Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Sekolah Kristen Belanda Ingin Pisahkan Laki-Perempuan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Agustus 2011 10:10
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Persatuan Sekolah Kristen Belanda mengusulkan, khusus untuk mata pelajaran tertentu, seperti bahasa dan matematika, kelas antara perempuan dan laki-laki dipisah. Organisasi ini beralasan, anak laki-laki butuh waktu lebih lama untuk menyerap materi pelajaran dibanding siswa perempuan.

Menteri pendidikan Belanda menyambut positif usulan. “Asal prestasi murid meningkat, saya tidak keberatan,” ujarnya sebagaimana dikutip Radio Nederlands.

Di Belanda dan negara-negara sekitarnya, prestasi pendidikan siswa lelaki lebih buruk dibandingkan perempuan. Mereka sering tidak naik kelas, putus sekolah, atau memilih tingkat pendidikan yang lebih rendah.

Bahasa dan Matematika

Menurut ketua perkumpulan sekolah-sekolah Kristen di Belanda, perkembangan otak antara lelaki dan perempuan usia 12 hingga 16 tahun berbeda, karena selama puber perkembangan otak laki-laki terlambat dua tahun dari perempuan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurutnya, ini menerangkan mengapa siswa laki-laki lebih sulit belajar bahasa. Tetapi anak laki lebih cepat menyerap pelajaran matematika daripada perempuan.

Pakar pendidikan Indonesia, profesor Conny Semiawan, tidak melihat perbedaan kognitif yang besar antara kedua jenis kelamin. Memang laki-laki punya kekurangan dan kelebihan di bidang tertentu, tapi tidak berarti mereka belajar lebih lamban. Anak perempuan biasanya lebih rapi dan teliti. Dalam pelajaran kimia mereka lebih cepat menyerap. Tapi anak laki punya kelebihan di bidang lain, misalnya apa yang disebut multiple-intelligences yang terkait dengan ruang, lokasi dan arah.

Menurut Sita van Bemmelen, pakar gender Belanda dari Vrije Universiteit Amsterdam, kurangnya prestasi juga disebabkan masalah eksternal.

“Anak laki yang puber sering mencari kesibukan lain di luar sekolah. Memang di SD dan SMP mereka kelihatan lebih lambat, tapi kalau sudah 16 tahun ke atas mereka malah cenderung menyamai. Prestasi anak perempuan justru menurun,” jelas pakar yang sudah tinggal lama di Indonesia ini.

Kembali ke Abad 19

Sedang Nan Dodde, guru besar emeritus sejarah pendidikan di Universitas Utrecht, Belanda menentang usulan pemisahan kelas ini.

“Ide ini datang dari perkumpulan sekolah Kristen. Jadi saya agak curiga. Apakah motif mereka murni demi perkembangan prestasi anak atau berdasarkan agama. Saya seakan dilempar kembali ke abad-17. Ketika itu di Belanda, baik Kristen maupun Katholik berpendapat, anak perempuan dan laki-laki harus sebisa mungkin dipisah. Dengan susah-payah ide ini disingkirkan pada abad ke-19. Jadi kita tidak boleh kembali ke masa lalu,” ujarnya.

Pendapat bahwa anak laki agak kurang berprestasi, menurutnya, muncul 10 tahun belakangan di Belanda. Tapi itu bukan hal baru.

“Dulu waktu saya masih mengajar di kelas, anak perempuan memang kelihatan lebih dewasa. Mereka mencari pacar di kelas yang lebih tinggi, karena teman sekelas dianggap masih kecil.”

Menurut Dodde, ketertinggalan itu bisa dikejar walaupun mereka sekelas. Caranya, dengan memberi lebih banyak perhatian, mengawasi lebih baik dan kalau perlu memisahkan mereka di pojok kelas agar bisa lebih berkonsentrasi.

Alasan bahwa anak laki-laki cepat di-drop out atau tidak naik kelas, bukan alasan legitim untuk mendirikan kelas terpisah, “Saya pernah mengajar di sekolah khusus laki-laki. Prestasi mereka tidak lebih baik.”

Di Belanda, memang saat ini tidak ada sekolah khusus laki-laki atau khusus perempuan. Menteri pendidikan Belanda bersedia memikirkan kemungkinan pemisahan kelas, asalkan itu berarti peningkatan prestasi.

Berbeda dengan di Indonesia. Sekolah terpisah cukup banyak. Contohnya Tarakanita, Santa Ursula, Kanisius dan Pangudi Luhur.

“Di Indonesia saya lihat sekolah terpisah ini kebanyakan sekolah swasta atau berlatar-belakang agama seperti sekolah katolik atau pesantren,” ujar Sita van Bemmelen. Tapi pemisahan ini, menurutnya, tidak berdasarkan prestasi melainkan kebiasaan dan anggapan bahwa tidak pantas anak perempuan dan anak laki duduk bersama di bangku sekolah. *

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wakaf Al-Qur’an untuk Dusun Gepeng Bangkalan
Tulisan selanjutnya OKI Janjikan Bantuan US$ 350 Juta bagi Somalia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?