Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pendeta Ajak Bangkit Hadapi Perkawinan Homo

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 29 Juni 2011 12:41
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Kemenangan perkawinan Homo di New York baru-baru ini sepertinya membuat mereka menjadi pemenang, tapi sesungguhnya tidak demikian. Demikian ungkap seorang pendeta di Washington yang khusus memperhatikan tentang perkawinan sesama jenis ini.

Perkawinan sesama jenis itu tidak akan pernah menang jika saja rakyat diijinkan untuk melakukan voting, kata Dr. Ken Hutcherson, pendeta yang sekarang melayani di Gereja Alkitab Antiokia di Kirkland, Washington tersebut.

Ada 30 negara yang sudah membuat konstitusi bahwa hanya perkawinan seorang pria dan seorang wanita yang dilegalkan. Tidak ada satupun negara yang melegalkan perkawinan sesama jenis jika melalui voting, keenam negara bagian dan sebuah distrik Kolombia melegalkannya karena melalui pengadilan atau badan legislatif negara. Namun Hutcherson sendiri tidak begitu kuatir tentang perkembangan ini, sekalipun dia juga memberikan penekanan khusus.

“Gereja perlu bangun karena dunia sedang melakukan apa yang dunia lakukan, dan sinar mereka saat ini terang,” katanya. “Ini saatnya gereja memperbaharui diri. Seorang tentara tidak dapat menang jika mereka berpikir bahwa musuh lebih kuat daripada mereka dan kemudian mereka akan mundur. Tapi kita punya kekuatan yang paling luar biasa, yang paling kuat di Amerika Serikat, dimana umat Kristen harus mulai bangkit.”

“Perkawinan sesama jenis tidak akan menang jika gereja kembali memperbaharui diri” katanya. “Kita harus menghadapi kenyataan bahwa pendeta maupun jemaat yang ada harusnya malu dengan pengetahuan mereka yang kurang mengenai kebenaran Kristus,” katanya sebagaimana dikutip Christianpost.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

 Karena itu, gereja dianggap gagal untuk berbicara mengenai kebenaran sehingga hal seperti ini terjadi. Bukan badan legislatif, tetapi gereja yang menyebabkan pekerjaan Tuhan berhenti. Tentu ini tamparan yang berat buat umat Kristen di seluruh dunia.

Pengakuan lagi

Sebagaimana diketahui sebelumnya,  Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) telah mengesahkan resolusi yang mendukung hak-hak kaum homo, lesbian, dan transgender.

Menurut kantor berita Associated Press, keputusan PBB atas dukungan hak-hak kaum homoseks dan transgender itu berlangsung dalam sidang Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) di Jenewa, Swiss, Jumat (17/06/2011) waktu setempat.

Resolusi itu disahkan melalui pemungutan suara para anggota dewan, yaitu 23 mendukung, 19 menolak, tiga abstain, dan dua lainnya tidak menggunakan hak suara.

Para pendukung resolusi ini adalah negara Barat dan Eropa. Meliputi; Amerika, Uni Eropa, Brazil, dan sejumlah negara Amerika Latin lainnya. Sedang penentang di antaranya Rusia,  China dan Negara Islam meliputi Arab Saudi, Nigeria, dan Pakistan. Sedang Burkina Faso dan Zambia pilih abstain. Kyrgyzstan tidak ikut voting dan Libya sudah diskors dari keanggotaan Dewan HAM.

Setelah pengakuan PBB ini, kaum gay sedang mendesak bahwa orientasi seks yang dimilikinya diakui sebagai sebuah kewajaran, bukan suatu kelainan.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tertawa Baik untuk Otak
Tulisan selanjutnya Eropa Kembali Kuasai IMF

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?