Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tamarod Banjiri Jalan Mesir Menggoyang Mursy

Ama Farah
Terakhir diupdate: 1 Juli 2013 09:54 9:54 am
Ama Farah
Dipublikasikan 1 Juli 2013 09:54
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Ratusan ribu orang turun ke jalan-jalan di kota Kairo dan kota-kota lainnya di Mesir, menuntut pengunduran diri Presiden Muhammad Mursy, hari Ahad (30/6/2013), tepat satu tahun politisi asal Al-Ikhwan itu menjabat.

Dilansir Aljazeera, aksi turun ke jalan tersebut dimulai sejak Ahad pagi di Lapangan Tahrir, ikon gerakan revolusi menentang rezim Husni Mubarak sekaligus tempat pidato Mursy pertama kali setelah dilantik menjadi presiden.

Demonstrasi berlangsung terus hingga malam, di mana orang dari berbagai daerah berbondong-bondong memasuki ibukota Kairo, menjadikan kota itu lautan manusia. Mereka meneriakkan “irhal”, menyuruh Presiden Mursy meninggalkan jabatannya.

Sedikitnya 7 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 600 orang mengalami luka-luka akibat bentrokan antara kelompok penentang Mursy dengan kelompok pendukung Mursy, lapor Reuters.

Lima orang tertembak mati di selatan Kairo, satu orang tewas di Bani Suaif dan Fayoum, serta tiga orang mennggal di Assiut. Dua orang lainnya tewas akibat tembakan senjata api, saat terjadi penyerangan terhadap markas besar Al-Ikhwan al-Muslimun yang terletak di pinggiran kota Kairo, kata sumber medis.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sepanjang beberapa kilometer dari istana kepresidenan di Kairo, ribuan orang pendukung Mursy melakukan aksi duduk untuk mempertahankan “legitimasi” Presiden Mursy.

“Jika kami mengatakan kami mayoritas, sementara oposisi juga mengatakan mereka mayoritas, maka bagaimana kita memutuskannya,” kata Nader Omran, seorang jurubicara untuk Partai Kebebasan dan Keadilan bentukan Ikhwan, kendaraan politik Mursy.

“Solusi lain apa untuk dilema ini, kecuali kotak suara?” imbuhnya, menegaskan bahwa Mursy memiliki legitimasi karena dipilih lewat pemilihan umum demokratis setelah rezim Husni Mubarak tumbang.

Jurubicara kepresidenan Omar Amer mengatakan, Mursy serius berulang kali mengajak dialog nasional.

“(Mursy) mengumumkan kepada seluruh rakyat Mesir bahwa dia telah melakukan kesalahan dan bahwa dia sedang dalam proses memperbaiki kesalahan itu,” kata Amer dalam konferensi pers yang digelar larut malam.

Sementara pendukung Mursy mengatakan bahwa presiden telah memperkuat peran sipil dalam negara dan berusaha mengatasi perekonomian Mesir yang nyaris ambruk, kelompok oposisi berpendapat sebaliknya.

Oposisi mengklaim perekonomian Mesir semakin buruk sejak Mubarak tumbang.

“Dia meminjam uang dari semua orang di dunia,” kata Said Ahmad salah seorang demonstran anti-Mursy, merujuk pada pinjaman sebesar USD11 milyar yang didapat dari Qatar, Arab Saudi dan Turki untuk menyuntik bank sentral. “Siapa yang akan membayarnya? Anak-anak kami,” imbuhnya.

Selain itu kelompok oposisi menuding Mursy akan melepaskan wilayah Sinai ke Hamas.

Kudeta

Aksi demonstrasi besar hari Ahad di akhir bulan Juni itu diprakarsi oleh Tamarod (pemberontakan), gerakan oposisi yang mengklaim berhasil mengumpulkan 22 juta tanda tangan menuntut Mursy mundur dari kursi kepresidenan.

“Kami memberikannya kepercayaan untuk … mengoreksi apa yang telah Mubarak lakukan terhadap Mesir, tetapi dia tidak melaksanakannya. Jadi kami punya hak untuk menarik kepercayaan itu yang telah rakyat Mesir berikan kepadanya,” kata Iman al-Mahdy seorang jurubicara Tamarod.

Sejumlah anggota polisi terlihat di jalanan Kairo memegang kartu merah dan meneriakkan penentangan terhadap Mursy.

Menteri Pertahanan Jenderal Abdul Fattah al-Sisi pekan lalu memperingatakan bahwa militer memiliki kewajiban untuk “mencegah Mesir terperosok ke dalam lorong gelap kerusuhan sipil.”

Michael Hana, pengamat dari Century Foundation berbasis si New York, berpendapat militer akan berhati-hati dalam bertindak, meskipun mereka menentang dan tidak sepaham dengan pemerintah Mesir saat ini. Militer tidak akan turun tangan, kecuali mereka merasa benar-benar perlu.

Namun, banyak pengunjuk rasa yang berpendapat militer diperlukan untuk mendongkel Mursy turun dari jabatannya.

“Kami berharap ada kudeta militer. Itu harapan kami satu-satunya, karena mereka memiliki senjata dan dapat membantu rakyat,” kata Umm Muhammad, seorang ibu tua yang duduk di Lapangan Tahrir bersama suaminya. “Kalau tidak kita akan mengalami perang sipil,” imbuhnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Iman dan Faktor-faktor lain Kejatuhan Konstantinopel (1)
Tulisan selanjutnya Bukan Tidak Mungkin 2014 Pasangan Capres Muslim-Kristen

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?