Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Di Tanah Tak Berpenghuni, Pengungsi Suriah Terperangkap di Perbatasan Jordania [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Februari 2016 09:42 9:42 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Februari 2016 09:42
Bagikan
Pengungsi yang terperangkap di kamp-kamp sepeti Ruqban. Uang dan bantuan internasional sangat dibutuhkan sekarang [Foto diambil dari satelit]
Bagikan

Sambungan berita pertama

 

Hidayatullah.com–PBB sendiri ingin mengumpulkan dana 9 milyar dollar untuk tahun ini karena pengungsi terus keluar dari Suriah disebabkan pertempuran, yang sia-sia dan ditangguhkannya pembicaraan damai di Jenewa telah gagal menghentikan pertempuran.

Bagi mereka yang terperangkap di kamp-kamp sepeti Ruqban, uang dan bantuan internasional sangat dibutuhkan sekarang.

Zubaidi enggan menyalahkan atas kondisi dinkamp. Dia mengatakan tentara pelayanan bantuan kelelahan: “Anda tidak dapat berpegang pada tanggung jawab siapapun. Ini merupakan organisasi internasional yang belum cukup bertindak karena mereka tidak terbangun karena masalah ini. Jordania banyak menanggung itu. 49 persen populasi Jordania merupakan pengungsi. Berapa banyak lagi yang dapat kita terima?”

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Anggota parlemen Andrew Mitchell, sekretaris bantuan di pemerintahan pertama David Cameron yang baru-baru ini mengunjungi perbatasan Turki mengatakan pada MEE: “Keadaan mengerikan dan putus asa jni menegaskan bahwa dibukanya akses dari semua pihak agar tersedia bantuan kemanusiaan.

“Di dalam minggu konferensi perjanjian London dan pembicaraan Jenewa, saat ini terdapat perkembangan politik paling mendesak dan untuk kondisi yang dapat berkontribusi dalam membantu pengungsi dan orang-orang yang terlantar.”

Para pengungsi telah dipaksa menuju titik paling timur perbatasan oleh kesepakatan antara tentara Jordania dan sebagian besar di sisi Suriah untuk menyegel perbatasan. Terdapat kehadiran pasukan keamanan berat di sepanjang perbatasan, dan kamp utama pengungsi di Zaatari dijaga dengan ketat. Akses hanya diberikan oleh layanan keamanan Jordania.

Sebuah usaha pembunuhan yang menarget jenderal tertinggi militer Jordania pada upacara kematian tentara di wilayah perbatasan telah digagalkan oleh dinas intelejen militer, seperti yang dikatakan pada MEE.

Jordania merupakan satu dari tiga negara Arab yang mendukung serangan Rusia terhadap pejuang di Suriah. Raja negara itu, Abdullah, percaya bahwa operasi pemboman Rusia telah membangkitkan respon tunduk Barat pada kelompok ISIS.

Di perbatasan tumbuh kemarahan yang disebabkan cerita para penduduk sipil Suriah yang selamat, bahwa pemboman Rusia bertanggung jawab pada gelombang baru pengungsi yang menuju perbatasan Jordania.

Seorang petugas bantuan, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan: “Pemboman Rusia 100 persen bertanggung jawab pada gelombang baru pengungsi terakhir. Beberapa orang lari dari ISIS, beberapa lainnya lari dari rezim. Beberapa datang dari Damaskus karena keinginannya sendiri.

“Di sana tidak ada pemboman Rusia, di sana juga tidak akan ada jumlah pengungsi yang sama. Orang-orang terkepung di Hama, Homs dan Aleppo telah datang dari berbagai penjuru menuju perbatasan tenggara.”

Kamp Zaatari, dimana mempunyai kondisi terbaik bagi pengungsi, sekarang menampung 80.000 dari 140.000 pengungsi Suriah yang terdaftar di kamp. Sebagai tambahan, terdapat 350.000 di ibukota Amman, 125.000 di Zarqa dan 200.000 di Irbid.

Raja Abdullah minggu ini mengatakan pada BBC bahwa Jordania berada pada “titik didih”.

“Cepat atau lambat, saya kira bendungan akan segera meletus dan saya kira minggu ini akan menjadi sangat penting bagi penduduk Jordania untuk melihat, apakah akan membantu – tidak hanya bagi pengungsi Suriah, tetapi juga untuk masa depan mereka sendiri.”*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bashar al assadjordaniapengungsipengungsi Suriahsuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Algojo ‘Moderat” Iran
Tulisan selanjutnya Berdoa dalam Amplop

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

Berita
31 Agustus 2026 20:47
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?