Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Presiden Pakistan Boneka Amerika

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 21 September 2011 07:13
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Atlet cricket profesional Pakistan yang kini menjadi politisi, Imran Khan, mengecam Presiden Pakistan Asif Ali Zardari sebagai “boneka impoten” Amerika dan mengatakan bahwa Amerika Serikat akan “membunuh banyak orang” dalam perang melawan teror.

Khan, seorang lulusan Universitas Oxford, mengobarkan emosi rakyat dengan isu anti-Amerika dan mengkritik pemerintah Pakistan yang memfasilitasi serangan bom pesawat-pesawat tanpa awak milik AS.

Mantan pemain cricket internasional ternama yang kini berusia 58 tahun itu menyebut perang di Afghanistan sebagai perang yang “paling gila dan tidak bermoral”.

Dalam wawancaranya dengan Guardian yang dimuat Ahad (18/9), Imran Khan mengatakan bahwa perang itu tidak akan dapat dimenangkan oleh pasukan asing karena membunuh banyak rakyat Afghanistan dan sebagai konsekuensinya menyuburkan radikalisasi.

“Soviet membunuh lebh dari satu juta orang di Afghanistan. Mereka bahkan bertempur lebih keras dibanding awal perang. Jelas sekali, meskipun satu juta orang diambil dari 15 juta penduduk (Afghanistan) mereka masih sanggup bertempur.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam kritiknya terhadap serangan bompesawat tanpa awak milik AS, Khan menyelipkan kekesalannya atas dunia internasional yang kurang mengakui kontribusi Pakistan dalam perang melawan teror.

“Kepala CIA (Leon) Panetta mengatakan bahwa Pakistan tidak kompeten dan terlibat melindungi Usamah bin Ladin,” kata Khan. Padahal 35.000 orang telah dibunuh di Pakistan dalam perang yang tidak ada hubungannya dengan Pakistan.

Khan menyebut kehadiran Usamah dan pembunuhan atas Usamah bin Ladin di wilayah Pakistan merupakan suatu penghinaan bagi negaranya.

“Kemanapun saya pergi, saya merasakan kemarahan orang-orang. Hal itu sangat memalukan, sebab presiden AS yang mengumumkannya, bukan presiden kami. Karena yang membunuhnya adalah pasukan AS bukan pasukan kami. Sementara  negeri ini telah berkorban banyak.” kata Khan.

Menurut Khan, bantuan finansial yang diberikan Washington kepada “pemerintah boneka” Pakistan menghancurkan negaranya.

“Kami menggunakan tentara kami untuk membunuhi rakyat kami dengan uang Amerika,” kata Khan, pemimpin partai PTI (Pakistan Tehreek-e-Insaf).

Jika keadaan seperti itu terus berlangsung, Khan memperkirakan rakyat Pakistan akan mengalami penderitaan yang sama seperti saat dijajah Inggris. Bedanya sekarang, mereka berada dalam “era neokolonisasi.”

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penentuan Awal Ramadhan
Tulisan selanjutnya Saudi Kucurkan USD 200 Juta untuk Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?