Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ribuan Kejahatan Seksual Militer Amerika Tidak Diproses Hukum

Ama Farah
Terakhir diupdate: 15 Maret 2013 10:31 10:31 am
Ama Farah
Dipublikasikan 15 Maret 2013 10:31
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Para anggota parlemen Amerika Serikat naik pitam karena pengadilan militer gagal memproses kasus-kasus kejahatan seksual di lingkungan tentara, yang setiap tahunnya mencapai belasan ribu.

Wakil rakyat Amerika di Senat menggugat pernyataan pakar-pakar hukum militer yang mengatakan pada pertemuan hari Rabu (13/3/2013) bahwa para jenderal seharusnya memiliki kewenangan akhir untuk menentukan vonis yang ditetapkan juri di pengadilan militer, termasuk kewenangan untuk membatalkan vonis dan mengurangi hukuman, sebab hal itu akan menjaga ketertiban dan kedisiplinan dalam tubuh militer.

Setiap tahunnya tidak kurang dari 19.000 kasus kejahatan seksual terjadi di lingkungan militer Amerika Serikat. Namun jumlah kasus yang dibawa ke pengadilan hanya sekitar 240, itu pun masih mungkin dibatalkan keputusannya oleh para komandan tinggi.

“Saya tidak tahu bagaimana anda bisa bilang 19.000 kasus serangan seksual dan pemerkosaan setiap tahun merupakan disiplin dan ketertiban,” kata Kirsten Gilibrand, senator wanita yang memimpin pertemuan itu.

“Hal itu jelas-jelas bertentangan dengan disiplin dan ketertiban,” tegasnya, dikutip Aljazeera (14/3/2013).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Masalah kejahatan seksual di tubuh militer Amerika Serikat kembali mengemuka setelah mencuatnya kasus serangan seksual atas 59 taruna oleh para instruktur mereka di Pangkalan Udara Lackland di Texas. Selain itu ada pula kasus yang melibatkan Letkol James Wilkerson yang berdinas di Pangkalan Udara Avioano di Italia, yang terbukti melakukan serangan seksual tetapi vonisnya dibatalkan dan tidak jadi dipecat oleh komandannya.

Para korban mengatakan kepada senator wakil mereka di parlemen bahwa sistem peradilan militer Amerika Serikat cacat dan kerap membebaskan pelaku kejahatan seksual.

Korban pelapor dikucilkan

Anu Bhagwati mantan anggota korps marinir berpangkat kapten, pendiri Service Women’s Action Network, mengatakan dihadapan Senat bahwa dirinya mengalami diskriminasi dan pelecehan seksual setiap hari saat masih berdinas. Puncaknya, dia justru dipecat dari dinas kemiliteran karena melaporkan komandan yang melakukan serangan seksual terhadapnya.

“Saya menyaksikan banyak laporan pemerkosaan, serangan seksual dan pelecehan seksual yang disembunyikan di bawah karpet oleh sejumlah komandan di lapangan,” kata Baghwati.

“Pelakunya justru dinaikkan pangkatnya atau dipindahkan ke kesatuan lain tanpa mendapatkan hukuman, sementara para korban dituduh berbohong atau melebih-lebihkan pengaduan mereka,” tegasnya.

Menurut catatan Baghwati, kejahatan seksual yang dialami baik oleh prajurit wanita maupun pria yang bertugas di kemiliteran maupun Pentagon mencapai 19.300 kasus pada tahun 2010 saja. Di mana jumlah korban wanita 8.600 orang dan pria 10.700 orang.

Senator Richard Blumenthal mendesak para pengacara Pentagon menanggapi serius masalah kejahatan seksual di militer AS ini, sama seriusnya dengan menanggapi kasus bom di Afghanistan dan Iraq.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Chuck Hagel sudah memerintahan anak buahnya untuk meninjau ulang proses hukum Wilkenson dan melihat kemungkinan amandemen undang-undang yang memberikan kewenangan kepada komandan untuk membatalkan vonis hukum prajuritnya.[Baca berita sebelumnya: Pentagon Perintahkan Kejahatan Seksual Militer Diproses]*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Inilah Karakter yang Harus Dimiliki Para Pendidik!
Tulisan selanjutnya 40 Tahun Kalahkan Roti

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Yordania Gempur Sel Teroris di Suriah Menyusul Serangan atas Gereja di Karak

Berita
27 Oktober 2026 18:26
Kelompok Hacker Handala Bobol Sistem ‘Israel’, Curi 150 GB Dokumen Sensitif
BPJPH Dukung Gen Halal Championship, Siapkan Generasi Penggerak Ekosistem Halal
Memahami Wahyu dan Kenabian: Fondasi Keyakinan Islam di Tengah Tantangan Pemikiran Barat
Menteri Ekstremis Zionis Terobos Masjidil Aqsha Jelang Pemilu ‘Israel’

Terbaru

  • Pintar Saja Tidak Cukup, Ilmu Harus Bersendi Akhlak
  • Korea Selatan Pidanakan Siswa yang Curang dengan Kacamata Pintar
  • Tersangka Penembakan di Pinggiran Paris Menarget Orang Berpenampakan Muslim atau Afrika
  • Akademisi Swedia Dilarang Masuk Inggris Jelang Penampilan Bersama Pendiri Palestine Action
  • LPH Hidayatullah Sambangi BPJPH, Bahas Penguatan Regulasi, Kompetensi dan Integritas Auditor
  • Madinah dan Istana Kepresidenan Yaman Jadi Target Serangan Houthi
  • Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, UBN: Jangan Beri Panggung Pendukung Genosida
  • Meretas untuk Kepentingan Rezim Assad Pria Suriah Divonis 42 Bulan Penjara
  • Pengembangan AI Membuat Investor Alphabet, Amazon, dan Microsoft Khawatir
  • Koalisi Pimpinan Arab Saudi Umumkan Tembak Jatuh Drone Houthi di Mekkah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?