Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

PM Baru Mesir Penganut Ekonomi Liberal

Ama Farah
Terakhir diupdate: 10 Juli 2013 16:29 4:29 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 10 Juli 2013 16:29
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Penguasa sementara Mesir menunjuk Hazem el-Bablawi sebagai perdana menteri. Ini bukan pertama kalinya Beblawi ditunjuk menjadi pejabat oleh militer.

Tidak lama setelah angkatan bersenjata Mesir memaksa turun Husni Mubarak pada awal 2011, Beblawi dipasang sebagai menteri keuangan oleh penguasa militer ketika itu.

Sekarang setelah militer menjungkirbalikkan kekuasaan Presiden Mursy pada 3 Juli 2013, penguasa militer kembali memberikan jabatan kepada Beblawi, tetapi kali ini lebih tinggi yaitu sebagai perdana menteri.

Seperti halnya pemimpin militer Mesir Jenderal Abdul Fattah al-Sisi yang pernah mendapatkan beasiswa pendidikan tinggi dari pemerintah Prancis, Beblawi pernah pula mengenyam pendidikan tinggi di negeri mode tersebut. Beblawi dikenal sebagai pakar ekonomi dan akademisi.

Beblawi sangat dikenal dengan pandangan ekonomi liberalnya. Dia adalah penganut setia ekonomi liberal dan penganjur perdagangan bebas di Mesir.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dilansir Wall Street Journal, berdasarkan biodata yang ditampilkan dalam situs Kementerian Keuangan Mesir, Beblawi pernah mengajar ekonomi di berbagai universitas di Mesir, Prancis, Kuwait dan di Universitas Southern California di Los Angeles pada tahun 1979. Setelah meraih gelar doktor dari Universitas Paris, Prancis tahun 1964 Beblawi mengajar ekonomi di Universitas Alexandria, Mesir selama 15 tahun.

Lima belas tahun berikutnya Beblawi menjalani karir di beberapa bank pembangunan di Timur Tengah dan bekerja di sekretariat Perserikatan Bangsa-Bangsa dari tahun 1995-2005.

Dia ditunjuk sebagai menteri keuangan tahun 2011 oleh penguasa militer, setelah sebelumnya menjadi penasehat di Arab Monetary Fund. Selama beberapa bulan menjabat menteri keuangan, Beblawi memimpin Mesir dalam negosiasi hutang baru sebesar USD4,8 milyar dengan International Monetary Fund.

Oktober 2011 Beblawi mengundurkan diri sebagai menteri keuangan, sebagai bentuk protes karena aparat Mesir menggunakan kekerasan dalam menghadapi demonstran Kristen Koptik yang mengakibatkan 26 orang warga Kristen Koptik tewas.

Namun, meskipun sedikitnya 51 orang warga Muslim Mesir ditembak mati aparat keamanan Mesir menyusul kudeta militer atas Presiden Muhammad Mursy, hal itu tidak membuat pria Muslim berusia 77 tahun ini menolak jabatan sebagai perdana menteri pada Selasa 9 Juli kemarin.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Putra Aceh, jadi Imam Tarawih dan Tampil TV Samarkand Uzbekistan
Tulisan selanjutnya Al-Ikhwan Tolak Tawaran Jabatan dari PM Mesir

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?