Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ketakutan Syariah “Menguasai” Amerika Sangat Berlebihan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Maret 2012 17:42
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Bagaimanapun, hukum Islam (Syariah), tidak berlaku terhadap non-Muslim. Tapi hanya berlaku untuk kaum Muslim semata. Namun, beberapa Muslim Amerika mengakui ketakutan terhadap hukum Islam (Syariah) di Amerika sudah sangat berlebih-lebihan dan telah banyak dipolitisir.

Meskipun sudah banyak dijelaskan penerapan ini hanya berlaku untuk kaum Muslim, tapi masalah ini sering dipolitisir seolah akan “menguasai” Amerika pasca WTC, terutama oleh calon presiden dari Partai Republik.

“Beberapa politisi ingin menyalahgunakan kata dalam sorotan nasional yang mereka miliki,” kata Zahid Bukhari, Presiden Islamic Circle of North America (ICNA), dikutip CNN.

“Mereka mencoba untuk membuatnya menjadi kata yang kotor,” tambahnya.

Sebelum ini, anggota parlemen di setidaknya 15 Negara bagian Amerika telah memperkenalkan proposal melarang hakim lokal dari mempertimbangkan Syariah saat vonis pada masalah perceraian dan perselisihan perkawinan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurut Akbar Ahmed, Ketua Studi Islam di American University Washington, mengatakan larangan yang diusulkan seperti itu tidak masuk akal karena menerapkan hukum Syariah di negeri Amerika “tidaklah cocok.”

“Ini perdebatan kontemporer sedikit di luar proporsi,” kata Ahmed.

Menurut Akbar, bagaimana mungkin jumlah Muslim AS yang hanya 2% bisa memaksa atau mempengaruhi mayoritas .

“Jika komunitas Muslim hanya 2% di Amerika, bagaimana bisa 2%, bahkan jika semua orang menginginkannya, memaksakan Syariah pada 98%?.”

Dia menambahkan bahwa ketakutan orang Amerika telah mencapai batas berbahaya.

“Kami hampir mencapai tingkat histeria,” kata Ahmed dikutip onislam, .

“Ketika orang berkata, ‘Syariah akan datang ke Amerika,’ Aku bertanya, ‘Siapa yang membawanya?”

Karena itulah ICNA, kampanye ini juga sebagai jawaban atas usaha pelarangan hukum Islam (Syariah) selama dua tahun terakhir oleh kalangan Senat.

Di Tennessee, Louisiana dan Arizona sudah mengesahkan larangan “hukum syariah” dari sistem pengadilan atau lebih umum, undang-undang asing atau agama. Larangan seperti ini sudah disetujui di Negara bagian Oklahoma, Tennessee, dan Louisiana sejak tahun 2010.

Bulan Janurari 2012 lalu, calon presiden dari Partai Republik, Newt Gingrich, telah menyerukan untuk melarang hukum federal Syariah. Sementara rekan calon presiden partai Republik lainnya, Rick Santorum, juga sempat mengatakan hukum syariah merupakan “ancaman eksistensial” bagi Amerika.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AmerikaislamMedia Islamold migratesyariah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ICNA Kampanyekan Syariah di Amerika
Tulisan selanjutnya Amerika Miliki Prinsip Sama dengan Israel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?