Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Imigran Jadi Kambing Hitam di Yunani

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 30 Agustus 2012 20:00
Bagikan
Warga imigran berunjuk rasa menentang rasisme dan Islamophobia di Yunani.
Bagikan

Hidayatullah.com—Serangan rasis semakin sering terjadi di Yunani seiring dengan meningkatnya ketegangan politik. Para pengamat menilai, krisis ekonomi hanyalah salah satu penyebab kerusuhan di negara tersebut.

Sabtu (25/8/2012) siang hari di tengah terik matahari kota Manolada, Yunani barat, para pekerja migran sedang memetik buah strawberi hasil panen tahunan.

Tiba-tiba dua orang pria menyerang seorang imigran asal Mesir. Setelah pertengkaran sengit, kedua orang pria itu menjepit pemuda Mesir berusia 22 tahun tersebut di salah satu jendela mobil mereka, lalu menyeretnya hampir sejauh satu kilometer menyusuri kota. Menurut polisi, pemuda Mesir yang menyerang kedua orang pria Yunani tersebut lebih dulu. Namun, menurut koran oposisi dari kelompok kiri, pemuda Mesir itu hanya meminta upah yang belum dibayar.

Kejadian tersebut hanya satu dari banyak serangan rasis yang dilakukan masyarakat Yunani kepada para imigran. Awal bulan ini, seorang pria Iraq ditusuk di pusat kota Athena.

Dilansir Deutsche Welle (29/8/2012), organisasi-organisasi hak asasi manusia mengatakan, sedikitnya 200 serangan rasis terjadi di Yunani dalam waktu dua bulan terakhir. Dalam sebagian besar kasus, mereka menyalahkan partai ultra-nasionalis Partai Fajar Keemasan yang dianggap menyuburkan bibit xenophobia, ketakutan atas orang asing. Partai berideologi rasis dan anti-Islam itu memiliki perwakilan 18 kursi di parlemen nasional

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurut Eleni Karasavidou, sosiolog Yunani dan penulis dari Thessaloniki, warga Yunani kelihatannya mencari orang untuk dipersalahkan atas situasi ekonomi dan sosial mereka yang memburuk. Mereka, kata Karasavidou kepada DW, merasa bahwa krisis telah menjungkirbalikkan kehidupannya.

“Dan yang paling lemah, yaitu para imigran, dijadikan kambing hitam,” kata Karasavidou.

Biasanya, imigran dianggap sebagai pihak yang melakukan serangan. Seperti yang terjadi pada awal bulan ini, di mana seorang pria Pakistan dituding memperkosa gadis Yunani berusia 15 tahun di Pulau Paros. Sejak kejadian sampai saat ini gadis itu koma. Polisi menangkap tersangka dan nyaris tidak berhasil melindunginya dari serangan warga yang marah.

Kejadian lainnya bahkan memicu kerusuhan, di mana pada musim panas 2011, tiga orang imigran asal Afrika Utara dituding menusuk seorang warga Yunani hingga tewas di jalanan dan merampas kamera videonya.

“Situasinya sangat kompleks,” kata Panagiotis Loakeimidis, seorang profesor kajian Eropa di Universitas Athena, kepada DW.

Tidak hanya dikalangan politisi dan orang awam, rasisme di Yunani bahkan menjangkiti dunia olahraga Yunani.

Voula Paparchristou, salah satu atlet atletik terbaik putri Yunani, menjelang keberangkatannya ke Olimpiade London 2012 membuat pernyataan rasis lewat akun Twitternya. “Dengan begitu banyaknya orang Afrika di Yunani …. Paling tidak nyamuk-nyamuk Nil Barat … akan makan makanan buatan rumah!!!” tulis atlet yang seharusnya memiliki jiwa sportifitas itu.

Polisi memperparah keadaan

Kelompok-kelompok pembela HAM mengatakan, kejahatan berdasarkan kebencian di Yunani terus meningkat baik dalam frekuensi maupun tingkat keganasannya, dan tindakan polisi justru semakin memperburuk situasi, lansir Euronews (14/8/2012).

Dalam kurun waktu enam bulan terakhir, ratusan orang menjadi korban atas operasi polisi yang menangkapi para imigran ilegal, sehingga semakin menaikkan sentimen nasionalis Yunani.

“Dalam kurun waktu enam bulan terakhir, dari kesaksian yang kami dapat, ada sekitar 500 (serangan),” kata Javied Aslam, presiden Komunitas Pakistan di Yunani. Serangan tidak lagi hanya berupa kata-kata, melainkan dengan bantuan alat pemukul dan bahkan pisau, lapor Euronews.

Pada hari Jumat pekan lalu (24/8/2012), ribuan orang turun ke jalan di Athena, sebagian besar para imigran, menentang serangan rasis yang merebak di Yunani.

Kebanyakan para imigran yang ikut dalam aksi jalan menuju gedung parlemen itu adalah orang Pakistan.

Mereka menyeru agar operasi polisi yang menyasar para imigran segera diakhiri. Awal bulan ini saja, sudah 6.000 orang imigran ditangkap di Athena, ibukota negara satu-satunya di Eropa yang hingga kini masih tidak mengizinkan berdirinya masjid.

Karasavidou berharap, pemerintah koalisi Yunani yang baru akan memberikan warna lain bagi negara itu.

Menurut Karasavidou menyalahkan politisi atas kekerasan rasis yang terjadi di Yunani mudah saja, tetapi hal itu bukan solusi.

“Demokrasi artinya, yang paling utama, adalah tanggungjawab pribadi,” kata wanita itu, seraya menambahkan bahwa warga Yunani perlu untuk meningkatkan kesadarannya atas masalah-masalah sosial yang mereka alami.

“Saya tidak bicara tentang menentukan tujuan jangka panjang yang tidak realistis, saya merasa bukan berarti kita membutuhkan sebuah surga yang sempurna. Tetapi saya juga tidak mau jika harus hidup di lingkungan yang seperti hutan,” kata Karasavidou.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrateYunani
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ahlus Sunah Lebih Mencintai Ahlul Bait Daripada Syiah
Tulisan selanjutnya FSA Tembak Jatuh Jet Tempur Rezim Suriah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI dan BPJS Kesehatan Perkuat Sinergi Dakwah

Berita
3 Juli 2026 20:51
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Jelang Proses Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei, Jenderal Garda Revolusi Keluar dari Persembunyian
Sindikat Pakistan Selundupkan Plasenta Manusia untuk Injeksi Anti Penuaan

Terbaru

  • Jelang Proses Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei, Jenderal Garda Revolusi Keluar dari Persembunyian
  • Sindikat Pakistan Selundupkan Plasenta Manusia untuk Injeksi Anti Penuaan
  • Otoritas Eropa Masih Imbau Maskapai Penerbangan Hindari Wilayah Udara Iran dan Timur Tengah
  • Dihantam Rudal di Selat Hormuz Kapal Kontainer CMA CGM akan Jadi Besi Rongsokan
  • Dua Pria Rumania Dibui karena Menikam Jurnalis Iran di London atas Suruhan Teheran
  • Sebuah Kafe di Damaskus Dibom, Sepuluh Orang Tewas
  • Psikolog UGM Ini Paparkan Sejarah APA “Normalisasi Homoseksual”
  • BEM Psikologi UI Sebut “Homoseksualitas Normal”, Psikolog Memberi Bantahan
  • OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
  • DSKS Desak DPRD Solo Dorong Regulasi Tegas soal LGBT, DPRD Siap Kaji

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?