Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Ratko Mladic “Tuhan Serbia” Penjagal Muslim Bosnia (Bagian 1)

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 6 Juni 2011 14:05
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–“Bakar otak mereka!” teriak Ratko Mladic memberikan komando kepada pasukan Serbia yang menyerbu Sarajevo, ibukota Bosni-Herzegovina, saat perang sipil antara etnis Bosnia dan Serbia pecahan dari negara Yugoslavia berkecamuk tahun 1992-1995.

Jenderal Serbia itu kini mendekam dalam tahanan di penjara Schevenigen yang dijaga ketat, setelah ditangkap pemerintah Serbia pada Kamis (26/5/2011) di desa Lazarevo sebelah utara Beograd, untuk diadili di Mahkamah Kejahatan Internasional di Den Haag, Belanda.

Ratko Mladic didakwa menjadi dalang pembunuhan tidak kurang dari 8.000 pria dan anak laki-laki Muslim di Srebrenica pada tahun 1995, serta melakukan kejahatan perang selama perang sipil di wilayah Balkan itu.

Pria bermata biru dengan tatapan bengis itu sempat mengajukan banding ke pengadilan di Beograd agar tidak diekstradisi ke Den Haag, dengan alasan sakit sehingga tidak layak diadili Mahkamah Kejahatan Internasional. Namun berdasarkan bukti pemeriksaan dokter, pengadilan tidak mengabulkan tuntutan Mladic dan dalam waktu beberapa jam kemudian pria tambun yang semakin menua itu dikirim ke Den Haag dengan pesawat jet milik pemerintah Serbia.

Saat dihadapkan di muka sidang pengadilan Jum’at (03/5/2011), mantan panglima pasukan Serbia-Bosnia itu dengan pongah menyebut dakwaan yang ditujukan kepadanya berupa genosida, penganiayaan, pemusnahan, pembunuhan, pengusiran, tindak-tindakan tidak manusiawi, teror, deportasi dan penyanderaan berkaitan dengan tuduhan bahwa dia berperan dalam rencana untuk mewujudkan ”pembersihan atau pengusiran selamanya” warga muslim dari banyak bagian Bosnia untuk mendirikan ”Serbia Raya”, sebagai dakwaan yang “obnoxious”,  menjijikkan.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

“Saya membela negara dan rakyat saya,” kata Mladic berulang-ulang dengan congkaknya.

Ratko Mladic bersama dua petinggi Serbia lain, Slobodan Milosevic dan Radovan Karadzic, adalah para perancang perancang perang di mana Serbia membunuh, menyiksa, memperkosa dan berusaha membersihkan etnis Slavia yang beragama Islam di wilayah Bosnia — yang dikenal sebagai orang-orang Bosniak — sepanjang perang tahun 1992-1995.

Sebelum pecah di awal 1990, Yugoslavia (yang artinya Slavia Selatan) merupakan negara federasi beribukota Beograd, yang terdiri dari Serbia, Kroasia, Slovenia, Bosnia-Herzegovina, Montenegro, Republik Makedonia, serta dua wilayah otonom di bawah kekuasaan Serbia, yaitu Kosovo dan Vojvodina.

Serbia adalah salah satu kelompok etnis orang-orang Slavia yang tinggal di sebelah selatan semenanjung Balkan. Jumlah orang Slavia dari etnis Serbia dan adalah yang paling banyak, lebih dari 10 juta jiwa. Sebagian besar dari mereka (>80%) menganut ajaran Kristen Orthodoks (mayoritas), Katolik Roma dan Protestan. Sebagai mayoritas, orang-orang Serbia tinggal tersebar di semua wilayah negara yang dikenal dengan Yugoslavia.

Berbeda dengan daerah dan etnis lain di kawasan itu yang didominasi Kristen, orang-orang etnis Bosnia kebanyakan menganut agama Islam (sunni).

Ratko Mladic, Slobodan Milosevic dan Radovan Karadzic –semuanya berasal dari etnis Serbia– menyebut apa yang mereka lakukan sebagai pembalasan oleh Serbia atas kaum Muslim yang menguasai wilayah mereka pada zaman Turki Utsmani selama 500 tahun. * (bersambung)

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Muslimold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wahai Saudariku, Kenapa Engkau Berpakaian Tapi Telanjang?
Tulisan selanjutnya JAT Bantah Pelaku Penembakan di Palu adalah Anggotanya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?