Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Internet Bikin Otak Remaja Rusak

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 17 Juli 2011 15:55
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Terlalu banyak menggunakan internet menyebabkan sebagian otak remaja terbuang percuma, begitu menurut hasil penelitian terbaru.

Ilmuwan menemukan tanda-tanda atrofi (penyusutan) materi abu-abu dalam otak pecandu internet yang semakin buruk dari waktu ke waktu. Hal ini dapat mempengaruhi daya konsentrasi dan memori, demikian pula kemampuan untuk mengambil keputusan dan menetapkan tujuan (cita-cita). Di samping itu bisa mengurangi kemampuan mereka untuk mengendalikan (membatasi) diri, sehingga menyebabkan perilaku yang tidak pantas.

Peneliti memindai otak 18 mahasiswa universitas berusia 19 tahun dengan MRI, yang menghabiskan waktu bermain game online 8 hingga 13 jam sehari 6 hari seminggu.

Keadaan otak mereka dibandingkan dengan otak kelompok kontrol yang terdiri dari 18 mahasiswa yang menggunakan internet kurang dari dua jam sehari.

Serangkaian pemotretan MRI menyoroti materi abu-abu pada permukaan otak yang berkerut atau cortex — tempat memori, emosi, percakapan, penglihatan, pendengaran dan gerak motorik dikontrol.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Dengan membandingkan hasil kedua kelompok ditemukan, atrofi terjadi di sebagian kecil pecandu internet. Hasil scan menunjukkan, semakin lama kecanduan internet berlangsung, maka semakin parah kerusakan yang terjadi.

Penelitian yang dilakukan oleh pakar saraf dan radiologi dari berbagai universitas dan rumah sakit China itu dipublikasikan di jurnal PLoS ONE.

Peneliti berkeyakinan, ketidaknormalan tersebut dapat membuat remaja semakin tergantung pada internet.
 
Di China diperkirakan ada 24 juta pemuda yang sering menggunakan internet.

Sementara di Inggris menurut agen riset pasar Childwise, setiap anak rata-rata menghabiskan lima jam untuk menonton televisi dan 20 menit di depan komputer setiap harinya.

Dr. Aric Sigman dari Royal Society of Medicine, Inggris, menyebut hasil penelitian di China itu sebagai peringatan penting.

Menurut Sigman, sebenarnya secara akal sehat sudah diketahui bahwa menghabiskan waktu terlalu banyak untuk menonton televisi dan menggunakan komputer tidak baik bagi kesehatan.

Oleh karena itu sangat memalukan, jika untuk menyadari keburukan itu saja, orang butuh diyakinkan dengan serangkaian foto hasil pemindaian otak. Begitu komentar Sigman.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya DDII Aceh Desak Qanun Jinayat Dibahas Ulang
Tulisan selanjutnya Menlu Mesir Mengundurkan Diri

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?