Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Langsung dari Gaza

‘Pabrik’ Anak Gaza, Pabrik Mujahidin

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 Mei 2012 08:57
Bagikan
Bagikan

Bocah-bocah berserakan di seantero Gaza, tak ada kekhawatiran, yang ada ledakan-ledakan harapan. foto: Sahabat Al-Aqsha

JALUR GAZA, Ahad (Sahabatalaqsha.com): Salah satu pemandangan yang paling sering ditemui Tim Sahabat Al-Aqsha (SA2Gaza) di sini adalah bocah-bocah.

Gerombolan anak bermain di jalan-jalan berdebu dan penuh sampah di berbagai kamp pengungsian. Kadang-kadang mereka melesat berlari menyeberang jalan begitu saja tanpa melihat ke kanan dan kiri; tidak heran kalau sering kali mobil yang kami naiki hampir saja menabrak mereka.

Kami temui gerombolan anak bermain di tepi pantai. Gerombolan anak di tempat rekreasi di Madinatul Azda’. Sekelompok kecil anak di desa As-Siafah –  yang paling dekat dengan daerah yang dikuasai penjajah Zionis – berhenti bermain dan memandang kami dengan tatapan waspada ketika kami mengambil gambar mereka.

Mata biru bocah Rafah. foto: Sahabat Al-Aqsha

Baca Juga

MUI Apresiasi Pertemuan OKI Bahas Masjid Al-Aqsha yang Dinodai ‘‘Israel’’
Hamas akan Memilih Kepala Cabang Baru Gaza Minggu Ini
Gaza Memulai Upaya Inokulasi di Tengah Kekurangan Vaksin Covid-19
Indonesia Bisa Terima Miliaran Dollar Dari Amerika jika Normalisasi dengan ‘‘Israel’’
Gaza Cabut Pembatasan Covid-19, Masjid hingga Pasar Dibuka Kembali

Kami temui berbagai “bentuk” anak di Gaza. Mulai dari yang pirang dan bermata biru atau abu-abu sampai si rambut hitam keriting bermata coklat. Mulai dari yang dekil dan ingusan sampai yang bersisir rapi dengan jepitan rambut berwarna-warni. Mulai dari yang pemalu ketika didekati relawan SA2Gaza, sampai yang justru ‘agresif’ mendekati dan bertanya kepada kami, “Anta min Siin? Anda dari Cina?”

Ada yang bicaranya lemah lembut seperti putri dongeng. Ada juga yang badannya sudah besar –sekitar kelas 2 SD– digoda oleh relawan kita apakah dia juga sekolah di TK Bintang Al-Quran yang kita bantu? Anak lelaki itu berkata keras dengan wajah syok, “Laaaa! Audzubillah! Nggak lah! Aku berlindung kepada Allah! (dari sekolah di TK dengan badan segede gini).” Tersinggung nih ye…

Semuanya, setiap anak ini, indah dilihat.

“Gaza ini seperti pabrik anak,” komentar relawan SA suatu kali. Tokoh masyarakat yang menemani kami ketika itu mengangguk membenarkan dengan penuh semangat.

Tidak heran. Anak adalah fokus penting kehidupan penduduk Gaza. Begitu juga, tentu saja, urusan pernikahan. Kebanyakan perempuan Gaza yang kami temui menikah di usia sangat muda, misalnya di usia 15 tahun atau bahkan lebih muda.

Cityboy yang cool… keren… soleh… calon Mujahid. foto: Sahabat Al-Aqsha

Kenapa demikian? “Kami ingin melindungi anak-anak kami dari maksiat dan dosa,” ujar seorang ibu yang menikahkan anak gadisnya di usia 16 tahun dan anak lelakinya di usia 21 tahun. “Kami tidak mau anak-anak kami berpacaran, karena itu kami suruh mereka menikah dan hidup bersama kami.”

Tidak heran kalau di sejumlah rumah berkumpul seorang ibu yang melahirkan anak di usia 40 tahun bersamaan dengan kelahiran cucunya yang ke sekian.

Dalam salah satu rumah, misalnya, relawan SA2Gaza berkenalan dengan tiga orang wanita muda cantik berusia 16 dan 17 tahun yang semuanya sudah menikah dan “happy” tinggal bersama keluarga suaminya. Jarang terdengar cerita tentang konflik menantu-mertua karena keluarga-keluarga Gaza memperlakukan menantu mereka sama saja seperti memperlakukan anak sendiri. Makan bersama, lapar bersama.

Beberapa kali pula relawan SA2Gaza menemui keluarga-keluarga yang menyatukan lebih dari seorang istri. Di salah satu rumah, kami menemui seorang perempuan menggendong, menyuapi dan menciumi seorang bocah ganteng bermata abu-abu berambut pirang dengan penuh gemas.

Perempuan itu adalah istri pertama dari seorang penduduk Jabaliya, yang sudah melahirkan tujuh orang anak. Namun empat bayinya meninggal dunia. Suaminya masih sangat menginginkan anak-anak karena memang sangat mencintai mereka. Si perempuan lalu menyuruh suaminya menikah lagi dengan seorang janda syuhada beranak satu. Kini si suami memperoleh dua anak lagi dari istrinya yang baru. Nah, si bocah ganteng itu adalah anak bungsu dari istri muda!

Perempuan Palestina memang terkenal sangat subur dan masyarakatnya memiliki tingkat kelahiran yang tinggi. Diperkirakan jumlah penduduk Jalur Gaza yang hanya seluas 360 km2 ini sekitar 1,7 juta penduduk dengan konsentrasi terbesar ada pada Jabaliya.

Bocah-bocah TK Bintang Al-Quran. foto: Sahabat Al-Aqsha

Pada Perang Al-Furqan di pertukaran tahun 2008-2009, ketika bom-bom Zionis menewaskan sekitar 1400 orang penduduk mulai dari yang tua sampai yang bayi, Allah mentaqdirkan dalam masa 22 hari yang sama itu lahirlah di Gaza sekitar 3500 bayi.

Di hampir setiap rumah yang kami datangi, bukti “kekayaan” Gaza bernama anak adalah yang paling terlihat. Ada yang beranak 10, ada yang beranak 13, banyak yang beranak sedikitnya lima orang. Tak sedikit rumah yang menampung anak-anak yatim – karenanya tak ada panti asuhan yatim piatu di Gaza ini.

“Hidup di Gaza sesudah pengepungan selama lima tahun ini susah sekali,” ujar seorang ibu. “Kaum ibu harus pandai mengatur keuangan yang cuma sedikit ini untuk mencukupi kebutuhan pangan keluarga, termasuk menanam ini itu sendiri.”

“Tapi anak kalian banyak sekali. Apa tidak sebaiknya membatasi jumlah anak?” salah seorang relawan SA ‘ngetes.’

“Laaa! Tidak akan!” seorang nenek bercucu entah berapa puluh menjawab tegas dengan wajah agak syok mendengar “saran” kami. Dia lalu mengutip salah satu hadits Rasulullah Sallallahu ‘alayhi wa sallam agar ummat Islam membanyakkan jumlah mereka demi membanyakkan jumlah ummat di Akhirat nanti.

“Anak-anak kami dibunuhi, maka kami akan terus melahirkan,” komentar seorang ibu muda.

Relawan cilik Sahabat Al-Aqsha di Gaza. foto: Sahabat Al-Aqsha

“Betul itu, supaya keluarga-keluarga kami bisa terus memproduksi mujahidin baru, penghafal-penghafal Quran baru…” jawab si nenek berapi-api.

Sambil meninggalkan sebuah rumah penduduk yang ‘kemriyek’ dipenuhi bocah-bocah menggemaskan, salah satu relawan SA2Gaza berkomentar, “Gara-gara pengepungan Zionis, listrik di Gaza sering mati. Ya jelas saja, jumlah anak lahir makin banyak! Salah Zionis sendiri…”

Rakyat Gaza yakin Allah yang memberi anak-anaknya rezeki. Dan memang begitulah kenyataannya. (Sahabatalaqsha.com)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gazaold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mufti Saudi: “Musim Semi Arab” Disebabkan Dosa
Tulisan selanjutnya Kegembiraan di ‘Taman Ria’ Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

BPJPH Dorong Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Jelang Wajib Halal 2026

Berita
8 Juni 2026 19:00
Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola
MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban

Terbaru

  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
  • Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
  • China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase

Mungkin Anda Juga Suka

Langsung dari Gaza

2 Nelayan Gaza Tewas Ditembak Tentara Mesir Saat Melaut

28 September 2020 09:33
membombardir saudi
Langsung dari Gaza

Hamas Umumkan Kesepakatan Akhiri Agresi ‘Israel’ di Gaza

1 September 2020 08:59
membombardir saudi
Langsung dari Gaza

Israel Kembali Gempur Gaza dengan Serangan Drone dan Pesawat Tempur

28 Agustus 2020 20:57
Langsung dari Gaza

Empat Warga Palestina Meninggal Dunia dalam Serangan ‘Israel’ di Gaza

26 Agustus 2020 12:49
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?