Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Didesak Mundur, PM Iraq Al Maliki Ajukan Pemilu Dini

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 28 Juni 2012 16:38
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Lewat pernyataan yang dirilis Selasa lalu dalam situsnya, Perdana Menteri Iraq Nuri Al Maliki yang didesak mundur menyatakan bahwa ia menyeru dilakukannya pemilihan umum lebih dini.

“Ketika pihak lain menolak untuk duduk di meja dialog dan bersikukuh mendesak dilakukannya suksesi yang mana dapat mengancam kepentingan utama dari rakyat Iraq, perdana menteri mendesak diselenggarakannya pemilihan umum dini,” kata Al Maliki dalam pernyataan yang dikutip AFP Rabu (27/6/2012).

Pemilihan umum parlemen yang akan datang seharusnya digelar pada tahun 2014.

Menurut konstitusi Iraq, parlemen dapat dibubarkan dengan suara mayoritas absolut. Prosesnya bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama, atas permintaan sedikitnya sepertiga anggota parlemen. Kedua, atas permintaan perdana menteri yang harus mendapatkan persetujuan dari presiden.

Terkait permintaan perdana menteri Iraq berlatar belakang Syiah itu, sikap Presiden Jalal Talabani belum jelas.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Setelah pemilu terakhir Maret 2010 lalu, pemerintahan belum dibentuk sampai bulan Desember. Sejumlah posisi penting dalam kabinet hingga kini juga masih dibiarkan kosong, seperti kementerian pertahanan dan dalam negeri.

Al Maliki yang membentuk pemerintah koalisi bersama partai Syiah pimpinan Muqtada Al Sadr, dinilai kelompok sekuler di parlemen, Blok Iraqiya, berusaha menggenggam sendiri kekuasaan di tangannya.

Tindakan kentara yang dilakukan Al Maliki untuk menjadikan kelompoknya berkuasa penuh di Iraq adalah dengan menuduh sejumlah lawan politiknya melakukan tindakan terorisme, seperti yang ditujukan kepada Wakil Presiden Tariq Al Hashimi.

Al Maliki, yang naik ke kursi perdana menteri atas dukungan Amerika Serikat, hanya beberapa jam setelah Washington menarik mundur pasukannya pada akhir 2011 langsung menetapkan Al Hashimi, seorang Muslim, sebagai buronan pelaku terorisme.

Keinginan Al Maliki untuk menguasai Iraq juga dinyatakan oleh pemimpin Wilayah Otonom Kurdistan Masoud Barzani.

Pemimpin Kurdi itu bahkan sengaja terbang ke Washington pada awal April lalu untuk bertemu para pemimpin AS dan menyampaikan perihal kelakuan Al Maliki yang disebutkan mengkonsolidasi kekuasaan seperti diktator.

Suku Kurdi, yang menjadi tempat perlindungan Al Hashimi, juga bertekad tidak akan menyerahkan wakil presiden itu ke Baghdad, sebab akan menimbulkan kepincangan politik di Iraq.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Berpelukan di Pantai, Uskup Argentina Mengundurkan Diri
Tulisan selanjutnya Pasukan Al Assad dan Shabiha Lakukan Kekerasan Seksual

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi

Berita
19 Oktober 2026 12:57
Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina
Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’

Terbaru

  • Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina
  • Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?