Hidayatullah.com—Seperti halnya di Indonesia, Ahmadiyah di Belanda juga memiliki komunitas dan tempat ibadah.
Semenjak didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad pada 1889. Tidak lama kemudian aliran ini pecah dua. Yang satunya disebut Ahmadiyah Qadiani dan yang lainnya Ahmadiyah Lahore.
Ahmadiyah Qadiani menganggap Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi. Setidaknya ini pendapat mayoritas Muslim terhadap golongan ini. Sementara Ahmadiyah Lahore menganggap Mirza sebagai mujaddid (pembaharu). Dua kelompok ini juga mempunyai pengikut dan perwakilan di Belanda, demikian hasil riset Radio Nederland Belanda baru-baru ini.
Qadiani
Ahmadiyya Moslims Djamaat Nederland atau Jemaat Muslim Ahmadiyah Belanda adalah nama resmi perkumpulan Ahmadiyah ” Qadiani” di Belanda. Menurut situs mereka yaitu www.islamnu.nl kegiatan aliran yang didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad ini sudah mulai pada tahun dua puluhan abad lalu.
Setelah Perang Dunia Kedua (PD II) para muballig Ahmadiyah mulai giat menyebarkan Islam di Barat, termasuk ke Belanda.
Secara organisatoris Ahmadiyya Moslim Djamaat mulai muncul pada 1947. Pada 1955 masyarakat Ahmadiyah mendirikan sebuah masjid di Oostduinlaan 79 Den Haag. Namanya Masjid Mobarak dan merupakan masjid pertama di negeri kincir angin ini.
Batu pertamanya diletakkan oleh Muhammad Zafrullah Khan, mantan menlu Pakistan pada saat itu. Ketika itu ia menjabat Presiden Mahkamah Internasional di Den Haag. Menurut wikipedia berbahasa Belanda, kelompok Ahmadiyah ini menganggap Mirza Ghulam Ahmad seorang nabi. Dengan demikian mereka bisa digolongkan pada Ahmadiyah Qadiani.
Selain Ahmadiyya Moslims Djamaat di Belanda ada juga Ahmadiyah Lahore. Nama resminya dalam bahasa Belanda adalah Ahmadiyya Anjuman Isha’at Islam (Lahore) Nederland (AAIILN). Organisasi ini bisa disebut cabang dari Uni Organisasi Muslim Ahmadiyah Lahore atau dalam bahasa Belandanya Unie van Lahore Ahmadiyya Moslim Organisaties in Nederland (ULAMON).
Ahmadiyah Lahore Belanda ini mempunyai berbagai ranting di berbagai kota-kota besar, seperti Amsterdam, Rotterdam dan lain-lain. Kantor pusatnya di Kruggerlaan, Den Haag. Di Amsterdam mereka memiliki masjid atau mushollah di Gerard Doustraat 70.
Di kota-kota lain mereka juga memiliki masjid atau lebih tepat kalau disebut ruang sholat. Para anggota Ahmadiyah Lahore di Belanda sebagian besar terdiri dari masyarakat Suriname dan warga Belanda asli.
Ada beberapa organisasi Islam di Belanda yang tidak menyukai keberadaan Ahmadiyah, tapi ada juga yang tidak mempermasalahkannya. Pemerintah Belanda bersikap netral. Bagi pemerintah Belanda, semua organisasi yang didirikan sesuai aturan, berhak hidup. Di Contact Orgaan Moslims en Overheid (CMO), sebuah badan yang memayungi berbagai organisasi Islam di Belanda, Ahmadiyah juga diwakili.*