Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Masjid di Suriah Jadi Kamar Mayat

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 15 Juli 2012 23:29
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Dengan semakin banyaknya jumlah korban pembantaian atas warga sipil Suriah oleh pasukan pemerintah Bashar Al Assad, mayat-mayat berceceran yang ditemukan di jalan-jalan dibawa ke tempat penampungan sementara di masjid-masjid Suriah. Hal itu menjadikan masjid, yang utamanya berfungsi sebagai tempat ibadah, seperti kamar mayat.

Di desa Al Tremsa (Turaymisah) wilayah Gubernuran Hama, tempat pemukiman warga Muslim (Sunni) di mana lebih dari 200 orang dibantai oleh pasukan loyalis Bashar Al Assad, mayat-mayat dijajarkan di masjid besar setempat untuk diidentifikasi oleh keluarganya.

Dewan Revolusi Hama mengatakan, serangan di wilayah pemukiman Muslim (Sunni) itu merupakan upaya pembersihan etnis (genosida) oleh rezim Bashar Al Assad yang merupakan penganut Syiah Alawiyah. Terlebih, wilayah tersebut dan jalan-jalan yang menuju daerah setempat sudah dibarikade oleh pasukan pemerintah selama enam bulan, lansir Al Arabiya (15/7/2012).

Desa Turaymisah letaknya dikelilingi enam desa Syiah Alawiyah. Dewan Revolusi Hama mengatakan, pasukan loyalis Bashar Al Assad masuk ke desa untuk membantai warga setempat lewat desa-desa Syiah tersebut.

Menurut sebuah laporan tentang pembantaian massal itu, 200 tank dan kendaraan militer mengepung Turaymisah pagi hari dan lima helikopter terlihat mengitari langit desa itu sebelum serangan dilancarkan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Ketika serangan sudah dimulai, kata laporan itu, pasukan dari kelompok oposisi yang berada di daerah tetangga segera bergerak menuju lokasi untuk mempertahankan desa. Mereka terlibat baku tembak selama tujuh jam. Saat pertempuran berakhir, sedikitnya 150 orang ditemukan tewas di antara reruntuhan bangunan, di lahan terbuka dan juga di Sungai Al Asi.

Laporan tersebut juga mengatakan bahwa 40 orang dieksekusi tanpa proses pengadilan, 30 orang dibakar hingga mayatnya tidak dapat diidentifikasi, dan anggota dari tiga keluarga disiksa hingga meninggal dunia.

Menurut seorang koresponden Al Arabiya di Suriah, pemantau internasional tiba di Turaymisah dua hari setelah para aktivis mengumumkan ada 220 korban tewas dalam serangan yang dilakukan oleh pasukan sipil pendukung Al Assad yang didukung oleh helikopter militer pada Kamis 12 Juli kemarin.

Pemantau internasional masuk ke Turaymisah untuk mengevaluasi serangan yang terjadi, setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa mengumumkan gencatan di wilayah itu. Menurut jurubicara PBB di Damaskus Suzanne Ghouseh, delegasi pemantau itu terdiri dari pakar sipil dan militer.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migratepembantaiansuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saudi Sumbang US$100 Juta untuk Otoritas Palestina
Tulisan selanjutnya Mahfud MD: Pesantren Harus Ikut Berantas Korupsi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?