Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Rusia: NATO Langgar Mandat PBB di Libya

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 20 April 2011 18:26
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Rusia hari Selasa (19/4) menegaskan bahwa upaya negara-negara Barat untuk menjatuhkan Muammar Qadhafi berarti melanggar mandat resolusi PBB atas Libya, yang hanya memberi wewenang pasukan asing untuk melindungi warga sipil.

“(Resolusi) Dewan Keamanan PBB tidak pernah diarahkan untuk menggulingkan rezim Libya,” kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, saat mengunjungi Beograd.

“Semua yang sekarang ini menggunakan resolusi PBB itu untuk tujuan tersebut berarti melanggar mandat PBB,” tegas Lavrov.

Oleh karena posisi negara-negara Barat demikian itu, maka kelompok pemberontak Libya menolak negosiasi gencatan senjata. Para pemberontak justru mengharapkan bantuan pasukan Barat untuk mengalahkan pendukung Muammar Qadhafi.

Lebih lanjut Lavrov mengatakan, hal itu tidak mustahil menjalar ke Yaman, di mana kelompok oposisi juga ingin menggulingkan Presiden Ali Abdullah Saleh.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Semua pihak yang bertanggungjawab, terutama anggota Dewan Keamanan PBB, harus tidak memilih konflik, melainkan dialog,” lanjut Lavrov.

Amerika Serikat menyerahkan kepemimpinan serangan udara atas Libya kepada NATO pada 31 Maret.

Rusia memilih untuk abstain daripada menggunakan hak veto saat dewan Keamanan PBB melakukan voting guna memutuskan ditetapkannya zona larangan terbang atas Libya dan diizinkannya serangan udara oleh pasukan asing untuk melidungi warga sipil Libya dari serangan pendukung Qadhafi.

Kenyataannya, serangan-serangan udara pasukan Barat justru merenggut nyawa warga sipil Libya. Dan hari Selasa (19/4) Inggris bahakan memutuskan untuk mengirim tentara seniornya untuk mengajari kelompok pemberontak cara berperang. Baca berita sebelumnya Inggris Akan Ajari Pemberontak Libya Cara Perang.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hukuman Pelecehan Seksual di Beberapa Negara
Tulisan selanjutnya Usulan Simbol Islam Lambang Negara Ditolak Mufti Rusia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Berita
13 Juli 2026 16:30
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?