Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Ikapi Diminta Petakan Sistem Perbukuan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 November 2010 09:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Mendiknas Mohammad Nuh bertekad mereformasi sistem perbukuan di Indonesia, karena itu IKAPI sebagai mitra Kementerian Pendidikan Nasional diminta memetakan dengan baik sistem perbukuan itu

“Reformasi dilakukan mulai dari sistem bahan baku, sumber daya intelektual, teknologi hingga distribusinya harus ditata ulang,” katanya saat membuka Kongres Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) ke-17 di Bidakara Hotel Jakarta, Rabu (24/11).

Mendiknas mengharapkan Kongres dapat menghasilkan rumusan yang baik dan jelas sehingga bisa membantu pemerintah yang sedang melakukan reformasi dalam sistim perbukuan di Indonesia.

Dia menekankan bahwa perbukuan bukan menjadi bagian dari kegiatan bisnis kelompok tertentu, tetapi semua orang dapat ambil bagian dari usaha bisnis maupun usaha mencerdaskan anak bangsa.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Jika dalam sistem bisnis perbukuan ada faktor ketidakadilan, maka buku yang bagus tidak akan menjadi oksigen dalam volume yang besar. “Mari kita tata ranah bisnis karena kita tidak ingin oksigen itu dimonopoli oleh perusahaan tertentu,” ujarnya.

Menteri menangkap adanya keruwetan dalam sistem perbukuan. Jika diurut dari sumber ilmunya atau si pemikir yang menulis buku hingga ke ujungnya, yaitu di tangan pembaca, mata rantai perbukuan sangat panjang.

Menurut dia, sumbatan ada di mana-mana dan salah satu keruwetan yang dihadapi dalam dunia perbukuan adalah menyangkut kebijakan yang tidak ada hubungannya langsung dengan dunia buku. Namun kebijakan ini jelas sangat berpengaruh dalam pengadaan buku, seperti kebijakan dalam pengadaan bahan baku kertas.

Untuk hal ini, menurut Menteri, sebagai pengguna bahan baku yang mutlak, dalam hal ini kertas, salah satu pilihan adalah dengan menggunakan pendekatan-pendekatan atau affirmative dengan pihak terkait lainnya.

Selain itu, yang termasuk ruwet adalah menyangkut sumber atau intelectual resources yang akan melahirkan karya atau buku. Intelectual resources ini haruslah dibina. Begitu juga dengan teknologi dan ranah bisnisnya.

Jadi, jelas bahwa buku adalah domain publik sehingga siapa saja bisa memproduksinya. Apalagi buku tidak lagi sebagai suplemen, tetapi sudah merupakan kebutuhan untuk hidup dalam masyarakat sehingga harus diberikan kemudahan-kemudahan untuk mendapatkannya.

Sementara itu karena urusan perbukuan adalah urusan lintassektoral dan banyak pemangku kepentingan terlibat, maka semua pihak harus peduli.

Mendiknas berharap usai Kongres dan menetapkan Ketua Umum Baru, maka pengurus IKAPI memberikan hasil rumusan dari Kongres ke-17 ini untuk dijadikan masukan dalam membuat kebijakan dan dalam melakukan reformasi sistem perbukuan di Indonesia

Ketua Umum IKAPI Setia Dharma Madjid menyarankan agar buku diberikan gratis kepada siswa, setelah pemerintah membelinya. Kebijakan buku pelajaran dapat dihitung antara APBN dan APBD Provinsi/Kabupaten/Kota. “Satu anak satu buku,” katanya.

Dharma menyebutkan, saat ini terdapat 50 juta siswa dan jika dalam satu tahun kebutuhan belanja buku per siswa Rp 300 ribu, maka dibutuhkan dana Rp 15 triliun untuk buku pelajaran yang berlaku selama lima tahun.

Setia Dharma mengatakan, dana buku untuk mencerdaskan anak bangsa itu tidak besar sehingga guru-guru tidak usah menagih ke orang tua untuk membeli buku. Kalau buku masih diperdagangkan di sekolah akan timbul hal-hal negatif. [BI/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Uskup Dibebastugaskan Setelah Meramal Willliam-Kate
Tulisan selanjutnya Permadi: Isu Terorisme Masalah Politik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Ahmad, yang berusia 10 bulan, sedang dirawat di Rumah Sakit Pemerintah Rafic Hariri di Beirut setelah terluka dalam serangan udara Israel di dekat rumahnya di Beirut selatan pada 8 April 2026.
Berita

Zionis Terus Targetkan Anak, Serangan ‘Israel’ di Lebanon Tewaskan Hampir 800

Berita
8 September 2026 12:57
Delapan Negara Muslim Kompak Kecam Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
Promosi Adidas Gandeng IDF, MUI: Waspada Propaganda Zionis, Perkuat Boikot!
Sanksi Inggris Hanya Menarget Pemukiman Ilegal ‘Israel’, Bukan Zionis
Al-Azhar Kecam Aksi Penistaan Al-Quran di Gereja New York

Terbaru

  • Amerika Minta Libanon Formulasikan Rencana Perlucutan Senjata Hizbullah
  • Pengisi Utama Pro-Israel, Artis Portugal Berbondong-Bondong Tinggalkan Festival Lisbon
  • Promosi Adidas Gandeng IDF, MUI: Waspada Propaganda Zionis, Perkuat Boikot!
  • Penasihat Trump Khawatir Perang Iran Berlangsung Bertahun-tahun
  • Warga Thailand Demo Kedutaan ‘Israel’, Protes Kelakuan Wisatawan Zionis
  • Trump Diam soal Sanksi Inggris terhadap Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Serangan Iran ke Pangkalan Yordania Dilaporkan Rusak Sejumlah Jet Tempur AS
  • Silver Economy, Cara Turki Hadapi Naiknya Populasi Lansia
  • Negara-Negara Muslim Sambut Keputusan 12 Negara Barat Mensanksi ‘Israel’
  • Balas Sanksi terhadap Permukiman Ilegalnya, ‘Israel’ Ancam Tutup Konsulat Inggris

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?