Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Redenominasi Tidak Mampu Menghindari Inflasi

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 25 Januari 2011 16:32
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Upaya Bank Indonesia untuk melakukan penyederhanaan rupiah (redenominasi) dianggap sebagai teknik mengelabui masyarakat terhadap inflasi. Pernyataanl ini dikatakan oleh Zaim Saidi, penggiat Dinar Dirham sekaligus Direktur Utama Wakala Induk Nusantara (WIN). 

“Redenominasi itu kan hanya pengelabuan saja agar secara psikologis masyarakat tidak lagi memahami inflasi kronis yang saat ini kita alami,” jelas Zaim kepada hidayatullah.com, Selasa (25/1) siang.

Upaya redenominasi ini, kata Zaim, adalah salah satu cara meredam masyarakat agar tidak bergejolak karena tingginya inflasi.

“Kan oleh masyarakat dianggap tidak bagus bila BI menerbitkan satuan uang Rp.1.000.000. Redenominasi itu ibarat obat bius. Inflasinya ditutupi, pemiskinannya dikaburkan,” kata Zaim.

Zaim menilai redenominasi tak akan mampu menghindari tingginya inflasi di Indonesia. Redenominasi hanya menutupi inflasi.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Ia mencontohkan redenominasi yang juga pernah terjadi di Indonesia diera Presiden Soekarno. Ketika itu Rp 1.000 dibuang 3 nolnya sehingga jadi Rp 1.  Tak lama kemudian muncul uang Rp 1.000,  lalu Rp 5000 dan terakhir Rp 100.000.

Bila rencana ini tetap  dilaksanakan Zaim mengkhawatirkan bila nasib yang sama kembali terulang di masa akan datang. Sebab, dalam waktu dekat harga-harga bakal naik, kenaikannya bakal lebih tinggi. Akhirnya, dalam waktu yang tak lama muncul lagi uang dalam satuan besar.

Proyek redenominasi ini, lanjut Zaim, diyakini bakal mengeluarkan anggaran hingga triliuan rupiah. Dana ini akan digunakan untuk cetak uang baru maupun perubahan administrasi.

“Semua jenis administrasi juga  bakal diganti dari hal yang kecil-kecil, Seperti buku bon, brosur, dan lainnya. Yang terkait dengan manajemen keuangan pasti mengalami perubahan. Belum lagi biaya sosialisasi dan bayar konsultan,” terang Zaim.

Zaim menduga bila redenominasi ini merupakan upaya pencitraan yang dilakukan pemerintah. Harapannya rupiah dapat bersaing dengan mata uang asing.

“1 dolar AS sama dengan Rp 9. Wah, hebat kan?! Begitu nanti pemerintah dan BI bisa  berdali,” tandasnya.

Agar terhindar dari badai inflasi, Zaim meminta agar masyarakat mau beralih menggunakan dinar-dirham dalam melakukan transaksi. Dinar-dirham merupakan alat tukar yang terbebas dari inflasi karena nilai intrinsiknya berupa emas dan perak.*

                                                                                                                                                             

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya UIKA Bogor Buka Magister Pendidikan Keluarga Sakinah
Tulisan selanjutnya Vatikan Siap Lanjutkan Dialog dengan Umat Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?