Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Korban Kekerasan Aparat Mengadu ke DPRD Poso

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Januari 2013 05:43
Bagikan
Foto : Salah satu korban kekerasan Saprudin
Bagikan

Hidayatullah.com–Puluhan warga Poso yang tergabung dalam Solidaritas Muslim Poso (SMP) Kamis, (03/01/2013) mendatangi DPRD Poso mendesak dewan perwakilan rakyat mengawal kasus penyiksaan yang diduga dilakukan Polisi terhadap 14 warga Poso pasca insiden penembakan anggota Brimob pada 20 Desember 2012.

Para pengurus SMP yang terdiri dari sejumlah pimpinan dan pengasuh pondok pesantren di Poso seperti Ustad Adnan Arsal, Ustad Ismail Tola serta aktivis pemuda Islam lainnya seperti Amin Adnan, Muhaimin Yunus Hadi mendampingi lima dari 14 korban kekerasan bertemu perwakilan anggota DPRD Poso.

Mereka di terima Wakil Ketua DPRD Suharto Kandar serta lima anggota DPRD Lainnya. Dalam pernyataan sikap yang disampaikan oleh pengasuh pondok pesantren Amanah, Poso Kota H. Ustad Adnan Arsal mendesak DPRD untuk membentuk panitia khusus mengawal korban kekerasan mengadu ke DPR RI, Komnas HAM serta Kompolnas untuk mendapatkan keadilan.

Tuntutan lainnya yang akan menjadi rekomendasi SMP ke pihak Kepolisian yaitu meminta kerugian materi berupa penggantian biaya pengobatan para korban kekerasan selama dalam perawatan dan non material berupa memulihkan nama baik mereka dari tuduhan terorisme.

Pihaknya juga memberikan waktu kepada Polisi untuk menindak tegas anggotanya yang melakukan melanggaran termasuk mendesak Kapolda Sulteng bertanggung jawab atas segala kekerasan yang dlakukan anggotanya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

SMP memberi ultimatum, jika dalam waktu  singkat Polisi tidak serius menangani kasus tersebut. Maka,  SMP akan turun ke jalan melakukan perlawanan terhadap tindak kekerasan yang di alami warga.

“Umat Muslim Poso selama ini selalu teraniaya, di zalimi, kami sudah cukup bersabar, kami  tidak ingin sejarah kekerasan terulang kembali di Poso akibat tindakan sewenang-wenang Polisi,” tegas Tokoh Muslim berpengaruh di Poso tersebut.

Pihaknya juga menyerahkan dokumen berisi file tindak kekerasan yang dialami 14 warga kepada DPRD yang di terima Wakil Ketua DPRD Suharto Kandar yang  berjanji akan menindaklanjuti laporan warga tersebut dan segera menggelar rapat guna membentuk panitia kerja untuk mengumpulkan semua bukti termasuk melihat kondisi masyarakat di Desa Kalora.

Usai serah terimah dokumen, salah satu korban kekerasan Saprudin dengan wajah yang masih memar dan kaki sulit digerakan itu mengaku, hingga kini dirinya masih mengalami trauma dan cacat fisik berupa luka bagian dalam luar dan dalam tubuh. Untuk melakukan pemuliahan, dirinya dan beberapa korban lainnya di rawat di klinik rumah sehat yang berada dalam Yayasan Ulil Albab binaan pesantren Amana milik H. Ustad Adnan Arsal.

Ia mengaku sempat mejalani perawatan di Rumah Sakit Umum Poso. Namun karena biaya berobat yang mahal akhirnya para korban memilih di rawat di rumah dan klinik rumah sehat.
Bapak yang juga guru SLTPN I Desa Kalora itu mengisahkan, pada Kamis 20 Desember 2012 atau bertepatan dengan insinden penembakan di Desa Kalora yang menewaskan 4 anggota Brimob oleh kelompok tak dikenal, dirinya di datangi sejumlah aparat Brimob.

“Waktu itu saya pulang mengajar dan usai sholat dzuhur di masjid, saat masuk rumah, datang belasan anggota Brimob langsung menodong saya dengan pistol dan menyeretnya ke dalam mobil, selama di dalam mobil saya mulai di pukuli sampai di pos Brimob Desa Kalora terus tangan saya di borgol, mata di tutup lakban dan terus di tendang, dipukuli bagian muka, saya tidak di beri kesempatan bicara,” katanya.

Dirinya mengaku baru sadar setelah di bawah ke Mapolres Poso dengan kondisi sekujur tubuh penuh lebam dan luka-luka. Selama tiga hari dalam tahanan Ia terus dalam kondisi kaki dan tangan terkat serta mata tertutup lakban, setiap anggota yang datang memeriksa selalu melayangkan pukulan di bagian tubuh. Dalam kondisi seperti itu, Ia tidak tahu lagi siapa anggota Brimob dan polisi yang menyiksanya.*/Ahmad Sahid, Poso

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:DPRDkekerasanold migratePosoterorisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Manuskrip Hebrew Cerita tentang Eksistensi Yahudi Afghanistan
Tulisan selanjutnya Pembeli Kecewa, ada “Promosi” Waria dalam Buku Balita

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Berita
13 Juli 2026 15:40
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?