Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Belanda Disebut Selundupkan Limbah B3 ke Indonesia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Februari 2012 04:34
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Meski pengalamannya menjajah bangsa Indonesia hamper 350 tahun telah melahirkan dampak negatif,  tapi Negara ini tak bisa mengambil pelajaran berharga. Dilaporkan The Jakarta Globe, Dinas Bea Cukai, Sabtu (28/01/2012) berhasil membongkar upaya penyelundupan besi tua besar-besaran di pelabuhan Tanjung Priok. Banyak peti kemas berisi baja tua masing-masing berbobot 28.200 kilogram, diduga tercemar limbah berbahaya klasifikasi B3.

Baja tua dikapalkan dari Inggris dan Belanda dengan dokumen palsu. Baja yang diselundupkan itu tiba di Jakarta dalam tiga kapal antara Desember 2011 dan Januari 2012. Delapan puluh sembilan peti kemas berasal dari Inggris dan 24 dari Belanda.

Dilaporkan ketika petugas pabean membuka pintu beberapa peti kemas, tercium bau busuk menyengat.

Direktur Jenderal Bea Cukai, Agung Kuswandono mengatakan, baja tua tersebut ternyata langsung dimasukkan ke peti kemas dari tempat sampah. Seharusnya, tambah Kuswandono, barang-barang harus dibersihkan dahulu.

“Kami telah berunding dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk menyelidiki apakah isi peti kemas itu benar-benar dapat dikategorikan B3.” Demikian tegas Dirjen Bea Cukai, Agung Kuswandono.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya sudah memeriksa peti kemas tersebut di Tanjung Priok bersama dengan Menteri Keuangan Agus Martowardojo. Balthasar mengatakan, setelah diperiksa ternyata dokumennya tidak sesuai dengan isi peti kemas.

Menurut dokumen peti kemas tersebut tidak berisi besi tua berbahaya.

Agus Kuswandono mengatakan, importir barang tersebut adalah PT HHS, sebuah perusahaan multinasional yang berbisnis di bidang besi tua. Ia mengatakan, ia berpegang pada asas praduga tak bersalah. Tapi kalau perusahaan itu terbukti bersalah, maka pemilik perusahaan bisa dihukum 5 sampai 15 tahun penjara.

Selain melanggar aturan imigrasi, perusahaan juga bisa dituduh melanggar UU lingkungan hidup.

Seperti diketahui, limbah atau sisa yang dihasilkan dari suatu kegiatan dan proses produksi, baik pada skala rumah tangga, industri, pertambangan, dan sebagainya bisa berupa gas dan debu, cair atau padat. Di antara berbagai jenis limbah ini ada yang bersifat beracun atau berbahaya dan dikenal sebagai limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Limbah B3).

Limbah yang digolongkan B3 bila mengandung bahan berbahaya atau beracun yang sifat dan konsentrasinya, baik langsung maupun tidak langsung, dapat merusak atau mencemarkan lingkungan hidup atau membahayakan kesehatan manusia.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islamMedia Islamold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tokoh Homo Indonesia Daftar Komnas HAM
Tulisan selanjutnya 45 Persen Wilayah Kalimantan akan Jadi Paru-Paru Dunia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?