Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Abutalib: Potret Kesuksesan Imigran Muslim Maroko

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 16 April 2011 11:05
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Ia adalah sosok yang mencerminkan kontradiksi imigran Maroko sukses di negeri yang berada dalam cengkeraman politik anti-Islam. Pria itu adalah walikota Rotterdam, pelabuhan terbesar Eropa dan salah satu yang tersibuk di dunia. Dia juga seorang Muslim keturunan Maroko.  Namanya Ahmad Abutalib.

“Sebagai seorang Muslim dan anak imigran Maroko, saya senang bisa ambil bagian dalam pemerintahan negeri ini. Saya sangat menghargai kesempatan ini. Saya bangga hal ini bisa terwujud di Belanda. Dan saya bangga orang Belanda mempercayai saya,” demikian Abutalib dalam wawancara dengan harian Belanda de Volkskrant.

Masa kecil Abutalib dihabiskan di pegununan Rif yang keras di Maroko utara. Di rumah keluarga mereka di desa Beni Sidel, tidak ada listrik dan tidak air bersih. Ketika Ahmed masih anak-anak, ayahnya – seorang imam – beremigrasi ke Belanda untuk mencari pekerjaan dan menafkahi keluarga. Mereka menyusul ayah, ketika Ahmeda 15 tahun.

Pembunuhan Van Gogh

Abutalib mengambil studi telekomunikasi di Den Haag. Setelah lulus, dia bekerja sebagai reporter sebuah stasiun radio nasional. Di tahun 1998 dia diangkat sebagai direktur institut riset Forum, yang memusatkan perhatian pada isu multikulturalisme di Belanda.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Karir politiknya berawal Januari 2004, ketika Abutalib menjadi anggota dewan kota Amsterdam dari Partai Buruh PvdA. Dia terkenal akan upayanya meredam ketegangan etnis menyusul pembunuhan sutradara Theo van Gogh pada November 2004 oleh seorang Islam.

Setelah pembunuhan, Abutalib sendiri menerima sejumlah ancaman akibat kebijakan integrasinya di Amsterdam. Abutalib sempat sembunyi dan tidak akan meninggalkan rumah tanpa pengawal. Tapi dia tetap gigih mempertahankan kebijakan integrasinya dan pelan-pelan mulai dikenal di tingkat nasional.

Perlawanan Keras

Transisi Abutalib ke tingkat pemerintahan nasional berawal dengan jabatan Wakil Menteri Urusan Sosial dan Tenaga Kerja. Lonjakan karir berikutnya adalah ketika Abutalib diangkat sebagai wali kota Rotterdam di tahun 2009. Menurut sistem Belanda, wali kota tidak dipilih, melainkan ditunjuk pemerintah.

Awalnya Abutalib mendapat perlawanan keras dari politisi yang diasosiasikan dengan partai anti-Islam PVV. Dia juga dikritik bekas pengikut Pim Fortuyn, seorang politikus populis yang menganut kebijakan anti-imigrasi yang terbunuh tahun 2002. Fortuyn berasal dari Rotterdam.

Tapi pada akhirnya, bahkan para pengkritik Abutalib pun menerima pengangkatan dirinya sebagai wali kota Rotterdam.

Bocah Maroko Miskin

Warga Maroko mengatakan Abutalib benar-benar peduli dengan kebutuhan mereka. Misalnya ketika para pemilik toko mengeluh soal intimidasi dan meningkatnya pencurian, Abutalib sendiri turun tangan mengadakan penyelidikan.

Pada generasi muda Rotterdam, Abutalib menekankan pentingnya pendidikan sebagai alat pemberantas kejahatan. Sebagai seorang yang menghabiskan masa kecil di desa miskin Maroko dan tumbuh jadi warga Belanda yang punya karir mengagumkan, sosok Abutalib sangat pas untuk menginspirasi kawula muda dari keluarga imigran untuk sukses.

Sebelumnya, ia keberadaannya  selalu dipantau dengan pandangan tajam dan negatif. Pengangkatannya menjadi Walikota begitu kontroversial. Ini karena menyangkut tentang kepercayaan dan asal-usulnya.

“Saya terkadang punya perasaan bahwa ada harapan terhadap diri saya yang di atas kemampuan manusia. Itu tidak adil,” ujarnya dikutip Radio Nedherland. “Kritik seperti; ia datang dari Amsterdam. Hal itu sudah tentu merupakan kritik yang tidak bisa dibantah. Bahwa saya ini Muslim juga tak bisa dibantah,” tambah Ahmed Abutalib suatu ketika.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kiriman Amplop Itu Datang Bertubi-tubi
Tulisan selanjutnya Awas, Acara TV Memaksa Anak Lebih Dewasa Sebelum Usianya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?