Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pejabat Militer Diganti, Pemuda Pasang Badan Bela Mursy

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 9 Agustus 2012 22:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Gerakan Pemuda 6 April menyerukan aksi pasang badan di depan Istana Presiden Mesir di distrik Heliopolis, Kairo, pada hari Rabu malam (8/7/2012) dalam rangka mendukung kebijakan Presiden Muhammad Mursy yang mengganti sejumlah pejabat militer era Husni Mubarak.

Dilansir Al Ahram (9/8/2012), hari Rabu Mursy mengeluarkan sejumlah keputusan yang salah satunya mempensiunkan awal Kepala Intelijen Mesir Mourad Mowafi. Mursy menempatkan Mayor Jenderal Muhammad Shehata sebagai pejabat pelaksana kepala intelijen sampai pejabat permanen ditentukan.

Mursy juga menunjuk mantan duta besar Muhammad Fathi Rifaa Al Tahtwi sebagai kepala staf kepresidenan dan Muhammad Usamah sebagai kepala Direktorat Keamanan Kairo.

Disebabkan presiden tidak punya wewenang untuk mengganti anggota Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata (SCAF), pimpinan dewan itu Hussein Tantawi memecat Mayjen Hamdi Badin dari posisinya sebagai komandan polisi militer Mesir. Pengganti Badin belum ditentukan.

Salah seorang pendiri Gerakan Pemuda 6 April Ahmad Mahir mengatakan, aksi mereka (pasang badan di depan istana) seharusnya dilakukan lebih awal. Meskipun demikian, gerakan pemuda tetap mendukungnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Rakyat dan revolusioner menunggu lebih banyak lagi pejabat korup yang diberhentikan,” kata Mahir.

Pergantian pejabat militer dilakukan menyusul menurunnya tingkat keamanan di semenjung Sinai belakangan ini. Pada hari Ahad lalu, serangan yang dilakukan orang tidak dikenal di dekat perbatasan antara Mesir dengan Jalur Gaza menewakan 16 penjaga perbatasan dan beberapa lainnya luka-luka.

Mahir menuding sisa-sisa loyalis Husni Mubarak berusaha untuk menyalahkan Presiden Mursy atas terjadinya serangan itu. Lebih lanjut Mahir mengaitkan serangan hari Ahad itu dengan “tiga puluh tahun otokrasi korup” dan menegaskan bahwa Mubarak dan para pembantunya sengaja mengabaikan keamanan Sinai guna menyenangkan “kekuatan-kekuatan asing.”

Saat upacara pemakaman militer dilangsungkan pada hari Selasa kemarin, sejumlah pengunjuk rasa meneriakkan slogan menentang Mursy dan Al Ikhwan, menuding mereka bertanggungjawab atas kejadian hari Ahad berdarah itu.

Mahir, yang sebelumnya menolak untuk bergabung dengan tim penasehat Mursy, menyatakan bahwa berbagai kelompok militan “berkeliaran di Sinai,” namun ia menekankan bahwa “tindakan militer bukan satu-satunya jalan untuk mengatasi masalah itu.

“Tuntutan warga Sinai harus dipenuhi,” katanya, “dan mereka harus diperlakukan sebagai warga Mesir.”

Inji Hamdy, anggota biro politik Gerakan 6 April, mendukung kebijakan Mursy untuk mengganti para pejabat militer era Mubarak. Namun, ia juga menuntut agar Tantawi yang sudah menjabat menteri pertahanan selama bertahun-tahun ikut dicopot. Sebagaimana diketahui, Tantawi menduduki kursi menteri pertahanan sejak tahun 1991.

Novelis Alaa Al Asnawi menyambut baik kebijakan Mursy dan menyebutnya sebagai “awal era pembersihan negara korup Mubarak yang sebenarnya.”

Jurubicara presiden Yassir Ali kepada kantor berita MENA hari Rabu mengatakan bahwa sejumlah kekuatan politik menunjukkan dukungannya dengan mendatangi istana kepresidenan.

Meskipun demikia, ada tokoh-tokoh politik yang skeptis dengan perubahan yang dilakukan Mursy.

Jurnalis Wael Qandil anggota Front Nasional untuk Kelanjutan Revolusi menuding Mursy mencari kambing hitam dan bukan mencari mereka yang seharusnya dihukum.

Sedangkan Ahmad Khairy, jurubicara kelompok liberal Free Egyptian Party, menyebut keputusan itu sesungguhnya bukan keputusan presiden, melainkan keinginan dari Dewan Pertahanan Nasional.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:militermursyold migratePemuda
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Adian Husaini: Facebook, Twitter Efektif untuk Dakwah
Tulisan selanjutnya Konvoi Bantuan Palestina Tiba di Damaskus

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?