Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Neo-Nazi Pakai Jejaring Sosial Sebarkan Ideologinya

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 15 Juli 2012 21:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Neo-Nazi semakin sering gunakan jejaring sosial seperti Facebook dan Youtube untuk merekrut remaja dan menyebarkan ide-ide ekstrem kanan yang terselubung dengan baik

“Bagi neo-Nazi, jejaring sosial adalah wadah perekrutan yang ideal, karena sangat disukai kaum muda,” kata Stefan Glaser, kepala bagian penanggulangan neo-Nazi dalam organisasi perlindungan remaja, jugendschutz.net.

Organisasi yang disokong pemerintah semua negara bagian Jerman itu memeriksa internet dan mencari situs yang membahayakan remaja. Mereka semakin sering menemukan akun neo-Nazi dalam jejaring sosial.

Apa yang mereka temukan dalam Facebook atau YouTube telah menggantikan sepenuhnya fungsi situs internet, demikian laporan yang diterbitkan tahun 2011. Jugendschutz.net memperkirakan, dalam jejaring sosial neo-Nazi merasa lebih aman dari kejaran aparat keamanan.

Jejaring sosial memudahkan mereka menyebaran ide kepada banyak orang sekaligus, kata Stefan Glaser. Inti pandangan ekstrem kanan sering diselubungi. Neo-Nazi kerap menggunakan tema yang emosional, untuk menarik perhatian remaja dan mendorong remaja untuk setuju. Jika tema yang diketengahkan perlindungan bagi anak-anak dari penganiayaan, banyak pengguna jejaring sosial yang dengan cepat mengklik tombol “suka” (like) atau “bagikan” (share).

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Misalnya video musik bertema pelecehan seksual terhadap anak-anak yang dibuat neo-Nazi, yang di YouTube jumlah kliknya mencapai hampir satu juta. Padahal jika ditelaah lebih jauh, maka akan tampak pandangan rasis dan anti demokrasi yang berada di balik film tersebut, khas neo-Nazi.

Apabila pemantau internet menemukan situs yang bersifat ekstrem kanan, mereka akan mencabutnya dari internet, jika “provider” bersedia.

Pada tahun 2011, jugendschutz.net mendaftar lebih dari 970 pencabutan akun dari jejaring sosial. Tetapi akun neo-Nazi sering kembali muncul segera setelah dihapus, kata Glaser. Dalam hal ini, pengurus wadah internet juga wajib mengawasi. Karena secara teknis sangat mudah, untuk mengenali isi yang identis dan mencegahnya untuk kembali diterbitkan. Demikian tulis Deutsche Welle (12/7/2012).*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:facebookold migratePemuda
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Palang Merah: Konflik Suriah Jadi Perang Sipil
Tulisan selanjutnya Saudi Sumbang US$100 Juta untuk Otoritas Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?