Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Amnesty: Pemberontak Libya Lakukan Kejahatan Perang

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 14 September 2011 11:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Amnesty International (AI) hari Selasa (13/9) menuding pasukan pemberontak yang menggulingkan rezim Muammar Qadhafi melakukan tindak kejahatan perang dan menyeru agar Dewan Transisi Nasional bertindak, guna menghentikan aksi serangan balasan dan penangkapan sewenang-wenang.

Dalam laporannya, organisasi pemantau hak asasi manusia itu menyebutkan sejumlah contoh pelanggaran yang dilakukan pasukan penentang Qadhafi.

Puluhan orang yang diduga mantan anggota pasukan keamanan, loyalis Qadhafi ataupun tentara bayarannya, dibunuh setelah ditangkap sejak bulan Februari di sebelah timur wilayah Libya.

“Pasukan pemberontak dan pendukungnya menculik, melakukan penahanan sewenang-wenang, menyiksa dan membunuh mantan anggota keamanan, orang yang diduga loyalis Qadhafi, tentara yang tertangkap, dan warga asing yang keliru disangka tentara bayaran yang bekerja atas nama pasukan Qadhafi,” kata laporan itu.

Pada awal-awal gejolak di Libya, para pengunjuk rasa penentang Qadhafi menculik sejumlah tentara dan orang-orang yang diduga tentara bayaran.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Sebagian dipukuli hingga tewas, sedikitnya tiga orang digantung, dan lainnya ditembak mati setelah mereka ditangkap atau menyerahkan diri,” kata laporan AI, yang diberi judul “The Battle for Libya — Killings, Disappearances and Tortutre”.

Menurut AI, Dewan Transisi Nasional harus menindak kejahatan yang dilakukan pasukan pemberontak. Sebab kalau tidak, maka hal itu akan terus-menerus ditoleransi.

“Penguasa baru harus memutus sama sekali (hubungan) dengan pelanggaran yang telah berlangsung selama empat dekade terakhir, dan harus menempatkan standar baru dengan meletakkan hak asasi manusia dalam agenda mereka,” kata Clausio Cordone, direktur senior Amnesty International.

“Tanggungjawabnya sekarang ada di Dewan Transisi Nasional untuk bertindak beda, mengakhiri pelanggaran dan memulai reformasi HAM yang diperlukan,” imbuh Cordone.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Erdogan Hendak Cium Tangan Mufti Mesir
Tulisan selanjutnya Mahkamah PBB Diminta Adili Pejabat Vatikan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota

Berita
21 Juli 2026 10:00
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?