Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Remaja Australia Dipukuli karena Muslim

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 25 September 2011 08:13
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Seorang siswa dari Sydney utara dipukuli habis-habisan dan dicaci-maki oleh lebih dari 20 murid sekolah karena ia beragama Islam.

Hamid Mamozai, usia 15 tahun, dipukuli puluhan kali oleh dua teman sekolahnya di Asquith Boys’ High School, pada hari Rabu (22/9), sementara teman-teman lainnya yang berada disekelilingnya bersorak dan meneriakkan ejekan berbau rasis.

“Mereka berkata ‘pukul lagi, pukul lagi, dia layak mendapatkannya, kamu teroris, pulang ke tempat asalmu, pergi sana ledakkan sesuatu’,” cerita Hamid kepada televisi Australia Channel 10.

Ia ditendang dengan lutut di wajahnya empat hingga lima kali, dan ditinju diwajah hingga 15 kali.

Hamid dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan pingsan dan mengalami pendarahan dalam, meskipun tidak luka serius.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Najia, saudara perempuan Hamid, mengatakan bahwa saudaranya telah menjadi korban kekerasan rasial di sekolah selama dua tahun, dan terguncang emosi dan jiwanya akibat hal itu.

“Dia ketakutan .. tidak mau keluar dari rumah,” kata Najia.

Ibu mereka, Husna, yang mengungsi dari Afghanistan akibat perang 20 tahun lalu, telah berulangkali menyampaikan keluhan kepada pihak sekolah tetapi tidak mendapat tanggapan.

“Saya hanya ingin tahu mengapa ini terjadi. Mengapa kepala sekolah tidak peduli bahwa murid-muridnya dianiaya. Mengapa mereka tidak menghentikannya? Saya ingin agar para orangtua lainnya mengetahui bahwa hal seperti ini terjadi,” kata Husna.

Sebagaimana dilaporkan Sidney Morning Herald (23/9), pihak sekolah Asquith Boys’ tidak mau memberikan komentar tentang masalah itu.

Menjawab pertanyaan SMH, Departemen Pendididkan mengatakan bahwa seorang siswa sudah diskor selama 20 hari dan mereka telah melaporkan kasus itu ke polisi.

Para guru segera menolong Hamid, menghubungi keluarganya dan memanggil ambulan saat peristiwa itu terjadi, kata seorang jurubicara.

Hamid dan keluarganya telah ditawarkan untuk mendapatkan bantuan konsultasi dan pihak sekolah mengatur pertemuan dengan ibu Hamid pada Jum’at pagi (23/9).

“Asquith Boys’ tidak mentolerir rasisme, menindak siswa yang melakukannya dan mendukung siswa yang menjadi korban,” kata jurubicara itu.

“Tindakan disipliner telah diambil atas para siswa yang melontarkan ejekan rasis untuk mencederai siswa tersebut. Olehkarena kasus ini masih dalam penyelidikan polisi, maka kami tidak dapat berkomentar lebih lanjut.” pungkasnya.*

Keterangan foto: Hamid Mamozai [channel10]

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lawan Korupsi Mulai dari Kampus
Tulisan selanjutnya Negara Islam Desak Israel Ungkap Nuklirnya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?