Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Syiar Ramadhan

Suasana “Padang Arafah” di Kota Bharu

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 Agustus 2011 12:33
Bagikan
Bagikan

SEPERTI pada tahun-tahun sebelumnya. Setiap kali datangRamadhan, sebuah kemah besar berwarna putih lengkap dengan alat pendingin dibangun. Perlengkapan ini, senantiasa untuk kenyamanan para jamaah Tarawih yang semakin ramai dari tahun ke taun. Bahkan kemah sebesar separuh lapangan sepak bola itu terasa sempit dengan jamaah kaum Muslimin dan muslimat yang datang, sehingga sehabagia terpaksa shalat di luar kemah.

“Terasa seperti berada di Padang Arafah” kata salah seorang jamaah yang pertama kali mendirikan shalat Tarawih di situ. Memang benar, situsi dan kondisinya mirip seperti di Padang Arafah saat mengerjakan haji.

Barangkali inilah yang ingin ditunjukkan oleh sang pencetus ide, Menteri Besar (Gubernur) Kelantan Tuan Guru Nik Abdul Aziz Nik Mat saat meresmikan kemah besar di lapangan di tengah Kota Bharu untuk tujuan shalat Tarawih, agar setiap umat Islam yang mendatanginya merasakan diri mereka seperti berada di Padang Arafah.

Imam shalatnya tahun ini didatangkan khusus dari Mesir. Dua orang qari’ dan hafidzh terkenal dari negara itu mengimami shalat isyak dan shalat sunat Tarawih setiap malam selama sebulan Ramadhan.

Kemerduan suaranya membuat makmum tidak terasa, meski harus berdiri berlama-lama untuk menghabiskan satu lembaran al-Quran yang dibaca sang imam untuk setiap rakaat.

Baca Juga

Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Di Pasar Amal Kiswa Warga Saudi Dapat Baju Lebaran Gratis
PM Malaysia Resmikan Program Ramadhan Saudi
Pemuda Madinatul Iman Tebar Guru Mengaji dan Parfum “GSM” di Balikpapan
Dua Remaja Suku Togutil Memeluk Islam karena Ingin Ikut Puasa Ramadhan

Bahkan, banyak jamaah yang meneteskan air mata dengan penuh khusyuk menikmati maknanya.

Tapi kenapa shalat di lapangan dan di bawah kemah? Apakah di Kota Bharu tak ada masjid? Barangkali ada yang bertanya demikian.

Ya, masjid dan surau banyak sekali di kota ini. Antara lain masjid besar bernama Masjid Muhammadi. Ini merupakan masjid pemerintah, jarak lokasinya cuma satu kilometer dari kemah Tarawih yang terletak di Dataran Stadium Sultan Muhamaad Ke-IV.

Setiap masjid dan surau, termasuk Masjid Muhammadi rutin Ramadhannya mengadakan shalat sunat Tarawih sejak dulu. Namun oleh pemerintah dibangunkan sebuah kemah besar berfungsi sebagai masjid untuk tempat qiammulail semata-mata untuk memberikan sedikit kelainan dan cinta rasa baru kepada para jamaah
Di antaranya, menghadirkan suasana “Padang Arafah” ke dalam diri setiap muslimin dan muslimat. Kedua, untuk kemudahan para musafir yang tidak berkesempatan untuk ke masjid kerana urusan mahu disegerakan.

Sebelum berpindah ke Dataran Stadium, sebuah kemah yang sama pernah didirikan di terminal bas di tengah kota. Di situlah awal mula shalat Tarawih di bawah kemah di Negeri Kelantan.

Awalnya, kala itu, hanya untuk para sang musafir yang melewati kawasan itu dan memberi kemudahan kepada mereka untuk singgah sebentar mengerjakan shalat Tarawih delapan rakaat atau sebelas rakaat termasuk witir sebelum berangkat untuk urusan masing-masing.

Saat itu imamnya seorang hafidz juga didatangkan dari Republik Rakyat China. Kedatangannya dibiayai oleh pemerintah Kelantan. Ketika itu ada orang bertanya “Apakah di Negeri Serambi Mekah ini sudah kemarau imam, sehingga terpaksa import imam dari China?”

Namun luar biasa jawaban Nik Aziz. “Saya sebenarnya ingin merobah persepsi kamu. Selama ini, dalam fikiran kamu hanya orang Melayu saja boleh jadi imam shalat. Walhal orang China juga boleh jadi Imam. Mereka adalah bangsa yang lebih awal memeluk Islam dari kita. Dan ingatlah, Islam itu untuk seluruh manusia tanpa dibatasi bangsa dan negara,” ujar pria yang akrab disapa Tok Guru ini.

Banyak ide-ide luar biasa Nik Azis. Masyarakat Kelantan percaya, Tuan Guru Nik Aziz melihat jauh ke depan, sedangkan rakyat hanya melihat sejengkal di depan mata!*

Rossem. Penulis adalah wartawan, tinggal di Kelantan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wali Kota Bandung: Ormas Islam Menolak Revisi Perda
Tulisan selanjutnya Ibu-ibu Muslimah Kanada: Antara Rumah Tangga dan Kerja

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Syiar Ramadhan

Digimoz Gelar Pesantren Kilat Digital Ramadhan

25 April 2021 10:13
Syiar Ramadhan

Dayah Darul Quran Aceh Gelar Mukhayyam Ramadhan

22 April 2021 09:18
Syiar Ramadhan

Islamic Medical Servis dan Baznas DKI Jakarta Launching Program Hapus

20 April 2021 23:29
Syiar Ramadhan

Ketika Ulama “Mengintip” Layar TV

20 April 2021 09:59
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?