Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Anti Jilbab, Kepsek Turki Diberhentikan

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 9 Juni 2012 19:24
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang kepala sekolah yang melakukan diskriminasi kepada siswa berjilbab di Adana, Turki, hari Kamis akhirnya diberhentikan, lansir Today’s Zaman (8/6/2012).

Kepala sekolah itu telah melarang siswa putri terbaik, Tugba Demir, naik ke atas podium dan menerima penghargaan karena ia memakai kerudung. Sedangkan tiga siswa putri lainnya yang mengenakan kerudung disuruh kepala sekolah itu, Ayla Avsar, duduk di barisan belakang saat acara wisuda berlansung.

Peristiwa itu terjadi di sebuah sekolah khusus wanita Adana Ihsan Sabanci, awal pekan ini.

Berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Gubernur Adana, Huseyin Avni Cos, akhirnya kepala sekolah itu diberhentikan.

Direktur Pendidikan Provinsi Adana Mehmet Ali Selamet membenarkan adanya pemecatan kepala sekolah tersebut, seraya mengatakan bahwa seorang inspektur telah ditugaskan untuk menyelidiki kasus itu lebih lanjut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Anti Jilbab di universitas

Sementara itu, seorang mahasiswa sebuah universitas di Izmir juga mengalami diskriminasi. Ia diusir saat sedang menjalani ujian akhir oleh profesornya, karena mengenakan jilbab.

Zeynep Cebi, mahasiswa tahun ketiga jurusan filsafat di Universitas Aegean, dipaksa keluar ruangan oleh profesor Sabri Surgevil.

Cebi mengatakan, ia mengambil mata kuliah sejarah peradaban yang diajar Surgevil.

“Saya sedang ujian akhir. Profesor datang dan mengatakan bahwa saya tidak mungkin ikut ujian dalam keadaan seperti itu (berkerudung). Dia merampas kertas ujian dihadapan saya. Saya terpaksa meninggalkan kelas,” cerita Cebi.

Dua orang mahasiswa putra ikut meninggalkan kelas sebagai bentuk protes mereka atas tindakan yang dilakukan profesor mereka.

Abdullah Sidar dan Yusuf Gezer mengatakan, mereka meninggalkan kelas untuk menujukkan dukungan kepada Cebi.

Sampai tahun 2010 para siswa putri Turki tidak dapat masuk universitas karena larangan ketat atas jilbab. Larangan itu kemudian diperingan lewat surat edaran yang dikirim ke perguruan-perguruan tinggi oleh Badan Pendidikan Tinggi (YOK). Namun, sejumlah universitas dan pengajarnya masih menolak untuk memperbolehkan jilbab dipakai oleh mahasiswa putri mereka.*  

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:jilbabold migratesekolahsiswaTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Israel Bangun Kurungan Raksasa untuk Imigran Afrika
Tulisan selanjutnya Mesti Ada Lembaga Yang Menggugat Gramedia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Berita
13 Juli 2026 16:30
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?