Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Reuters Kesandung Ninja Wanita Iran

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 22 Mei 2012 15:33
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Iran mengatakan bahwa mereka telah mulai mengambil langkah hukum terhadap Reuters, menyusul dihentikannya operasional kantor berita internasional itu di Teheran terkait laporan tentang ninja wanita, lapor AFP.

“Keputusan final apakah Reuters bisa melanjutkan kegiatannya di Teheran tergantung pada keputusan pengadilan,” kata Muhammad Javad Aghajari, kepala bagian media asing di kementerian kebudayaan seperti dikutip kantor berita resmi Iran IRNA, Senin (21/05/2012).

“Kasus ini belum mencapai kesimpulan dan belum masuk ke pengadilan,” kata Gholam Hossein Mohseni Ejeie, kepala kejaksaan Iran.

Menurut sumber-sumber yang dekat dengan AFP, dakwaan yang akan dilayangkan kepada Reuters berupa ancaman terhadap keamanan nasional Iran, propaganda menentang rezim dan tuduhan lain yang belum diungkapkan. Sampai saat ini tuntutan itu belum ada yang dikemukakan ke publik.

Pernyataan yang dikeluarkan pihak Reuters mengatakan bahwa mereka telah meminta maaf atas pemberitaan tentang ninja itu dan telah menarik berita tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tidak ada staf Reuters di Teheran yang besedia berkomentar, karena perusahaan melarang mereka untuk memberikan pernyataan ke publik.

Kasus ini berawal dari pemberitaan Reuters tanggal 16 Februari tentang sekelompok ninja perempuan yang sedang dilatih di kota Karaj, sebelah barat Iran.

Para wanita beserta pemimpin klub ninutsu yang ditampilkan dalam rekaman video itu keberatan dengan judul berita asli yang ditulis Reuters: “Thousands of female Ninjas train as Iran’s assassins.”

Kemudian Reuters mengubahnya menjadi “Three thousand women Ninjas train in Iran” (Tiga ribu ninja wanita dilatih di Iran). Tetapi, akhirnya Reuters menarik berita tersebut.

Aghajari mengatakan, kantor Reuters di Teheran dihentikan karena laporan yang ditulisnya mengesankan bahwa Iran mengajarkan pembunuhan dan terorisme.

Pada bulan Maret lalu, kepala redaksi Reuters global Stephen Adler kepada koran New York Times mengakui bahwa judul kepala berita itu memang “sangat buruk”, oleh karena itu perlu diganti.

Meskipun demikian, ia merasa tidak ada yang salah dengan isi beritanya.

Reuters yang aslinya adalah sebuah perusahaan Inggris, sejak tahun 2008 menjadi bagian dari perusahaan konglomerat media asal Kanada, Thomson Reuters. Operasional kantor berita itu dikendalikan dari London dan New York.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:iranold migratewanita
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Keluarga Sakinah, Modal Untuk Reuni Di Surga [1]
Tulisan selanjutnya Awas, di Solo Ada Buku SD Bergambar Nabi Muhammad

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?