Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Islam di Nusantara Dibawa dari Timur Tengah, Bukan dari Gujarat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Desember 2012 13:44
Bagikan
Sufi Islam Nusantara
Islam datang ke Nusantara langsung dibawa oleh para ulama-ulama dari Timur Tengah
Bagikan

Hidayatullah.com–Islam mempunyai peradaban yang tinggi dibanding agama-agama lain. Dalam Islam, peradaban diukur dengan sejauh mana penggunaan akal dan akhlak yang tinggi, bukan diukur sekedar prasasti atau candi-candi. Demikian dinyatakan Direktur Eksekutif Insitute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS), Adnin Armas dalam “Bedah Jurnal ISLAMIA” di Masjid Darussalam Depok kemarin (02/12/2012).

Dalam acara itu Adnin juga menegaskan  bahwa peninggalan peradaban Islam telah meninggalkan khasanah yang bermutu dan bermanfaat bagi banyak manusia.

“Peninggalan-peninggalan Islam lebih tinggi tingkat peradabannya, dengan mewariskan bahasa Melayu yang digunakan sedikitnya 300 juta orang di seluruh kawasan Melayu ini dan juga meninggalkan kitab-kitab yang bermutu karya ulama-ulama Islam yang ditulis dalam bahasa Jawi, selain bahasa Arab,” terangnya.

Adnin menyebut juga karya-karya Hamzah Fanshuri, Abdurrauf as Syinkili, Nuruddin ar Raniri dan lain-lain.

Menurut Admin, selama ini warisan-warisan Islam yang berharga itu sengaja ditutup-tutupi dan yang dibesar-besarkan oleh Orientalis Belanda.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Borobudur itu kan sudah lama terkubur, tapi sengaja dipugar dan direnovasi oleh Orientalis Belanda (Raffles, red). Anda bisa baca dalam Jurnal ISLAMIA ini,” paparnya.

Menurut Adin, berdasarkan data,  masyarakat di sekitar pembangunan Candi itu malahan tidak senang bahkan sebagian melarikan diri karena pembangunan Candi itu.

“Terutama masyarakat kasta bawah dari kalangan Paria atau Sudra yang dieksploitasi atau menjadi korban dari pembangunan Candi itu,” tegas Adnin Armas yang juga Pemimpin Redaksi Majalah Gontor ini.

Menurut Adin, agama-agama selain Islam, kebanyakan hanya untuk masyarakat setempat atau tersebar di masyarakat tertentu.  Karenanya, jika dikatakan bahwa Sriwijaya kekuasaannya sangat luas dan mengakar di Sumatera, kenyataannya tidak.

Faktanya, agama Budha hampir tidak ada bekasnya di Sumatera, bahkan seluruh Sumatera sejak dulu diwarnai Islam.

Mengutip Profesor al Attas, Adnin menyatakan bahwa para sarjana Belanda, para Orientalis selalu mengatakan bahwa puncak peradaban Nusantara atau Melayu ada pada Hindu dan Budha dan  ukuran kejayaan peradaban adalah candi, patung atau seni.  Hal itulah yang selalu diajarkan oeh para Orientalis (dan kini juga di sekolah-sekolah), sehingga banyak murid yang terpengaruh.

Menurutnya, masyarakat Yunani tidak dikatakan maju, meski maju seninya sebelum adanya Plato, atau Persia yang terkenal dengan seninya sebelum kedatangan Islam.

Seperti juga apakah bangunan Piramid yang dibangun Firaun dikatakan ‘simbol’ peradaban yang tinggi, justru malah sebaliknya, bangunan itu menunjukkan peradaban yang rendah, karena banyaknya korban rakyat kecil akibat pembangunan Piramid itu.

“Maka peradaban tidak hanya dilihat pada segi lahirnya, tapi juga pada batinnya,”papar Adnin.
Untuk mengukur peradaban tidak hanya pada bangunan seni, tapi juga pada bahasa yang digunakan, perkembangan pemikiran dan pandangan hidup masyarakat.

“Peradaban yang tidak mengenal Tuhan lalu bertauhid kemudian mengenal Tuhan tentu lebih unggul peradabannya.”

Selain itu, mengutip Jurnal ISLAMIA, Adnin menyatakan bahwa pendapat Orientalis yang menyatakan bahwa Islam datang ke Nusantara dibawa pedagang Gujarat juga tidaklah tepat.

“Islam datang ke Nusantara langsung dibawa oleh para ulama-ulama dari Timur Tengah. Para dai itu memang punya niatan untuk mendakwahkan Islam ini ke sini.  Mungkin saja kemudian ada pedagang Gujarat yang menyebarkan atau para dai itu berdakwah sambil berdagang,” terangnya.

Untuk lebih jelasnya ia menyarankan para peserta untuk membaca Jurnal ISLAMIA yang bertajuk: “Pembebasan Nusantara, Antara Islamisasi dan Kolonialisasi”.*/nh

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islamnusantaraold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Makam Tutankhamun Dibuatkan Replika
Tulisan selanjutnya Menteri Pemberdayaan Perempuan Dukung Palestina jadi Negara Berdaulat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam

Berita
21 Juli 2026 14:37
Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?