Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Awas, Acara TV Memaksa Anak Lebih Dewasa Sebelum Usianya

Ahmad
Terakhir diupdate: 16 April 2011 11:39 11:39 am
Ahmad
Dipublikasikan 16 April 2011 11:39
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Apakah anak Anda tahu banyak soal seks dan hubungan asmara dibandingkan pelajarannya di sekolah? Jika demikian bisa jadi anak Anda banyak menyaksikan acara dewasa. Semakin banyaknya iklan yang provokatif dan terlalu banyaknya tayangan dewasa di televisi dapat mendewasakan anak-anak lebih dini.

Survei yang dilakukan oleh pengawas Inggris, Advertising Standards Authority (ASA) untuk Departemen Pendidikan, menemukan bahwa sekitar sembilan dari sepuluh orangtua percaya bahwa anak-anak berada di bawah tekanan untuk bertindak lebih dewasa dibandingkan diri mereka sendiri. Hal ini disebabkan acara yang vulgar, serta iklan-iklan eksplisit yang ditayangkan di TV.

Para peneliti mencatat bahwa acara TV dan iklan berbau seks dan penampilan yang senonoh memaksa anak-anak menjadi “dewasa sebelum usia.”

Dalam jajak pendapat, sembilan dari setiap 10 orangtua Inggris mengatakan anak-anak mereka tumbuh terlalu dini, dan hampir separuh mengaku tak bahagia dengan TV, demikian survei menunjukkan.

Menurut penelitian, hampir 50 persen orangtua mengatakan waktu tayang yang merupakan sebuah kebijakan untuk melindungi anak-anak dari konten dewasa, tidak lagi berlaku. Sementara 41 persen mengaku bahwa mereka melihat acara televisi yang berisi hal-hal cabul yang mereka anggap tidak pantas untuk dilihat anak-anak ditayangkan dalam waktu tayang anak-anak. Dan, 40 persen mengatakan mereka telah melihat papan iklan yang tidak boleh dilihat anak-anak.

Baca Juga

Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru
Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

Reg Bailey, yang saat ini mengkaji komersialisasi dan seksualisasi masa kanak-kanak, mengatakan, saat ini orangtua lebih khawatir dengan pengalaman anak-anak dalam sehari-hari.

“Orangtua mengatakan kepada kita dengan tegas bahwa mereka khawatir tentang tekanan pada anak-anak yang tumbuh terlalu cepat. Hal ini jelas bahwa kekhawatiran bukan dari kepanikan moral tetapi dari pengalaman sehari-hari mereka,” jelasnya.

Sementara itu, dalam sebuah penelitian serupa yang dilakukan oleh Universitas London pada tahun 2003 menunjukkan bahwa 68 persen anak-anak mencari informasi seks dari media, 66 persen bertanya kepada ibu mereka, dan hanya 34 persen anak-anak berkonsultasi dengan ayah mereka tentang hal-hal yang berbau seksual. Para peneliti mencatat kebanyakan anak-anak mengaku menikmati pengetahuan secara mutlak mulai usia 11 tahun.

Temuan Reg Bailey ini setidaknya menunjukkan keluhan orangtua di Inggris atas dampak berbagai tayangan dan iklan di TV.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Abutalib: Potret Kesuksesan Imigran Muslim Maroko
Tulisan selanjutnya Disangka Wanita Muslim, Biarawati Diusir dari Pesawat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Berita
14 Juli 2026 21:00
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Kesehatan

Studi: Setiap Batang Rokok Merampas 20 Menit Kehidupan Perokok

5 Januari 2025 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?