Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Gauss Memata-Matai Transaksi Keuangan di Timur Tengah

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 9 Agustus 2012 23:32
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Kaspersky Lab melaporkan bahwa virus pemantau transaksi keuangan ditemukan sedang berkeliaran di jaringan komputer di Timur Tengah.

Selain mematai transaksi keuangan, email dan aktivitas di jejaring sosial, virus bernama Gauss itu diduga juga mampu menyerang infrastruktur penting. Pembuatnya diyakini sama dengan pembuat virus Stuxnet yang dipakai Amerika Serikat dan Israel untuk menyerang jaringan komputer dalam program nuklir Iran, kata Kaspersky Lab, kamis (9/8/2012), sebagaimana dilansir Reuters.

Perusahaan keamanan jaringan komputer asal Rusia itu mengatakan bahwa pihaknya menemukan Gauss menginfeksi komputer-komputer pribadi di Libanon, Israel dan Palestina.

Kaspersky menolak berspekulasi siapa dibalik virus Gauss, namun mengatakan bahwa virus itu berkaitan dengan Stuxnet, dan dua virus mata-mata lain yaitu Flame dan Duqu.

“Setelah mempelajari Stuxnet, Duqu dan Flame, kami dapat mengatakan dengan tingkat kepastian tinggi bahwa Gauss berasal dari ‘pabrik’ atau ‘pabrik-pabrik’ yang sama,” kata Kaspersky Lab lewat situsnya.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

“Semua perangkat serangan ini menunjukkan adanya operasi spionase dan perang siber tingkat tinggi yang disponsori oleh negara,” tegas Kaspersky.

Menurut perusahaan bidang keamanan teknologi informasi itu, Gauss dapat mencuri kata sandi atau data lainnya yang terdapat dalam browser, mengirimkan informasi tentang konfigurasi sistem komputer yang dijangkitinya, mencuri informasi rahasia untuk mengakses sistem perbankan di Timur Tengah, membajak informasi login di situs-situs jejaring sosial, email dan akun instant messaging.

Modul-modul yang terdapat dalam virus Gauss memiliki nama-nama internal, yang diyakini para peneliti di Kaspersky dipilih sebagai penghormatan kepada sejumlah matematikawan dan fiilsuf seperti Johann Carl Friedrich Gauss, Kurt Gobel dan Joseph-Lous Lagrange.

Kaspersky Lab menyebut virus komputer itu Gauss, karena nama itu digunakan untuk modul yang paling penting di dalamnya, yang memungkinkan virus memiliki kemampuan mencuri data.

Salah satu anggota tim peneliti senior Kaspersky mengatakan, Gauss juga memiliki modul yang dikenal sebagai “Godel”, yang dipercaya memiliki kemampuan seperti Stuxnet untuk menyerang sistem kendali industri.

Stuxnet ditemukan tahun 2010, menyebar lewat USB drives dan dirancang untuk menyerang komputer yang mengendalikan sentrifugal di fasilitas pengayaan nuklir Iran di Natanz.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migratevirus
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Konvoi Bantuan Palestina Tiba di Damaskus
Tulisan selanjutnya Haniyah Desak Mursy Buka Perbatasan Rafah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?