidayatullah.com—Siapa sangka tokoh ultrakanan dan pemimpin Partai Kebebasan Belanda (PVV) ternyata keturunan Indonesia. Tokoh pembenci Islam yang dinilai berada di balik batalnya kehadiran Presiden SBY ke Belanda, Geerts Wilder diberitakan keturunan Indonesia dengan ibu asal Sukabumi.

Kasak-kasuk ini muncul setelah seorang genealog pernah mengatakan bahwa ia telah menemukan nenek moyang politikus populis dengan ide-ide kontroversialnya yang sangat anti-islam itu. Baru-baru lalu, seorang antropolog bernama Lizzy van Leeuwen menjelaskan bagaimana akar dapat dilihat sebagai kekuatan pendorong di belakang pandangan blak-blakan itu.

Geert Wilders, lahir di Venlo, Provinsi Limnburg, Belanda, sebuah kota di dekat perbatasan Jerman. Anak bungsu dari empat bersaudara itu memeluk Katolik.

Wilders dilahirkan oleh seorang ibu kelahiran Sukabumi, Jawa Barat, yang ketika itu merupakan jajahan Hindia Belanda.  Ayahnya seorang asli Utrecht yang menikah dengan perempuan berdarah campuran Jawa-India-Yahudi. Neneknya, Johanna Ording-Meijer, berasal dari sebuah keluarga Yahudi-Indonesia. Kakeknya hidup terlantar di masa tuanya di Belanda yang akhirnya membuat Wilders sedih.

Van Leeuwen, melakukan riset ke arsip nasional untuk menemukan kisah sedih kakek Wilders. Menurutnya, nenek Wilders, Johan Ording adalah seorang administrator keuangan daerah zaman kolonial Belanda yang mengalami kebangkrutan dan dipecat saat cuti di Belanda pada tahun 1934. Van Leeuwen menunjukkan bahwa Wilders sengaja membalas ketidakadilan yang dilakukan terhadap kakek-neneknya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

September lalu, harian De Groene Amsterdammer menerbitkan artikel yang menyebutkan bahwa Wilders adalah seorang revanchist kultural. Yakni, orang yang membalas dendam karena malu akan asal-usulnya, dalam hal ini asal-usul dari Indonesia. Untuk menutupi darah Timurnya, Wilders bahkan mengecat rambutnya hingga tampak pirang.

Kamis 3 September 2009, mingguan Belanda De Groene Amsterdammer menerbitkan sebuah artikel yang ditulis pakar antropologi Lizzy van Leeuwen mengenainya.

Menurut Van Leeuwen, arah politik yang dijalankan Wilders saat ini sebagian karena darah Indonya.  

Lizzy van Leeuwen melakukan penelitian soal peninggalan politik Hindia Belanda. Hasilnya sebuah buku Ons Indisch Erfgoed. Ia sengaja mengkhususkan diri pada warisan politik Hindia Belanda karena selama ini sangat banyak perhatian atau subsidi diberikan kepada sisi kebudayaan. Hanya sedikit perhatian yang dicurahkan pada aliran politik kalangan Indo. Salah satu contoh yang paling mencolok adalah politikus populis kanan Geert Wilders yang keturunan Indo.  

“Artikel ini menerangkan seberapa jauh Geert Wilders yang berasal dari Venlo dan muncul dalam politik Belanda itu cocok dengan tradisi politik Belanda. Dan saya menyimpulkan bahwa ia cocok dengan tradisi konservatif dan kadang reaksioner yang memang merupakan tradisi orang Indo-Belanda. Dan latarbelakang Indo-nya terutama sesuai dengan berbagai pendapat politiknya. Terutama caranya mempertahankan konservatisme dan upayanya untuk mengucilkan kelompok tertentu. Itu semua berakal dari ciri politik Hindia-Belanda,” ujar Lizzy van Leeuwen.

Ciri-ciri politik warisan Hindia-Belanda ini juga muncul di ajang politik Belanda mulai tahun 1950-an. Namun sayangnya tidak pernah diakui oleh politisi Belanda. Aliran politik kanan menurut Lizzy van Leeuwen juga sangat hidup di Hindia-Belanda dan muncul kembali ketika didirikan partai konservatif VVD termasuk berbagai partai kanan Belanda lainnya. Menurutnya ada banyak contoh artikelnya yang menguatkan hal itu.

Menurut Van Leeuwen banyak orang Belanda keturunan Indo yang menjadi anggota partai kanan kadang “ekstrim kanan”. Atau mendirikan partai semacam itu. Ini juga warisan budaya dan ideologi yang dibawa dari Hindia-Belanda.

“Saya rasa gambaran itu dimulai setelah Perang Dunia Kedua, atau mungkin sebelum perang. Karena di tahun 1930 banyak orang keturunan Indo-Belanda yang konservatif dan tetap ingin tinggal di Hindia Belanda. Karena mereka menganggap itu adalah negeri mereka. Dan sebagai koloni mereka dapat tetap tinggal di sana. Di periode yang sama muncul gerakan nasionalisme di Hindia-Belanda, dan ini menimbulkan ketakutan di kalangan Indo bahwa mereka tidak diterima lagi di Indonesia. Dan itu menimbulkan banyak pendukung partai-partai konservatif,” ujar Lizzy van Leeuwen.

Akibat Frustrasi?

Wilders bahkan pernah mempelopori kampanye melarang orang Indonesia dan warga dari negara Islam untuk tinggal di Belanda.

Jika dia lahir dari rahim ibu asal Indonesia, mengapa ia begitu membenci Islam bahkan Indonesia?

Menurut Lizzy van Leeuwen rambut Wilders yang dicat pirang adalah caranya menutupi latar belakang keluarga. Senada dengan Lizzy, Van Leeuwen mengatakan, gaya rambut adalah langkah cemerlang bagi Wilders untuk menjauhkan dari akar dan kulit Indonesia-nya. Walaupun menurutnya, ini juga mungkin menjadi contoh “pengasingan identias klasik” Indo-nya”. [nrc/rnw/inl/cha/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Terlalu Lama di TV dan Game Berdampak Buruk pada Anak
Tulisan selanjutnya Disumpah, Tokoh Anti-Islam Masuk Kabinet Belanda

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?