Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Iklan Anti Islam Bertebaran di Bus-Bus Amerika

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 25 Agustus 2012 08:06
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Kampanye menentang Islam dan Palestina yang banyak dipasang di armada transportasi umum di Amerika Serikat, membuat pihak berwenang memikirkan ulang kebijakannya terkait iklan non-komersial.

Dalam iklan anti Islam terbaru yang dipasang di bus-bus di sejumlah daerah, terpampang tulisan “In any war between the civilized man and the savage, support the civilized man,” yang artinya dalam perang apapun antara orang yang berperabadaban dengan orang liar, dukunglah orang yang berperadaban. Di bawahnya kemudian tergambar dua Bintang Daud lambang Yahudi yang mengapit tulisan “Support Israel. Defeat Jihad,” dukung Israel, kalahkan jihad.

Iklan tersebut terpasang di bus-bus umum di New York, Connecticut dan San Francisco yang dikelola oleh Metropolitan Transportation Authority (MTA).

“MTA menjual ruang iklan untuk meningkatkan pendapatan guna mendukung operasional transportasi massal. Kebijakan MTA yang sekarang ini berlaku untuk iklan di kereta bawah tanah, bus, dan kereta, memperbolehkan pemasangan iklan berbayar baik komersial maupun non-komersial,” tulis McClatchy-Tribune yang mengutip pernyataan MTA, lansir Al Arabiya (24/8/2012).

“MTA tidak memutuskan apakah boleh meloloskan masukan iklan berdasarkan sudut pandang (yang terkandung dalam iklan tersebut-red) dan MTA tidak mendukung sudut pandang itu ataupun iklan-iklan lain yang berbayar,” kata MTA seakan ingin melepaskan diri dari iklan rasis pro-Yahudi tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“MTA saat ini sedang mengkaji ulang kebijakannya terkait iklan non-komersial berisi sudut pandang,” kata MTA lagi.

MTA, yang menjadi organisasi induk transportasi massal Metro-North di Connecticut, negara bagian yang mengawasi 5 terminal di New Heaven Line –Greenwich, Cos Cob, Noroton Heights, Darien dan South Northwalk– juga membiarkan iklan anti Islam lainnya dipasang di armada transportasi umum di kawasan itu.

Iklan tersebut antara lain berbunyi, “It’s not Islamophobia, It’s Islamorealism,” ini bukan Islamophobia, melainkan Islamorealisme (baca: realisme atau kenyataan Islam). Di atas kalimat itu tertulis angka “19.250,” angka yang menurut kelompok anti Islam di Amerika adalah jumlah korban tewas sejak serangan 9/11 yang ditudingkan ke umat Islam. Dengan kata lain, Islam –yang mereka sebut sebagai teroris– telah mengakibatkan belasan ribu orang tewas.

Iklan-iklan itu dipasang dan dibayar oleh Pamela Geller, salah satu tokoh jaringan anti Islam internasional yang bermarkas di Amerika Serikat, pendukung Tea Party –kelompok ekstrimis pendukung Partai Republik yang memiliki pandangan Islamophobia. Wanita, yang berteman dan memiliki pandangan sama dengan Geert Wilders itu, merupakan ketua American Freedom Defense Initiative (AFDI). Geller memasang iklan-iklan tersebut atas nama AFDI dan mengeluarkan uang sebesar USD10.000 untuk kampanye itu.

“Saya berharap orang-orang akan memiliki pemahaman baru tentang sifat dan besarnya ancaman bahaya jihad,” kata Geller, yang juga menentang berdirinya ruang shalat di pusat komunitas di dekat lokasi bekas gedung WTC New York, yang kemudian disebut-sebut sebagai Masjid Ground Zero.

Iklan rasis dari Geller dan kelompoknya itu dipasang MTA, setelah sebelumnya hakim pengadilan distrik Paul Engelmayer mengeluarkan putusan yang menyatakan bahwa MTA menghalangi kebebasan berbicara AFDI, karena menolak iklan yang melecehkan Muslim dan Islam yang ingin dipasang Geller di bus-bus kota.

Beberapa orang di kalangan blogger tampak menanggapi iklan anti Islam dan Palestina itu.

Seorang blogger asal Oakland memasang foto yang mengubah tampilan iklan AFDI di bus menjadi berbunyi, “In any war between the colonizer and the colonized, support the oppressed. Support the Palestinian right of return. Defeat racism.” Artinya, dalam perang manapun antara penjajah dengan yang dijajah, dukunglah pihak yang tertindas, dukung hak untuk kembali rakyat Palestina, kalahkan rasisme.

Liliana Segura, editor The Nation, menentang iklan Geller lewat akun Twitternya sejak bulan lalu. Dia memasang gambar iklan dari Committee for Peace in Israel and Palestina, yang menunjukkan gambar peta wilayah Palestina yang terus menciut sejak tahun 1946 sampai 2010, sementara wilayah yang dikuasai Zionis Israel terus meluas. Dalam iklan itu tertulis, “4,7 juta rakyat Palestina dikategorikan PBB sebagai pengungsi.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerikaislamold migrateyahudiZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Setelah Kita Puasa”
Tulisan selanjutnya Puas Dinyatakan Waras, Anders Breivik Tidak Banding

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?