Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

UNRA Tidak Becus, Pengungsi Sudan Mogok Makan

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 28 Juni 2012 08:07
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Para pria dan wanita serta anak-anak pengungsi Sudan di Libanon berkumpul di dekat markas badan urusan pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa UNRA, guna memprotes ketidakpedulian lembaga itu terhadap kondisi mereka.

Para pengungsi pria telah memulai aksi mogok makan sejak 12 hari lalu. Sebagian dari mereka mulai mengalami bermacam komplikasi dan dilarikan ke rumah sakit. Lainnya, masih bertahan meskipun sudah menampakkan tanda-tanda kelelahan.

“Saya merasa pusing dan tidak dapat bergerak,” kata Hamid Muhammad kepada Al Arabiya dengan suara pelan dan berusaha untuk bicara.

“Saya hanya minum air dan jus sejak mulai mogok makan. Dan cuaca panas membuatnya semakin buruk,” imbuhnya, dikutip Al Arabiya (27/6/2012). Dia bersikukuh tidak akan berhenti mogok makan sebelum UNRA (United Natioan Refugee Agency) memenuhi tuntutannya.

“Saya sudah 15 tahun di Libanon dan hingga saat ini status saya masih belum diklarifikasi. Dan saya tidak diberikan dokumen yang menyebutkan bahwa saya seorang pengungsi,” jelas Muhammad.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Permintaan kejelasan status pengungsi Sudan di Libanon terus bertambah. Tidak hanya itu, mereka juga minta dipindahkan dari Libanon ke negara lain, sebab Libanon tidak menaturalisasi pengungsi dan tidak menandatangai konvensi PBB tentang status pengungsi.

“Karena status kami yang diremehkan, kami tidak bisa menyekolahkan anak-anak kami,” kata Harun Abdul Aziz, salah satu pengungsi lain yang ikut mogok makan.

“Lembaga itu [UNRA] bahkan tidak mengupayakan tindakan yang minimal,” imbuhnya.

Abdul Aziz berada di Libanon sudah 7 tahun. Ia mengaku tidak lagi mendapat bantuan badan PBB sejak 2009.

“Status kami membuat kami tidak bisa bekerja. Maka kami bekerja secara sembunyi-sembunyi untuk menopang keluarga setelah lembaga itu mengabaikan kami,” jelasnya.

Abdul Aziz.

Namun, identitas pengungsi pun ternyata tidak begitu saja menyelesaikan masalah.

Seorang pengungsi lain, yang tidak ingin menyebutkan namanya, mengaku ditangkap dua kali oleh polisi. Hal itu dikarenakan ia memiliki identitas yang menunjukkan bahwa ia pengungsi, tetapi tidak memiliki izin tinggal. Libanon hanya mengakui izin tinggal. Ia dikurung oleh polisi sampai tujuh bulan lamanya. Oleh karena UNRA baru mengontak pihak berwenang Libanon tujuh bulan setelah ia ditangkap.

Para pengungsi bertekad tidak akan mundur sebelum tuntutannya benar-benar dipenuhi UNRA.

Selama ini, mereka berhenti protes jika sudah mendapatkan janji. Tapi janji itu tidak pernah ditepati UNRA. Berulang kali pengungsi protes, berulang kali pula UNRA tidak memenuhi janji-janjinya.

Jurubicara UNRA di Libanon Dana Sueiman, mengatakan bahwa lembaganya melakukan yang terbaik untuk memenuhi tuntutan para pengungsi.

Namun, karena mereka masih mempelajari kasus-kasus para pengungsi, maka tuntutannya tidak dapat dipenuhi dengan cepat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 18 Tahun Belajar Adab
Tulisan selanjutnya Yaman Akui Drone AS Dipakai Memburu Al Qaidah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?