Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Melihat Sejenak Kesibukan Muslim Narathiwat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 September 2013 10:25 10:25 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 September 2013 10:25
Bagikan
Sebuah kedai umat Islam dengan tulisan Surabaya
Bagikan

SETIAP wisatawan dari luar negeri yang  pertama kali menjejak kaki di provinsi yang bergolak Narathiwat, Thailand selatan pasti  terasa ketakutan. Maklum, sepanjang jalan dari perbatasan Thai-Malaysia, yakni Sungai Kolok  –  Narathiwat atau sebutan lokalnya Naro, tak kurang tujuh pemeriksaan tentara   di sepanjang jalan raya empat  lorong sejauh 60 kilometer itu.

Tentara dan mobil  patroli  dapat ditemui di mana-mana, dan setibanya di kota provinsi itu semakin banyak aparat bertugas, setiap lebih 10 meter, seorang tentara berdiri dengan senapang, memerhatikan setiap lalu lalang  orang dengan tampang cukup angker. Demikian realitas sehari-hari kehidupan di sebuah daerah yang rawan seperti Thailand Selatan.

Namun situasi dan kondisi itu tidak menghalangi warga Narathiwat yang majoritas umat Islam meneruskan aktifitas rutinnya.  Perdagangan sehari-hari berjalan seperti biasa, pasar tetap penuh dengan penjual dan pembeli,  rumah-rumah makan tak pernah sepi pelangan, karena turis amat meminati masakan Muslim Thailand yang dikenal enak.

Kamis, 26 September 2013 kemarin, saat hidayatullah.com mampir, sedang diadakan penutupan pesta lomba perahu naga internasional merebut piala Raja Thailand. 

Acara selama  5 hari itu berlangsung di sungai Naro, berhadapan dengan pentas diraja (Royal Pavillion) dengan ribuan warga lokal dan luar negeri hadir  melihat langsung perlombaan dari tepi sungai.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Tahun ini, acara tahunan ini hanya melibatkan dua negara, Malaysia dan tuan rumah Thailand. Indonesia tidak mengirim peserta seperti tahun sebelumnya.

Dalam acara ini, berbagai tanaman dan buah-buahan di pamerkan. Sekedar catatan, Thailand sebuah negara yang maju dalam bidang teknologi pertanian.

Juga diperlihatkan bagaimana penternakan ulat sutera dijalankan dan bagaimana menanam sejenis tumbuhan yang menjadi makanan utama ulat tersebut. Daun makanan ulat sutera itu juga dijadikan jus minuman yang berkhiasat untuk kesihatan dan dijual di acara ekspo.

Berada di lokasi ekspo terasa seperti berada di wilayah bagian utara Negara Gajah Putih yang terkenal sebagai  wilayah pertanian karena bentuk rumah dan suasana yang diwujudkan seperti tempat asalnya tanaman itu.

Mayoritas berjilbab

Provinsi Narathiwat,  seperti juga provinsi lain di wilayah Selatan seperti  Pattani dan Yala, mayoritas penduduknya adalah Muslim. Mudah mengenali wanita-wanita Muslim karena 90 persen mengenakan jilbab, sementara lelaki banyak menggunakan songkok (kopiah) putih.

Di dalam  kota Narathiwat, dapat dilihat dua bentuk signboard, kedau kepunyaan Muslim  mempamerkan wanita berjilbab, sementara kedai kepunyaan non Muslim biasanya terlihat si penjaga wanitanya tak berjilbab dan pakaian minim.

Hubungan antara pemerintah Thailand khususnya  provinsi  Selatan dengan tetangga paling dekat, Kelantan (Malaysia) dikenal sangat akrab, setiap kali berlangsung  acara penting di wilayah itu pejabat Kelantan turut diundang. Begitu juga sebalinya.

Kemarin, saat  penutup  pesta lomba perahu naga,  Menteri Negeri Kebudayaan, Pelancongan dan Warisan negeri Kelantan, Mejor (B) Dato’ H. Md. Anizam Abdul Rahman menjadi tamu kerajaan Tahiland.  

Turut bersama delegasi adalah Direktur Muzium Kelantan, H. Abdul Rahman Abdullah juga bertindak sebagai ketua rombongan peserta Perahu Naga Kelantan.

Penyampian piala diraja kepada pemenang lomba perahu naga oleh  wakil Raja Thailand dengan penuh adat istiadat di raja.*/Rossem (Kelantan, Malaysia)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:jilbabMalaysiaMuslim NarathiwatthailandThailand Selatan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Zionis berencana Bangun Sinagog di Seperenam Areal al-Aqsha
Tulisan selanjutnya Dari Melawan Mafia Narkotika, Dukun hingga Kristenisasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi

Berita
13 Oktober 2026 00:13
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?