Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

10 Alasan Keharusan Membantu Ikhwanul Muslimin di Mesir

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 Agustus 2013 13:43 1:43 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Agustus 2013 13:43
Bagikan
Bagikan

Oleh: AM. Waskito

DALAM sejarahnya, gerakan Al Ikhwan al Muslimun (Ikhwan) di Mesir sering mengalami cobaan-cobaan berat (Al Mihnah) yang menimpa para pemimpin dan pendukungnya. Pasca kudeta militer Jendral As Sisi terhadap Presiden Mursi pada 3 Juli 2013, jamaah Al Ikhwan kembali mengalami tekanan-tekanan berat. Kali ini lawan mereka bukan hanya militer Mesir dan kaum pemberontak Tamarod, tetapi juga aliansi internasional pendukung Zionisme Israel. 

Namun di kalangan umat Islam masih beredar sikap keragu-raguan menyikapi posisi jamaah Ikhwan. Ada yang mendukung, mendoakan, atau bersikap simpatik. Tetapi ada juga yang membiarkan Ikhwan, tidak peduli dengan kesulitan mereka, mencari-cari kesalahannya, bahkan mensyukuri berbagai musibah yang menimpanya. Masya Allah.

Setidaknya ada 10 alasan yang bisa dikemukakan, dimana kita sebagai sesama Muslim sangat penting dan layak mendukung jamaah Ikhwan di Mesir. Semua ini atas pertimbangan Syariat Islam, maslahat umat, dan prinsip keadilan.

Pertama. Sebagai sesama Muslim kita terikat hubungan Ukhuwah Islamiyah. Ulama menjelaskan, ekspresi ukhuwah yang tertinggi ialah Al Itsar, mendahulukan saudara seiman daripada diri sendiri. Sedang ekspresi ukhuwah paling minimal ialah Salatus Shadr, yaitu selamatnya hati kita dari prasangka buruk ke sesama Muslim.

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Nabi bersabda, “Tidaklah beriman salah seorang di antara kalian, sampai dia mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim, dari Anas Ra).

Kita tidak boleh cuek kepada sesama Muslim, tetapi harus peduli dengan nasib saudara; meskipun mereka jauh dan tidak mengenal diri kita.

Kedua. Ikhwan saat ini jelas-jelas sedang terzhalimi di Mesir. Mereka mengalami penindasan, perampasan hak-hak, difitnah, diserang, dibunuh, dan dihancurkan. Orang-orang yang terzhalimi ini tidak boleh dibiarkan, tetapi kita harus menolongnya, membantunya, mendukungnya untuk mendapatkan hak-haknya.

Nabi bersabda, “Seorang Muslim adalah saudara Muslim yang lain, tidak boleh mengkhianatinya, atau mendustainya, atau membiarkannya teraniaya.” (HR. Tirmidzi dari Abu Hurairah Ra). Nabi juga memerintahkan agar kita “menolong orang zhalim” yaitu dengan cara mencegahnya dari perbuatan zhalim (HR. Bukhari,  dari Anas Ra).

Ketiga. Jamaah Ikhwan saat ini sedang dikeroyok berbagai pihak,  meliputi militer, media sekuler, kaum liberalis, sosialis, Kristen Koptik, Syiah, Barat kolonialis, serta para pendukung Zionis Israel. Sebagai sesama Muslim dan terikat akidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah, kita harus menolong saudara-saudara seiman.

Keempat. Gerakan Ikhwan melalui Partai FJP telah meraih posisi besar, yaitu kepemimpinan politik yang didukung mayoritas rakyat Mesir. Ini adalah karunia, sangat strategis, dan susah sekali untuk meraihnya. Kepemimpinan ini bahkan merupakan amanat yang harus benar-benar dijaga, dirawat, dan dipertahankan.

Jangan menyia-nyiakan kesempatan itu, sebab ia  merupakan pengkhianatan atas amanat Umat dan agama. “Wahai  orang-orang beriman, janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul-Nya, dan (janganlah)  kalian mengkhianati amanah yang dipercayakan kepada kalian,  sedangkan kalian mengetahuinya.” (QS: Al Anfal: 27).

Jika bicara tentang kepemimpinan politik (otoritas), kaum Muslimin jangan bersikap tawadhu’,  pemurah, atau mudah berbagi.  Sudah tak waktunyaberbagi kekuasaan dengan musuh, kecuali untuk strategi. Sebab jika otoritas politik jatuh ke tangan musuh Islam,  dari pengalaman selama ini, ia sering digunakan oleh mereka untuk tujuan eksploitasi, marginalisasi, dan penindasan umat. Contohlah kaum Muslimin Turki yang sangat kuat dalam tekad,  percaya diri, loyal murni terhadap  amanat agama.

Kelima. Jamaah Ikhwan sedang berjuang mengakhiri dominasi militer Mesir yang terkenal korup, menindas, dan sewenang-wenang. Fakta berbicara, setelah kudeta 3 Juli 2013, militer Mesir telah berkali-kali melakukan penangkapan, penculikan, pemenjaraan, pembunuhan, dan pembantaian terhadap warga sipil, khususnya pendukung Presiden Mohammad Mursy. Hal seperti itu  sudah biasa mereka lakukan  dalam kurun 60 tahunan terakhir.  

Nabi bersabda, “Sesungguhnya  manusia jika melihat orang berbuat zhalim, lalu tidak berusaha mencegah tangannya, dikhawatirkan Allah akan meratakan hukuman atas mereka semua, karena pembiaran kezhaliman itu.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, An Nasa’i, dari Abu Bakar As Shiddiq Ra).

Keenam.  Ikhwan sedang berusaha mengakhiri politik penindasan yang telah lama menimpa aktivis-aktivis Islam. Hal itu dimulai dari Mesir dengan memperjuangkan otoritas pemerintahan sipil yang melindungi darah dan jiwa kaum Muslimin. Jika upaya di Mesir berhasil, insya Allah keberhasilan yang sama bisa diharapkan berlaku di negeri-negeri lain. Seperti kita ketahui, rezim militer Mesir ialah yang paling kejam kepada para aktivis Islam.

Nabi bersabda, “Seorang Muslim adalah saudara Muslim yang lain, tidak boleh menzhaliminya, atau membiarkannya dizhaliminya. Siapa yang membantu hajat saudaranya, maka Allah akan membantu hajatnya.  Siapa yang melepaskan seorang Muslim dari sebuah kesulitan, maka Allah akan melepaskannya dari satu kesulitan di antara kesulitan-kesulitan di  Hari Kiamat. Siapa yang menutupi aib seorang Muslim, Allah akan menutupinya di Hari Kiamat.” (HR. Bukhari dan Muslim, dari Ibnu Umar Ra).

Tujuh. Ikhwan sedang berjuang membebaskan Mesir dari plot kebijakan luar negeri yang selalu menghamba, melayani, menjaga, dan memuja kepentingan Zionis Israel. Sejak Anwar Sadat menanda-tangani perjanjian Camp David, Mesir kehilangan kedaulatannya. Negeri besar itu hanya mampu menjadi pelayan kepentingan Yahudi Israel.

Kepetingan Zionis-Yahudi semakin menghawatirkan di kawasan Timur Tengah, khususnya masalah Palestina semenjak Mesir di bawah kendali Mursy. Karena itu, tidak mungkin Israel membiarkan kekuasan Mursy terus langgeng.

Orang-orang Yahudi telah menimpakan bala dan nestapa sangat panjang kepada Umat Islam. Mereka bersinergi dengan orang-orang paganis untuk melawan Allah  dan Rasul-Nya, serta menguji kaum Muslimin. “Sungguh kamu akan mendapati sekeras-keras manusia dalam permusuhannya kepada orang Mukmin, yaitu orang-orang Yahudi dan orang-orang yang menyekutukan (Allah).” [QS: Al Maa’idah: 82].  

Delapan. Jamaah Ikhwan berusaha mengakomodir aspirasi dan kepentingan kaum Muslimin di Mesir setelah sekian lama dimarginalkan, ditekan, dan diabaikan. Kekuatan Islam Mesir harus mendapat tempat yang layak, karena suara politik mereka memang besar. Jika selama ini militer Mesir memposisikan diri sebagai perintang politik Islam, maka masyarakat Mesir berhak mendapatkan kedaulatan atas aspirasi dan ekspresi politik mereka.

Sembilan.  Secara manusiawi gerakan Ikhwan berhak mendapatkan hasil dari perjuangan politik mereka, sejak era Syaikh Hasan Al Banna rahimahullah. Perjuangan mereka, pengorbanan, dan kesabarannya layak mendapat hasil setimpal, berupa kekuasaan dan kepemimpinan. Selagi kekuasaan itu dikembangkan demi kemaslahatan hidup rakyat Mesir, bukan demi egoisme dan monopoli, hal itu harus didukung sepenuhnya. “Dan bagi  setiap orang akan mendapatkan derajat-derajat sesuai yang mereka amalkan, dan tidaklah Rabb-mu lalai (memberi hasil) atas  apa yang mereka amalkan.” [Al An’aam: 32].

Sepuluh. Al Ikhwan sedang berjuang melawan “tirani demokrasi”, yaitu suatu gerakan politik yang membawa missi kolonialisme dengan mengatas-namakan demokrasi. Gerakan ini akan merampas kemenangan politik apa saja, meskipun bersifat demokratis, jika kemenangan itu diraih gerakan Islam. Sebaliknya, jika kemenangan itu dicapai musuh Islam, meskipun dengan cara-cara licik dan ilegal, mereka akan ridha dan mencintai.

Tirani demokrasi ini jika tidak dihadapi, maka kaum Muslimin akan kehilangan kesempatan memimpin negara. Apa  kita rela dunia ini dikuasai manusia-manusia durjana yang sehari-hari selalu menghina Allah dan Rasul-Nya, menumpahkan darah manusia,  serta membuat kerusakan di muka bumi? “Wahai orang-orang beriman hendaklah kalian menjadi penegak-penegak (kebenaran) karena Allah dan menjadi saksi atas keadilan.” (Al  Maa’idah: 8).  

Dengan alasan-alasan seperti ini sangat mudah dipahami jika mayoritas ulama di dunia saat ini mengecam kudeta militer Jendral As Sisi di Mesir dan menuntut pemulihan hak-hak Konstitusional Presiden Mursi. Front ulama Al Azhar di Mesir, ulama dan cendekiawan Saudi, ulama di Sudan, Turki, Qatar, Tunisia, dan lainnya sepakat akan kezhaliman kudeta militer Jendral As Sisi dan perwira-perwira militer pendukungnya. 

Pemimpin kita,  sempat menyeru warganya, agar tidak ikut campur urusan politik di negeri Mesir. Pemimpin semacam ini menyedihkan dan  Sangat ironis!

AM.  Waskito adalah penulis buku “Air Mata Presiden Mursi”, terbitan Pustaka Al Kautsar, cetakan pertama Ramadhan 1434 H

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:al ikhwan al muslimunikhwankepentingan israelMesirmursyZionis-yahudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI Minta Pembagian Zakat Berlangsung Tertib
Tulisan selanjutnya Ikut Doa di Tembok Ratapan, Tim Barca Dipuji Penjajah Zionis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang

Berita
30 Agustus 2026 17:04
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
600 Aktivis Wahdah Islamiyah Ikuti Standardisasi Dai MUI

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?