Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Al Megrahi: Pengadilan Lockerbie Lelucon

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 4 Oktober 2011 20:54
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Abdul Basit Al Megrahi, orang yang dinyatakan terlibat dalam pemboman Lockerbie tahun 1988, mengatakan bahwa perannya dalam peristiwa itu dilebih-lebihkan. Dan kebenaran tentang tuduhan keterlibatan dirinya akan segera diungkap.

Megrahi dibebaskan dari penjara di Skotlandia dua tahun lalu dengan alasan kesehatan terkait penyakit kanker yang menggerogoti tubuhnya.

“Fakta (tentang pemboman Lockerbie) akan jelas suatu hari nanti dan mudah-mudahnya dalam waktu dekat ini. Dalam beberapa bulan dari sekarang, Anda akan melihat fakta-fakta baru yang akan diungkapkan,” katanya kepada Televisi Reuters, seperti dilansir Al Arabiya, Senin (03/10/2011).

Dalam wawancara tersebut, Megrahi terlihat lemah dan berbicara dengan nafas berat. Di samping tempat tidur dalam kamar rumahnya di Tripoli itu terdapat tabung oksigen. Tapi, selama wawancara ia tidak menggunakannya. Di belakangnya terdengar suara dari alat-alat medis pemantau kondisi Megrahi.

“(Negara) Barat melebih-lebihkan nama saya. Mohon tinggalkan saya sendiri. Saya hanya tinggal punya waktu beberapa hari, pekan atau bulan,” katanya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Megrahi dinyatakan bersalah terlibat dalam pemboman pesawat Pan Am 103, saat terbang dari London menuju New York pada 21 Desember 1988. Seluruh 259 orang yang berada di atas pesawat tewas, begitu pula 11 orang lain yang berada di darat di daerah Lockerbie akibat terkena reruntuhan.

“Semua pekerjaan saya sifatnya administratif. Saya tidak pernah melukai rakyat Libya,” katanya. “Saya tidak melukai seorang pun. Saya tidak pernah melukai orang selama hidup saya,” kata Megrahi, yang pernah berdinas di intelijen Libya saat Muammar Qadhafi berkuasa.

Megrahi menyebut pengadilan atas dirinya di Belanda atas yuridiksi Skotlandia dulu adalah sebuah lelucon.

“Pengadilan Camp Zeist adalah tempat terkecil di dunia yang jumlah pembohongnya paling banyak. Saya menderita karena para pendusta di Pengadilan Camp Zeist, lebih dari yang bisa Anda bayangkan,” katanya.

Ingin mati di rumah

Dalam wawancara itu, Megrahi mengatakan bahwa Jim Swire, ayah dari salah satu korban Lockerbie yang tidak percaya temuan di pengadilan, masih melakukan kontak dengan dirinya.

“Kemarin lusa, Dr. Swire mengirimi saya email mengatakan bahwa ada obat baru. Dia mencoba membantu saya. Dia menceritakan bagaimana cara mendapatkan obat itu.”

Megrahi mengaku tidak tahu tentang penggulingan rezim Muammar Qadhafi.

“Saya tidak tahu apapun tentang 17 Februari … hal itu tidak penting buat orang sakit,” katanya. “Saya mendengar suara pesawat terbang tiap hari.”

“Rumah saya dijarah. Mereka mendobrak pintu utama dan mencuri mobil saya.”

Setibanya di Libya dari penjara Skotlandia, Megrahi mengaku tidak mendapatkan perawatan medis semestinya.

“Saya diperlakukan sangat buruk ketika pulang. Dalam kejadian terakhir, khususnya bulan lalu, saya kehabisan semua obat. Dokter saya bilang agar berobat seperti orang lainnya, meskipun ada perjanjian antara kami dengan Inggris,” katanya. “Obat saya tinggal empat pil.”

“Saya ingin meninggal di rumah, di antara keluarga saya. Saya berharap pada Tuhan semoga saya bisa melihat negara saya bersatu, tidak ada perang. Saya berharap pertumpahan darah di Libya segera usai. Saya berharap yang terbaik untuk negara saya.”

Dewan Transisi Nasional, kelompok pemberontak yang kini menguasai pemerintahan Libya, pekan lalu mengatakan akan bekerjasama dengan pemerintah Skotlandia guna mencari tersangka lain yang mungkin teribat dalam pemboman Lockerbie.

Dewan Transisi Nasional sebelumnya mengatakan kasus itu ditutup dan jika ada penyelidikan apapun tidak akan melibatkan Megrahi. Ketua Dewan Transisi Nasional Mustafa Abdul Jalil juga pernah mengaku memiliki bukti keterlibatan Muammar Qadhafi.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Calhaj Bergerak dari Madinah ke Mekah Mulai 11 Oktober
Tulisan selanjutnya Mesir Tinjau Ulang Harga Ekspor Gas ke Israel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang

Berita
5 Juni 2026 05:00
123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?