Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Qadhafi Tak Ciut Nyali Meski Diserang Bertubi-tubi

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 9 Juni 2011 08:52
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Gelombang serangan udara pasukan NATO kembali menghujani Kota Tripoli pada Selasa malam (7/6) hingga dini hari kemarin (8/6). Gempuran bertubi-tubi di pusat pemerintahan rezim yang berkuasa di Libya tersebut memberikan tekanan makin kuat terhadap sang pemimpin, Muammar Qadhafi.

Tetapi, Qadhafi tak ciut nyali. Tokoh yang telah berkuasa selama 42 tahun itu menegaskan tidak akan menyerah, meski serangan NATO sangat dekat mengarah kepada dirinya.

Rangkaian ledakan keras terdengar di dekat kompleks kediaman Qadhafi di kawasan Bab al-Aziziya, Tripoli, pukul 01.45 waktu setempat kemarin. Sesaat kemudian, sejumlah ledakan bom yang jauh lebih dahsyat kembali mengguncang ibu kota. Pengeboman jet tempur NATO atas ibu kota tersebut merupakan yang paling dahsyat dalam beberapa pekan terakhir. Tercatat sedikitnya 60 serangan bom menghujani Tripoli dan menewaskan 31 orang.

Yang menjadi target utama adalah halaman kediaman Qadhafi yang terus diserang oleh jet tempur pasukan koalisi internasional sejak 19 Maret. Akibatnya, hampir semua bangunan di kompleks Bab al-Aziziya rata dengan tanah.

Dalam sebuah pesan yang disiarkan televisi pada Selasa malam, Qadhafi menyatakan bahwa dirinya hampir terkena serangan NATO itu. Namun, dia menyatakan tetap akan melawan dan meminta rakyatnya terus berjuang.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Meski dihujani bom, kami tidak akan menyerah,” seru Qadhafi dalam siaran televisi selama sembilan menit itu. “Saya dekat sekali dengan serangan bom itu dan nyaris kena, tetapi saya tetap melawan,” tegasnya.

“Kami hanya punya satu pilihan. Bertahan di negeri kami sampai akhir hayat. (Dalam keadaan) mati, hidup, menang, atau apa pun kondisinya. Yang jelas, kami tidak akan meninggalkan negeri kami atau menjualnya. Kami tidak akan tunduk (kepada asing),” papar Qadhafi.

Sesaat setelah rekaman suara itu disiarkan, serangan udara dengan intensitas yang lebih tinggi mengguncang ibu kota Libya. Serangan tersebut adalah kelanjutan dari pengeboman yang dilancarkan sepanjang hari sebelumnya.

Sejumlah wartawan diajak menyusuri lokasi kerusakan akibat serangan udara NATO itu. Mereka pun menemukan jenazah terbalut bendera nasional yang bernuansa hijau. Juru bicara pemerintah Mussa Ibrahim yang mendampingi wartawan menyatakan bahwa jenazah itu adalah salah seorang korban serangan NATO.

Seorang pejabat di kementerian informasi menyatakan, sedikitnya enam bom menarget halaman kompleks Bab al-Aziziya. Sementara itu, delapan bom lainnya menerjang sejumlah barak militer di seberang kompleks kediaman Qadhafi tersebut.

Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan bahwa target yang dibidik serangan bom tersebut termasuk markas polisi rahasia di jantung Tripoli dan instalasi militer utama di pinggiran ibu kota.

Meski Qadhafi masih mengontrol sebagian besar Libya Barat, termasuk Tripoli, NATO mengklaim kejatuhan rezim di negeri itu hanya tinggal menunggu waktu. Tekanan akan ditingkatkan dengan serangan udara setiap hari ke Tripoli. Tujuannya memperpendek target waktu pelengseran Qadhafi.

Dari Washington dilaporkan bahwa setelah bertemu Kanselir Jerman Angela Merkel, Presiden Barack Obama menyatakan, tekanan kepada Kadhafi akan terus ditingkatkan sampai dia mengundurkan diri. “(Posisi) kanselir (Merkel) dan saya sudah jelas bahwa Qadhafi harus mundur dan menyerahkan kekuasaan kepada rakyat Libya,” tegasnya.

Sementara itu, pada pertemuan setingkat menteri NATO di Brussels, organisasi tersebut menekankan kepada para anggotanya agar meningkatkan kontribusi mereka dalam perang udara di Libya. Peningkatan intensitas serangan itu dimaksudkan untuk segera melengserkan Qadhafi.

Dalam pertemuan dua hari itu, Pakta Pertahanan Atlantik Utara tersebut sekaligus membicarakan perkembangan 10 tahun perang di Afghanistan. Pertemuan juga dirangkai dengan diskusi pertahanan rudal untuk Eropa dengan menteri pertahanan Rusia.

NATO dan Amerika dikecam banyak pihak karena melakukan intervensi politik di Libya. Intervensi Barat ini dinilai karena ada kepentingan minyak.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Badai Matahari Bisa Ganggu Satelit Komunikasi di Bumi
Tulisan selanjutnya Siaran Radio Asing Untungkan Kaum Gay Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?