Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dinilai Rasis Sinterklas Terancam Dilarang di Suriname

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 23 Desember 2011 23:50
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Para wakil rakyat di Suriname menilai festival yang menampilkan tokoh Sinterklas merupakan salah satu bentuk rasisme yang tidak memberikan contoh baik kepada anak-anak. Untuk itu perayaan yang menampilkan Sinterklas perlu dilarang.

Rasisme Sinterklas terletak pada tokoh-tokoh seputar cerita fiktif populer di kalangan Kristen itu. Sinterklas digambarkan sebagai sosok pria tua berkulit putih yang baik hati dan sering memberikan hadiah kepada anak-anak di malam Natal, sementara pembantunya adalah Piet Hitam (dalam bahasa belanda dikenal sebagai Zwarte Piet dan dalam bahasa Inggris disebut Black Peter), sosok pelayan berkulit keling.

Para wakil rakyat Suriname, negara bekas jajahan Belanda, menilai hubungan antara majikan yang berkulit putih dan pembantunya yang berkulit hitam itu bukan merupakan contoh yang baik bagi anak-anak.

Usulan pelarangan Sinterklas di Suriname itu pertama kali diajukan oleh mantan presiden Ronald Venetiaan, saat sesi debat anggaran kebudayaan.

Venetiaan menyebut perayaan Sinterklas di Lapangan Kemerdekaan ibukota Suriname, Paramaribo, merupakan “provokasi”.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Parlemen mengajukan larangan perayaan Sinterklas di sekolah-sekolah. Diharapkan usulan mereka akan disetujui saat pemerintah memberikan tanggapannya pekan depan. Demikian dilansir Radio Nederland, Jum’at (23/12/2011).

Hari Sinterklas biasa dirayakan pada tanggal 5 Desember setiap tahunnya.

Karakter Piet Hitam sangat kontras dengan Sinterklas yang digambarkan sebagai pria tua kulit putih, bertubuh tambun berkostum merah menyala dengan jenggot putihnya. Piet Hitam berwajah keling seperti namanya. Ia mengenakan pakaian seperti orang Moor. Bibir Piet bentuknya tebal dan rambutnya keriting seperti kebanyakan orang kulit hitam.

Majikan berkulit putih yang baik hati, memiliki pembantu orang kulit hitam yang selalu melayaninya, kedengarannya memang sangat rasis. Mengapa sang majikan harus berkulit putih, sementara pelayannya berkulit hitam. Mengapa tidak sebaliknya?

Pertengahan Nopember lalu, di Belanda sejumlah pengunjuk rasa ditangkap aparat gara-gara melakukan aksi unjuk rasa yang melakukan demonstrasi dengan mengenakan kaos bertuliskan “Piet Hitam adalah Rasisme”

Orang Belanda yang menilai tokoh Piet Hitam bukan bentuk dari rasisme mencari dalih asal-usul warna hitam Piet, dengan mengatakan bahwa warna hitam itu berasal dari jelaga di cerobong asap. Sebagaimana diketahui, Sinterklas memberikan hadiah Natal lewat cerobong asap.

Tapi mengapa Sinterklas juga tidak terkena jelaga? Padahal ia juga sering diceritakan masuk ke rumah-rumah yang dikunjunginya.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:natalold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mufti Mesir Akhiri Perselisihan dengan Salafy
Tulisan selanjutnya Jangan Terlambat Menyayangi Ibu!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?