Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mereka Memilih Berani

Dari Melawan Mafia Narkotika, Dukun hingga Kristenisasi

Ahmad
Terakhir diupdate: 27 September 2013 10:45 10:45 am
Ahmad
Dipublikasikan 27 September 2013 10:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Salah satu hal yang sering banyak ditemui para dai di pedalaman adalah budaya klenik dan gencarnya gerakan missionaris.

Setidaknya itulah yang disampaikan Miftahul Ilmi, seorang dai pedalaman yang baru saja kembali ke Jakarta. Miftah, baru saja pulang usai menjalani tugas dakwah di pedalaman selama satu tahun dua bulan.

 Da’i Dewan Da’wah Islam Indonesia (DDII) ini bercerita mengenai suka dukanya berdakwah di Pulau Terong, Kepulauan Riau. Miftah bercerita  tentang minimnya pembinaan akidah umat Islam di pedalaman yang menyebabkan perilaku dan akhlak sehari-hari mereka.  

“Menyembunyikan gunting di bawah kain kaffan untuk menghindari gangguan setan bagi jenazah yang telah mati juga salah satu kepercayaan yang telah membudaya di masyarakat sana,” jelasnya kepada hidayatullah.com, Rabu (25/09/2013)  di masjid al Furqon, Kramat Raya 45,  saat pelepasan da’i pedalaman angkatan IV Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia.

Menurut Miftah, salah satu budaya syirik masyarakat tersebut adalah seperti percaya jika ada kucing melompati jenazah orang mati maka orang tersebut akan hidup kembali.

Baca Juga

Kisah Dai Pedalaman Membina Iman di Kota Tepian
Membina Iman di Kota Tepian
Jalan Panjang Dai Tempaan Alam
Berpacu melawan Misionaris
Kisah Lulusan Al-Azhar Membina Kader Da’i di Kaki Gunung Penanggungan
Jangan Takut Berdakwah di Wamena

Selain masalah akidah, lelaki asal Singaraja Bali ini juga bercerita mengenai mafia narkotika yang sudah masuk ke daerah-daerah pedalaman.

Di tempatnya berdakwah, adalah perbatasan Indonesia Singapura, yang dikenal jalur distribusi masuknya narkotika.

Fakta ini berdampak dengan banyak pemuda-pemuda Islam setempat yang mengkonsumsi narkotika jenis ganja.

“Mereka mudah sekali mendapatkannya dari Singapura,” jelasnya.

Bersama sang istri, miftah merintis pendirian Madrasah Diniyah. Awalnya, madrasah ini hanya punya tiga orang santri, kemudian berkembang menjadi delapan puluh orang.

Tinggal dua desa yang Islam

Selain Miftah, Heri Sitorus da’i DDII dari kota Medan juga baru kembali dari dusun Tubekek Desa Makalo kecamatan Pagai Selatan. Mentawai Sumatera Barat. Heri menjalani dakwah di pedalaman tersebut selama tiga belas bulan.

Ia bercerita, ada 4 desa yang dibinanya di sana. Satu desa terdiri dari 6 dusun. Desa yang awalnya seratus persen beragama Islam itu kini tinggal dua saja pemeluknya Islam, yakni Tubeket dan Boriai.

Dua desa lainnya sudah menjadi korban misi pemurtadan kristenisasi. Yang menyedihkan, banyak masjid sudah dirobohkan lalu kawasannya dijadikan gereja.

“Saat kami datang, masyarakat Muslim begitu antusias menyambut kami,” jelasnya kepada hidayatullah.com pada hari yang sama.

Menurut Heri, kondisi masyarakat Islam di sana memang sangat memprihatinkan. Para perempuan tidak banyak yang masih suka mandi di kali tanpa penutup aurat. Buang air besar sembarangan. Sementara semangat untuk belajar Islam masih sangat minim.

Selain kristenisasi, pihak yang tidak menyukai kehadiran mereka adalah orang-orang yang berprofesi sebagai dukun. Namun, dengan kesabaran dan ketekunan. Selama tiga belas bulan disana, Heri sudah berhasil membuka pengajian rutin bagi masyarakat.

Bahkan DDII sendiri telah melakukan program pendirian WC Umum untuk membiasakan budaya kebersihan dan membangun rasa malu di masyarakat.

“Dan ini berhasil, banyak masyarakat sudah malu untuk mandi dan buang air besar ditempat terbuka seperti sungai,” jelasnya.

Miftahul Ilmi dan Heri Sitorus ini apa yang telah dilakukannya  terus dilanjutkan para dai-dai  lain, sebagaimana program yang telah digulirkan DDII dalam program “Sejuta Umat Tak Cukup Satu Da’i”.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:daiddiiDewan Da’wahkristenisasimentawaipedalamanpulau terong
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Melihat Sejenak Kesibukan Muslim Narathiwat
Tulisan selanjutnya Agar Ibadah Kita Berbuah Berkah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel

Berita
5 Juni 2026 12:20
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Mereka Memilih Berani

Kemewahan di Kampung Mualaf Selat Kongki setelah Kehadiran Laznas Ini

13 Juli 2022 08:33
Mereka Memilih Berani

Kisah Dai Diadang Pedang Terhunus Saat Mau Khutbah Jumat

28 Juni 2022 08:00
Mereka Memilih Berani

Ketika Ustadz Hasyim HS Kaget Ditugaskan KH Abdullah Said

21 Mei 2022 15:00
Mereka Memilih Berani

Dakwah Tak Kenal Lelah “Dai Non-Subsidi”

3 Mei 2022 16:49
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?