Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tidak Becus, Marinir Amerika Pecat Dua Jenderal

Ama Farah
Terakhir diupdate: 1 Oktober 2013 12:46 12:46 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 1 Oktober 2013 12:46
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pimpinan Korps Marinir Amerika Serikat mengumumkan bahwa pihaknya efektif memecat 2 jenderal terkait kegagalan mereka menangkal serangan atas sebuah pangkalan militer AS di Afghanistan tahun lalu.

Jenderal James Amos, komandan tertinggi Korps Marinir AS, hari Senin (30/9/2013) mengumumkan keputusannya memecat Mayjen Charles M Gurganus dan Mayjen Gregg A Sturdevant, karena dianggap “tidak cukup mengambil tindakan pengamanan” di Kamp Bastion, sebuah pangkalan udara di barat daya Afghanistan yang menjadi target serangan Taliban.

Pada 14 September 2012 serangan tiba-tiba ke pangkalan militer itu membuat marinir AS terkejut dan mengakibatkan 2 prajuritnya tewas, serta 8 lainnya luka-luka.

Serangan Taliban itu menghancurkan 6 jet tempur marinir Harrier dan beberapa lainnya rusak.

Gurganus, yang kala itu merupakan komandan tertinggi regional di wilayah Afghanistan, tidak memerintahkan penyelidikan setelah terjadinya serangan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pada bulan Juni lalu Amos meminta US Central Command untuk melakukan penyelidikan atas kasus tersebut, dan dia memutuskan untuk mengambil tindakan terhadap dua jenderal itu setelah mengkaji laporan penyelidikannya.

Sturdevant ketika itu bertanggung jawab di bagian penerbangan di marinir AS di Afghanistan.

Amos meminta Gurganus dan Sturdevant untuk pensiun dan mereka mengiyakannya.

Gurganus, yang menyebut keberhasilan Taliban menerobos Kamp Bastion sebagai “keberuntungan”, sudah dinominasikan untuk naik pangkat menjadi bintang tiga. Usulan kenaikan pangkat itu ditunda menyusul penyelidikan atas kasus Kamp Bastion. Dia akhirnya diberhentikan dengan pangkat terakhir jenderal bintang dua.

Hari Senin usai Amos mengumumkan pemecatannya, Gurganus menyampaikan pernyataan singkat, di mana dia mengaku merasa bangga dan terhormat bisa mengabdi sebagai anggota marinir AS selama 37 tahun.

Sementara Sturdevant tidak menanggapi permintaan komentar mengenai pemecatannya, lansir Aljazeera.

Menurut laporan Pentagon yang dilansir WLS-TV, ketika serangan tiba-tiba itu terjadi di sejumlah titik di Kamp Bastion menara-menara penjaga dibiarkan kosong.

“Menurut saya, Anda bisa menempelkan bintang ke dada seorang pria, tetapi hal itu tidak menjadikannya seorang jenderal,” kata Deborah Hatheway, bibi dari Sersan Brad Atwell yang menjadi salah satu korban tewas mengomentari ketidakbecusan kedua jenderal marinir itu dalam melaksanakan tugasnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Diduga karena Miss World, Ustad Arifin Ilham Mundur Siaran di MNC TV
Tulisan selanjutnya Tinggalkan MNC TV, Arifin Ilham: “Demi Izzah Islam”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

Berita
15 Oktober 2026 18:48
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan
Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?