Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Syiar Ramadhan

Tidak Puasa? Apa Kata Bang Rhoma?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Agustus 2012 13:38
Bagikan
"Dulu milih pilihan kiai, kini juga kembali pilihan kiai"
Bagikan

PUASA ini lebih istimewa bagi Sukadi (53). Pria yang sehari-hari berjualan sayur-mayuran keliling ini mengaku lebih sehat dari tahun-tahun lalu. Maklum, sebelum ini, dia dikenal sebagai perokok berat. Namun setelah memutuskan berhenti merokok, meski tambun, tubuhnya lebih sehat dari biasanya.

“Semenjak dokter menasehati harus stop merokok, saat itu juga saya berhenti,” ujarnya kepada hidayatullah.com  yang ditemui di pasar Kalidamen, dekat Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya .

Seperti diketahui, dokter menemukan, Sukadi memiliki penyakit paru-paru. Jika diteruskan kebiasaan merokok, otomatis akan pula memperparah penyakitnya. Kini, setelah tak menyentuh asap beracun itu, kesehatannya lebih baik lagi.

Meski bulan Ramadhan, pria asal Lamongan Jawa Timur itu mengaku tetap berpuasa penuh sebagai upaya memenuhi kebutuhan anak-istrinya. Lihat saja ritme kerjanya. Pria bertubuh subur ini mulai bekerja di saat orang tengah terlelap tidur hingga orang balik dari kantor tengah hari.

“Saya bangun jam 02.00 dini hari menuju pasar induk, dan langsung berjualan hingga siang hari,” katanya. “Nanti,  jam 14.00 siang, saya baru istirahat sebentar,” tambahnya.

Baca Juga

Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Di Pasar Amal Kiswa Warga Saudi Dapat Baju Lebaran Gratis
PM Malaysia Resmikan Program Ramadhan Saudi
Pemuda Madinatul Iman Tebar Guru Mengaji dan Parfum “GSM” di Balikpapan
Dua Remaja Suku Togutil Memeluk Islam karena Ingin Ikut Puasa Ramadhan

Atas semua usahanya itu, minimal ia bisa membawa pula uang untuk anak-istrinya sebesar Rp. 50 ribu rupiah. Tapi, Ramadhan, baginya selalu ada berkah di banding hari biasa.

“Selalu ada tambahan. Tidak banya, yang penting, lebih berkah,” ujarnya.

Bekerja di bulan puasa, baginya justru sebagai hal istimewa. Ia bercerita, selain pernah memiliki penyakit paru-paru, bapak dengan satu anak ini mengaku juga punya penyakit lambung alias maag. Meski demikian, dia justu mengaku senang jika digunakan puasa. Bukan apa-apa, penyakit maag nya justru sembuh.

“Heran, selama Ramadhan, maag malah gak mau dekat-dekat,” ujarnya terkekeh.

Saat ditanya, bagaimana jika tiba-tiba maag nya datang, apa harus membatalkan puasa, ia hanya tertawa sembari meniru gaya penyanyi dang-dut, Haji Rhoma Irama.

“Alhamdulillah, Wasukurillah, biar maag lewat, puasa tetap tidak telat. Malu kita sama Bang Rhoma, hahaha.”

Ia kadang mengaku heran pada sebagian orang yang kerjanya tinggal duduk atau sejenisnya masih tidak berpuasa, meski dirinya adalah seorang Muslim. Baginya, seorang Muslim haruslah berpuasa, karena itu adalah kewajiban.

Dulu Kiai, Kini Kembali ke Kiai

Mengaku dilahirkan di Kota Santri, Lamongan Jawa Timur, Sukadi sedikit bercerita jika dirinya pernah menjelajah menjadi simpatisan politik. Bersama keluarganya, dia dikenal simpatian partai Ka’bah. Namun kemudian berganti memilih partainya presiden Soeharto, Golkar. Namun pergantian itu, tetap tak merubah nasibnya. Ia kemudian ikut terbawa teman-temannya di pasar agar memilih partai PDI nya Megawati.

“Ya saya ketika itu diajak, katanya di bawah Bu Mega, beras murah, pendidikan gratis dan kesehatan tanpa biaya. Eh, gak taunya tambah naik semua,” ujarnya.

Lepas dari PDI-P, ia akhirnya menjadi pendukung Partai Demokrat, seiring terpilihnya Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Presiden RI. Lagi-lagi, ia tetap kecewa.

“Ah, sama saja, biaya sekolah anak saya SMP malah jauh lebih mahal sekarang. Apa bisa anak saya kuliah besok, sebagaimana berita TV bahwa sekarang kuliah malah mahal?” ujarnya.

Sukadi makin tidak percaya, tatkala yang ia baca di koran setiap pagi, para koruptor justru orang-orang besar dan anggota dewan.

“Mau ganti apapun partainya, kayaknya tak akan ada yang peduli nasib kita di bawah.“ tambahnya.

“Sama-sama tidak jelas nasibnya, lebih baik memilih anjuran para kiai saja. Tahun depan, jika diberi panjang umur, saya akan kembali ke Ka’bah. Dulu milih pilihan kiai, kini juga kembali pilihan kiai, “ akunya.

Ditanya mengapa tak memilih PKB saja? Ia hanya menjawab, “Semenjak Gus Dur tak ada, partai itu isinya hanya kecoan (konflik, red).”.

Ramadhan ini, betapa Sukadi mengerti betul makna berdiri di kaki sendiri, bukan berharap pada orang apalagi yang namanya partai.

“Lebih mulai bekerja keras seperti ini di hadapan anak-istri kita. Berharap lagi pada partai, semua nampaknya sama saja,”akunya.

Yang paling ia rindukan bulan Ramadhan di banding bulan biasa adalah suasana khasnya.

“Saya sering menunggu waktu-waktu buka atau pas menjelang Hari Raya.” Di mana, menurutnya,  suara gema takbir seperti itu sangat dirindukan datangnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Zionis Ingin Ubah Halaman Masjidil Aqsha Jadi Taman Publik
Tulisan selanjutnya Soal Perluasan Kedubes AS, Belajarlah dari Iraq dan Pakistan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro

Berita
5 Juni 2026 18:57
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Syiar Ramadhan

Digimoz Gelar Pesantren Kilat Digital Ramadhan

25 April 2021 10:13
Syiar Ramadhan

Dayah Darul Quran Aceh Gelar Mukhayyam Ramadhan

22 April 2021 09:18
Syiar Ramadhan

Islamic Medical Servis dan Baznas DKI Jakarta Launching Program Hapus

20 April 2021 23:29
Syiar Ramadhan

Ketika Ulama “Mengintip” Layar TV

20 April 2021 09:59
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?