Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ghazwul Fikr

Jilbab dan Gazwul Fikri, Apa Hubungannya?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Juli 2013 09:35 9:35 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Juli 2013 09:35
Bagikan
Ajang Miss World yang mulai mendapat reaksi masyarakat
Bagikan

Oleh: Maulana Yusuf

PERCAYAKAH Anda, bahwa pakaian “jilbab” kini bisa jadi senjata juga bagian dari ghazwul fikri(perang pemikiran)? Mungkin bagi sebagian kita akan mempertanyakan, bagaimana mungkin? Bukannya ghazwul fikri itu justru menjerumuskan wanita agar tidak menutup aurat?

Jangan salah, coba saja Anda perhatikan layar televisi akhir-akhir ini. Khususnya menjelang bulan Ramadhan sudah bertaburan sinetron-sinetron yang bermodalkan akting “jilbab”.

Sepintas  seolah-olah tontonan yang islami, tapi inti jalan ceritanya tiada lain tiada bukan justru merusak generasi muda Islam.

Di TV, koran, majalah, dan media-media massa, menenampilkan sosok “berjilbab” tapi pacaran, “berjilbab” tapi berikhtilat dengan lawan jenis, jalan berduaan, pegang-pegangan tangan, sungguh di luar adab dan makna jilbab yang sesungguhnya untuk menutup aurat dan sebagai pembatas dengan lawan jenis.

Baca Juga

SPI: Feminisme Hanya Melestarikan Konflik!
Tuduh Islam Kaku, Dokter Muda Kristen Ini Terbungkam saat Dengar Hujjah Buya Hamka
Syubhat Seputar Al-Qur’an: Benarkah Ada 2 Surah yang “Hilang”?
Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 2)
Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 1)

Yang lebih parah lagi, banyak sinetron kita,  para pelakonnya bergama non Muslim namun berperan sebagai pemuda Muslim dan pemudi Muslimah dengan mengenakan koko, peci serta berjilbab. Sableng!

Kalau konteks jilbab seperti sebagaimana yang disebutkan di atas, apa faedahnya? Apa manfaatnya? Toh yang ada justru secara tidak langsung melecehkan syariat dan tata caraberjilbab yang sesuai syar’i.

Secara tidak langsung juga mengajarkan kepada generasi muda yang berjilbab khususnya, bahwa dengan berjilbab kita masih tetap bisa pacaran!

Begitupun dalam konteks terpilihnya Fatin Shidqia Lubis dengan acara X-Factor-nya, bukan sebuah kebetulan jika Fatin akhirnya ‘didorong” agar tepilih. Boleh jadi, makna yang ingin digapai dalam kasus Fatin adalah  bahwa Muslimah yang berjilbab bisa juga “bebas” seperti Fatin. Remaja Muslimah seolah secara tidak sadar dibredeli nilai-nilainya. Berjilbab tapi berlenggak-lenggok dipanggung, berjilbab tapi mendayu-dayu di atas panggung.

Yang problem, dalam kasus ini, orangtua Fatin justru paling bangga anaknya manggung, ditonton jutaan manusia. Seolah-olah dia orangtua paling berhasil dan sukses.

Jika ada yang menganggap Fatin ikut ‘berdakwah” di panggung TV, sebutkan lagu apa yang ia nyanyikan pantas disebut berunsur nilai dakwah? Apakah lagu-lagu percintaan model anak-anak alay (norak) zaman sekarang? Lalu di mana letak “syi’ar-nya”?

Menurut penulis, di dalam menyikapi kasus Fatin Shidqia Lubis di acara X-Factor tersebut, seharusnya yang saya tunggu dari MUI bukan malah memberi dukungan, tapi memberi nasehat yang intinya seperti ini;

“Nak, ajang nyanyi-nyanyi seperti ini bukan budaya kita sebagai umat Islam, terlebih kondisi adik yang berjilbab. Di habitat seperti ini bertaburan syubhat dan maksiat yang mengelilingi, engkau adalah wanita, yang rapuh dan mudah terbawa perasaan bahkan tidak menutup kemungkinan engkau terjerumus dan terbawa arus maksiat yang besar di tempat ini. Lebih baik, carilah jalan lain yang dapat semakin mendekatkanmu pada Allah, yang dapat benar-benar membentukmu dan menjadikanmu seorang Muslimah yang penuh cinta kepada Allah, dan Allah-pun cinta kepadamu. Yang dapat menjadikanmu perhiasan yang paling berharga di dunia ini, yang memuliakanmu sebagai wanita yang sesungguhnya, menjadikanmu wanita yang sholehah. Tinggalkan lingkungan semacam ini yang hanya membahayakan akhlak dan agamamu, karena kemuliaan dirimu bersama agamamu, sungguh takkan dapat kau tukar dengan apapun. Apalagi hanya sebatas gemerlapnya popularitas dan limpahan materi yang berlimpah.”

Tapi apa mau dikata? Fatin dan orangtuanya justru begitu bangga soal ini. Bahkan kabar terakhir menyebutkan, MUI menyesali sikap Fatin yang dulu pernah didukung,  setelah Fatin justru menjadi “juru bicara” Miss World di Indonesia.

Selain Fatin ada juga kasus Asri Yuniar, seorang guru TK yang juga dikenal vokalis music aliran hardcore dari grup Band Gugat. Achi, begitu nama panggilannya, meski berjilbab, dia dikenal rocker. Band Gugat merupakan band ketiga bagi Achi. Saat duduk di bangku SMA, dia sempat mendirikan band bernama Capability yang semua personelnya perempuan. Mereka paling sering membawakan lagu Nirvana yang beraliran grunge.

Penampilan Fatin dan Achi di depan TV bukanlah berdampak sedikit, pasti berdampat luar biasa banyaknya. Satu yang harus kita khawatirkan, tindakah dan pilihan kedua gadis ini seolah menunjukkan, bahwa wanita berjilbab boleh melakukan apa secara bebas, tanpa perlu menghiraukan larangan-larangan agama. Bagaimana dan seperti apa Muslimah seharusnya, telah rusak atas kasus ini.

Kasus Fatin yang tiba-tiba menjadi pendukung acara Miss Morld ini akan makin menunjukkan, ikon jilbab boleh melakukan apa saja, termasuk mendukung kemaksiatan terselubung.

Jika para orangtua dan remaja Muslim tak paham “perang pemikiran” seperti ini, bukan tidak mungkin  kelak rumah produksi, media massa, TV, dan kalangan industri hiburan berlaku “lebih jahat” dengan menjual simbol-simbol keagamaan dan Islam untuk komuditas bisnis semata yang ujung-ujungnya hanya berharap uang.

Sementara Fatin dan orangnya, hanya mendapatkan kesenangan sedikit. Sekedar mobil baru atau tampil di layar beberapa menit. Itupun tak akan dipakai lagi ketika dia sudah tak diperlukan media yang bersangkutan.

Apa sebab?

Sebab “agama industri” adalah uang, uang dan uang!

Jangan pernah bermimpi, jika tiba-tiba TV sangat baik hati hanya karena mereka menyertakan siaran dakwah, kecuali tetap saja dapat iklan.

Dan yang paling penting, kita tidak bisa selamanya menyalahkan media dan pemiliknya. Yang mendesak, umat Islam Indonesia sudah waktunya memiliki media televisi yang benar-benar dapat membentuk kepribadiannya menjadi seorang Muslim yang sebenarnya, pribadi Muslim yang taqwa, yang bertauhid, cinta akan sunnah dan cinta akan nilai-nilai Islam untuk diterapkan dalam kehidupannya.

Semoga kita semakin berhati-hati di dalam menyikapi persoalan sosial yang timbul di tengah-tengah kita.

Nasehat untuk Fatin dan Achi

Sebelum menutup tulisan, izinkan saya memberi nasehat untuk Fatin dan Achi (juga para Muslimlah yang bermimpi ingin bersenang-senang, bebas tetapi masih bisa menggunakan jilbab nya).

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

” تركت فيكم أمرين ، لن تضلوا ما إن تمسكتم بهما : كتاب الله وسنتي “[رواه مالك بإسناد حسن

“Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara, kamu tidak akan tersesat selamanya yaitu kitab Allah dan Sunnahku.”(HR. Malik dengan Sanad Hasan)

خَيْرُ أُمَّتِي الْقَرْنُ الَّذِينَ بُعِثْتُ فِيهِمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ

“Sebaik-baik generasi adalah generasi saat aku diutus di dalamnya, kemudian generasi setelah mereka, kemudian generasi setelah mereka”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam juga pernah bersabda: “Ada dua golongan penghuni Neraka yang belum pernah aku lihat; Yaitu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi, mereka memukuli orang-orang dengannya. Dan wanita-wanita yang memakai baju tapi telanjang, berjalan dengan menggoyang-goyangkan pundak-nya dan berlenggak-lenggok.Kepala mereka seperti punuk unta yang condong. Mereka tidak akan masuk surga bahkan tidak akan mendapat wanginya, pada-hal sungguh wangi Surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” [HR. Muslim]

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kemudahan kepada umat (khususnya Fatin dan Achi) ini untuk dapat mewujudkan itu semua dan menjadi wanita sholehah, di mana semua tindak-tanduknya ditiru orang dan menjadi jariyah. Bukan justru memberatkannya di akherat kelak. 

Setiap orang selalu ingin meninggal dalam keadaan khusnul khatimah dan membawa amal jariyah (amal yang terus mengalir). Tentu amal tak akan jariyah jika apa yang kita lakukan melahirkan justru banyak kesesatan (menjerumuskan orang pada perilaku salah dan keliru). Wallahu A’lam Bish Showab.*

Penulis mahasiswa STID Mohammad Natsir 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:auratghazwul fikrijilbabperang pemikiran
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rezim Assad Bom Habis-habisan Masjid Khalid bin Walid di Homs
Tulisan selanjutnya China Tuduh AS, Uighur Sebut China Mendistorsi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelGhazwul Fikr

Populernya Hamas, Meredupnya Otoritas Palestina dan Mahmoud Abbas

22 November 2023 12:10
ArtikelGhazwul Fikr

6 Narasi Sinisme Perjuangan Palestina = Propaganda Zionis

10 November 2023 16:45
Ghazwul FikrTsaqafah

Sekularisme dan Liberalisme  

2 Desember 2022 12:55
Ghazwul FikrTsaqafah

Membangun Peradaban Bermartabat

13 November 2022 09:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?