Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Invasi Amerika Sebabkan Makin Banyak Janda Iraq

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 September 2011 09:56
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sebuah hasil kajian salah satu organisasi kemanusiaan internasional menunjukkan tiga dari setiap lima perempuan Iraq adalah janda yang kehilangan suami mereka sejak invasi Amerika ke negara itu pada 2003 lalu.

Laporan itu dipublikasikan pada Ahad (18/09/2011) oleh lembaga kemanusiaan internasional yang berbasis di Los Angeles.

Menurut lembaga itu, sebanyak 10 persen dari 15 juta total populasi perempuan di Iraq adalah janda.

Berdasarkan hasil penelitian, 59 persen para janda itu mengaku suaminya terbunuh akibat kekerasan yang terjadi di negara itu sejak delapan tahun lalu.

“Negara Iraq sudah menelantarkan janda dengan masalah dahsyat mereka, dan pemecahan terletak pada pendirikan badan untuk menerima perhatian dan pemecahan masalah wanita ini,” kata laporan itu sebagaimana dikutip Associated Press (AP). Ahad, 18 September, 2011.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Laporan dilepaskan di konferensi pada Baghdad di mana parlemen pembicara Osama al-Nujaifi menjanjikan untuk menolong janda lewat kesempatan pekerjaan, gaji dan pinjaman untuk menolong mereka memulai usaha kecil.

“Derita janda itu mempunyai dampak secara keseluruhan masyarakat,” ujar al-Nujaifi. “Malapetaka ini semakin meningkat, dan bahayanya akan mengancam nilai kami.”

Lebih Baik Saddam

Sebelum ini, Ketua Komisi Perempuan Parlemen Iraq, Samira al-Moussawi pernah mengemukakan, pasca penjajahan Amerika dan sekutunya serta perang berkepanjangan telah menyebabkan wanita-wanita Iraq kehilangan suami mereka.

Ini mengakibatkan jumlah janda di Iraq terus bertambah dari hari ke hari. Umumnya, mereka terlilit dalam lingkaran kemiskinan karena tidak ada lagi pencari nafkah bagi keluarga.

Namun Menteri Urusan Wanita Narmeen Othman menyatakan jumlah janda di Iraq mencapai dua juta orang. Menurut data Kementerian Perencanaan Iraq, total penduduk negara itu adalah 27 juta orang. Kini, diperkirakan ada 15 juta wanita yang berusia 15 sampai 80 tahun.

“Jumlah janda terus bertambah setiap hari. Situasi ini bakal menjadi bom waktu. Terlebih lagi, sebagian besar dari mereka masih berusia muda. Mereka bagaikan menjadi tawanan di rumah sendiri,” kata Othman.

Menurut Othman, meski Amerika datang berkedok memberi perubahan, faktanya, banyak orang berpendapat,  zaman pemerintahan Saddam Hussein jauh lebih baik bagi para janda Iraq. Pada masa itu, setiap janda mendapat tunjangan bulanan, sebidang tanah dan rumah, serta sebuah mobil.

Saddam juga memberikan penghargaan dan dana insentif kepada tentara yang menikahi janda. Namun kebijakan itu dihentikan sejak Saddam digulingkan melalui invasi Amerika Serikat.*

Foto: Para janda sedang antri makanan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:invasi amerikaold migratesaddam hussein
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dibantu Polisi Zionis. Kelompok Yahudi Serbu al Aqsa
Tulisan selanjutnya The Way We Were (1)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?