Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Ramadhan Rajin Berinfaq, Bukan Komentari Pengemis

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 9 Juli 2013 20:43 8:43 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 9 Juli 2013 20:43
Bagikan
Ustadz Hasan Ibrahim dalam ceramah tarawih
Bagikan

Hidayatullah.com– Di bulan suci Ramadhan, amalan-amalan ibadah ditingkatkan pahalanya oleh Allah Subhanahu wata’ala, termasuk berinfaq. Seiring itu, jumlah para pengemis juga semakin meningkat terutama di perkotaan. Bendahara Pimpinan Pusat (PP) Hidayatullah Ustadz Hasan Ibrahim menghimbau agar umat Islam lebih rajin lagi berinfaq. Bukan malah rajin mengomentari kehadiran para pengemis.

“Kalau ada peminta-minta, jangan dikomentari lagi, ‘dasar pemalas nggak mau kerja’, bukan!,” seru Ustadz Hasan dalam ceramahnya sebelum pelaksanaan tarawih perdana di Masjid Baitul Karim, Polonia, Jakarta Timur, Selasa (9/7/2013).

Sebaiknya, pesan Ustadz Hasan, kalau memang enggan memberi uang kepada pengemis, setidaknya tidak menghina mereka. Berinfaq pun, kata dia, tidak memandang berapa jumlahnya. Berikan apa yang bisa diberikan untuk yang membutuhkan.

“Kalau ada uang kecil, jangan lupa disisihkan. Rp 1.000 pun boleh. Bagus lagi kalau kita bisa melepas uang yang lebih gede,” lanjutnya.

Berinfaq pun, menurut dia, tak harus dengan duit. Memberi hidangan buka puasa kepada orang yang berpuasa juga termasuk berinfaq. Apalagi amalan ini, lanjutnya, mendapat pahala seperti halnya orang yang berpuasa.

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Menurutnya, bulan Ramadhan ini adalah kesempatan untuk mendulang pahala sebanyak-banyaknya.

Pada kesempatan itu, dia juga mengingatkan jamaah untuk meningkatkan ritme ibadah shalat dan baca al-Qur’an. Jika biasanya sehari cuma membaca satu lembar, pesannya, usahakan paling tidak satu juz perhari bisa dibaca. Shalat tarawih pun jangan sampai ketinggalan.

“Kalau ada yang mau shalat lail (tahajud) di (masjid) sini, kami juga mengadakannya. Kalau ada yang  mau shalat sendiri, silahkan. Mungkin mau bermunajat yang lebih khusyu’,” ujar salah satu perintis lahirnya organisasi massa (ormas) Hidayatullah sejak di Balikpapan, Kalimantan Timur ini.

Seperti diketahui, mulai Selasa malam ini, sebagian besar umat Islam melaksanakan ibadah Ramadhan 1434 H. Terutama yang mengikuti hasil keputusan Sidang Isbat Kementerian Agama RI Senin (8/7/2013) kemarin.

Sejumlah Ormas dan kelompok umat Islam lainnya sudah melaksanakan puasa sejak hari ini. Hidayatullah sendiri sejak jauh-jauh hari sudah memutuskan ikut hasil Sidang Isbat.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HidayatullahInfaqPengemisRamadhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sanusi Baco Ingatkan Dai Konsisten Berdakwah
Tulisan selanjutnya Pria Tertinggi Asia Kesulitan Berdiri

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?